Tampilkan postingan dengan label Masa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masa. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 September 2014

Waktu Sedih


  بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ، إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ

“Tiada Tuhan Yang berhak disembah selain Allah, Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”

Shahabat yang meriwayatkan hadits itu adalah Sa’ad bin Abu Waqqash Radhiyallahu Anhu.
Seutuhnya hadits itu adalah sabda beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam,

دَعْوَةُ ذِي النُّوْنِ إِذْ دَعَا بِهَا، وَهُوَ فِي بَطْنِ الْحَوْتِ : لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ، إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ، لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ، إِلاَّ اسْتُجِيْبَ لَهُ

“Do’a Dzun Nun (Nabi Yunus) yang dia baca ketika dia sedang berada dalam perut ikan adalah:

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ، إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ

‘Tiada Tuhan Yang berhak untuk disembah selain Engkau, Mahasuci Engkau Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim’.

Tiada seorang Muslim berdo’a dengan do’a itu dalam memohon sesuatu apa pun, melainkan akan dikabulkan baginya.”

Ungkapan دَعْوَةُ ذِي النُّوْنِ ‘Do’a Dzun Nun‘, dengan kata lain, do’anya. Dzun Nun adalah nama Nabi Yunus Alaissalam. Di antara para nabi ada sekelompok nabi yang memiliki dua nama. Seperti: Isa dan Al-Masih, Dzulkifli dan Ilyasa’, Ibrahim dan Al-Khalil, Muhammad dan Ahmad …. An-Nun adalah nama seekor ikan. Makna Dzun Nun adalah pemilik nuun.

Ungkapan إِذْ دَعَا بِهَا ‘jika seseorang berdo’a dengannya‘, dengan kata lain ketika seseorang berdo’a dengan do’a itu untuk menyeru Rabbnya, وَهُوَ فِي بَطْنِ الْحَوْتِ ‘ketika dia sedang berada dalam perut ikan‘, لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ، إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ ‘tiada Ilah Yang berhak disembah selain Allah, Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim‘, yakni Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu. Sesungguhnya aku ini termasuk orang-orang yang zalim kepada diriku sendiri.

Ungkapan فِي شَيْءٍ قَطُّ ‘dalam memohon sesuatu apa pun’, dengan kata lain, sesuatu apa pun juga. Kata قَطُّ adalah untuk masa lalu yang dinafikan. Dalam hal ini boleh juga dengan menyukunkan huruf tha dengan tasydid atau dengan dibaca ringan saja. Juga boleh dengan dhammah padanya.


At-Tirmidzi. (5/529). no. 3505: Al-Hakim dan dia menyahihkannya dan disepakati Adz-Dzahabi, (1/505). Lihat Shahih At-Tirmidzi (3/168).

Demikian semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu 'aklam bish showab.

Ketemu Penguasa


  بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ، وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، كُنْ لِيْ جَارًا مِنْ فُلاَنٍ بْنِ فُلاَنٍ، وَأَحْزَابِهِ مِنْ خَلاَئِقِكَ، أَنْ يَفْرُطَ عَلَيَّ أَحَدٌ مِنْهُمْ أَوْ يَطْغَى، عَزَّ جَارُكَ، وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ، وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah, Tuhan langit dan bumi. Tuhan ‘Arsy yang agung. Jadilah Engkau penyelamat bagiku dari fulan bin fulan dan kelompoknya dari makhluk-Mu, (agar) tidak ada seorang pun dari mereka berlaku sewenang-wenang terhadapku atau melampaui batas, akan kuat orang yang Engkau beri pertolongan, dan akan sangat agung pujian untuk-Mu, dan tiada Ilah Yang berhak disembah selain Engkau.”

Ini adalah sebuah atsar dari ucapan Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan كُنْ لِيْ جَارًا ‘jadilah Engkau Penyelamat bagiku‘, dengan kata lain, Penyelamat dan Penolong.

Ungkapan أَنْ يَفْرُطَ عَلَيَّ أَحَدٌ مِنْهُمْ أَوْ يَطْغَى ‘(agar) tidak ada seorang pun dan mereka berlaku sewenang-wenang terhadapku atau melampaui batas‘. Ini sebagaimana firman Allah Ta’ala ketika mengisahkan tentang Nabi Musa dan Harun,

أَنْ يَفْرُطَ عَلَيْنَا أَوْ أَنْ يَطْغَى


“… Bahwa dia segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas.” (Thaha: 45)

Dengan kata lain, akan segera membunuh atau menyiksa kami. Dikatakan pula فَرَطَ عَلَيْهِ فُلاَنٌ إِذَا عَجَّلَ artinya ‘apabila fulan segera membunuh atau menyiksa‘.

أَوْ يَطْغَى artinya ‘melampaui batas dalam berbuat buruk‘.

Ungkapan عَزَّ جَارُكَ ‘akan kuat orang yang Engkau beri pertolongan‘, dengan kata lain, menjadi kuat jika orang meminta pertolongan kepada-Mu.

Ungkapan وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ ‘dan akan sangat agung pujian untuk-Mu‘, dengan kata lain, sangat agung pujian untuk-Mu.
Demikian semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu 'aklam bish showab.

Kamis, 11 September 2014

Dzikir Sholat Fardu 4

  بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

(Bismillahir rohmanir rohim)

Bacaan-bacaan dzikir yang shahih setelah sholat fardhu, yang sesuai dengan sunnah Rosulullah shollallaahu 'alaihi wasallam.


لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Laa ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, yuhyiy wa yumiytu wahuwa ‘ala kulli syay-in qådiir.

"Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dialah yang menghidupkan (orang yang sudah mati atau memberi ruh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan. Dan Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10x setiap selesai shalat maghrib dan shubuh).

Keterangan: Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa setelah shalat Maghrib dan Shubuh membaca ‘Laa ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, yuhyiy wa yumiytu wahuwa ‘ala kulli syay-in qådiir,’  sebanyak 10x Allah akan tulis setiap satu kali 10 kebaikan, dihapus 10 kejelekan, diangkat 10 derajat, Allah lindungi dari setiap kejelekan, dan Allah lindungi dari godaan syetan yang terkutuk.” (HR. Ahmad IV/227, at-Tirmidzi no.3474). At-Tirmidzi berkata: Hadits ini hasan gharih shahih.”

Demikian semoga bermanfaat. Wallahu 'aklam bish showab.

Dzikir Sholat Fardu 3

 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)



Bacaan-bacaan dzikir yang shahih setelah sholat fardhu, yang sesuai dengan sunnah Rosulullah shollallaahu 'alaihi wasallam.


لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

Laa ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syay-in qådiir. Laa hawla wa laa kuwwata illa billaah, laa ilaaha illallaah, walaa na’budu illaa iyyaahu, lahunni’matu walahul fadhlu walahuts tsanaaul hasanu, laa ilaaha illallaåh mukhlishiyna lahuddiyn walaw karihal kaafiruun. 

"Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah. Kami tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Baginya nikmat, anugerah, dan pujian yang baik. Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dengan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya.”

Keterangan: HR. Muslim no.594, Ahmad IV/ 4, 5, Abu  Dawud no. 1506, 1507, an- Nasa-i III/70, Ibnu Khuzaimah no.740, 741, Dari ’Abdullah bin az-Zubair Rahimahullah.

Demikian semoga bermanfaat. Wallahu 'aklam bish showab.

Dzikir Sholat Fardu 2

 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)



Bacaan-bacaan dzikir yang shahih setelah sholat fardhu, yang sesuai dengan sunnah Rosulullah shollallaahu 'alaihi wasallam.



لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ, اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Laa ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syay-in qådiir. Allahumma laa maani’a limaa a’thayta, wa laa mu’thiya limaa mana’ta, wa laa yamfa’u dzaljaddi min kaljaddu.

"Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah tidak ada yang dapat mencegah apa yang Engkau beri, dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya dari (siksa)-Mu.”

Keterangan: HR. Al-Bukhari no.844 dan Muslim no.593, Abu Dawud no.1505, Ahmad IV/245, 247, 250, 254, 255, Ibnu Khuzaimah no.742, ad-Darimi I/311, dan An-Nasa-i III/70,71, dari  Al-Mughirah bin Syu’bah.

Demikian semoga bermanfaat. Wallahu 'aklam bish showab.

Dzikir Sholat Fardu 1

 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)



Bacaan-bacaan dzikir yang shahih setelah sholat fardhu, yang sesuai dengan sunnah Rosulullah shollallaahu 'alaihi wasallam

أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

Astaghfirullaåh. Astaghfirullaåh. Astaghfirullaåh. Allahumma antassalaam, wa mingkassalaam, tabarakta ya dzaljalaali wal ikroom.

“Saya memohon ampun kepada Allah.(3x) Ya Allah Engkau Maha Sejahtera, dan dari-Mu lah kesejahteraan, Maha Suci Engkau wahai Rabb pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”


Keterangan: HR. Muslim no.591 (135), Ahmad (V/275,279), Abu Dawud no.1513, an-Nasa-i III/68, Ibnu Khuzaimah no.737, ad-Darimi I/311 dan Ibnu Majah no.928 dari Sahabat Tsauban radhiyallaahu ‘anhu.

Perhatian: Hendaklah dicukupkan dengan bacaan ini dan jangan ditambah-tambah dengan macam-macam bacaan lainnya yang tidak ada asalnya dari Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam. (Lihat Misykaatul Mashaabiih 1/303)

Demikian semoga bermanfaat. Wallahu 'aklam bish showab.

Dzikir Sore 20

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Istighfar dibaca masa/waktu sore atau sehari-semalam 100x (seratus kali)

أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullåha wa atuubu ilaih


Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.  


Keterangan : Dzikir ini dibaca 100 kali dalam sehari, boleh dipagi hari atau sore hari. HR. Al-Bukhari/ Fat-hul Baari XI/101 dan Muslim no.2702. Dari Ibnu 'Umar ia berkata: "Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam ber­sabda: 'Wahai manusia, bertaubatlah kalian kepada Allah, sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari seratus kali.'" HR. Muslim no. 2702 (42).
    Dalam riwayat lain dari Agharr al-Muzani, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya hatiku terkadang lupa, dan se­sungguhnya aku istighfar (minta ampun) kepada Allah dalam sehari seratus kali." (HR. Muslim no. 2075 (41))
  Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa yang mengucapkan: 'Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, Yang tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Dia, Yang Maha hidup lagi Mahaberdiri sendiri dan aku ber­taubat kepada-Nya.' Maka Allah akan mengampuni dosanya meskipun ia pernah lari dari medan perang." HR. Abu Dawud no. 1517, at-Tirmidzi no. 3577 dan al-Hakim I/511. Lihat Shahiih at-Tirmidzi III/182 no.2831.
    Adapun ayat Al-Qur’an yang menganjurkan istighfar dan taubat di antara­nya: (QS. Huud: 3), (QS. An-Nuur: 31), (QS. At-Tahriim: 8) dan lain-lain.

Demikian semoga bermanfaat. Wallahu 'aklam bish showab.

Dzikir Sore 19

 
 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)


Tasbih dibaca masa/waktu sore 100x : (seratus kali) 
 
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ


Subhaanallåhi wa bihamdih.
“Maha Suci Allah, aku memuji-Nya.”
Keterangan : HR. Muslim no. 2691 dan no. 2692, Syarah Muslim XVTV 17-18, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/413 no. 653. Jumlah yang terbanyak dari dzikir-dzikir Nabi adalah seratus diwaktu pagi dan seratus diwaktu sore. Adapun riwayat yang menyebutkan sampai seribu adalah munkar, karena haditsnya dha'if. (Silsilah al-Ahaadiits adh-Dha-'iifah no. 5296).

Demikian semoga bermanfaat.  Wallahu 'aklam bish showab.

Dzikir Sore 18


 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Dibaca masa/waktu sore 10x atau 1x : (satu kali)
 
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Laa ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syay-in qådiir.

“Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia-lah yang Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Keterangan : HR. Abu Dawud no. 5077, Ibnu Majah no. 3867,  dari Abu ‘Ayyasy Azzuraqy RA, Shahiih Jaami'ish Shaghiir no. 6418, MisykaatulMashaabiih no. 2395, Shahiih at-Targhiib I/414 no. 656, shahih.
   
Demikian semoga bermanfaat. Wallahu 'aklam bisho showab.

Dzikir Sore 17


 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Dibaca masa/waktu sore 10x atau 1x : (satu kali)
 
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Laa ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syay-in qådiir.

“Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia-lah yang Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Keterangan : HR. Abu Dawud no. 5077, Ibnu Majah no. 3867,  dari Abu ‘Ayyasy Azzuraqy RA, Shahiih Jaami'ish Shaghiir no. 6418, MisykaatulMashaabiih no. 2395, Shahiih at-Targhiib I/414 no. 656, shahih.
   
Demikian semoga bermanfaat. Wallahu 'aklam bisho showab.

Dzikir Sore 16



 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)


Dibaca masa/waktu sore 100x : (seratus kali)
 

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

A’uudzu bi kalimaatillaahit taaammaati min syarri maa khålaq.

"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan segala sesuatu yang diciptakan-Nya."

Keterangan : HR. Ahmad II/290, an-Nasa-i dalam 'Amalul Yaum wal Lailah no. 596, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/412 no. 652, Shahiih al-Jaami 'ish Shaghiir no. 6427

Demikian semoga bermanfaat. Wallahu 'aklam bisho showab.

Dzikir Sore 15

 
 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Dibaca masa/waktu sore 1x (satu kali) :
 

   يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ

Yaa hayyu yaa qåyyuum, bi råhmatika astaghiitsu, ash-lihliy sya’niy kullahu, wa laa takilniy ila nafsiy thårfata ‘ayn.

Wahai Rabb Yang Mahahidup, wahai Rabb Yang Mahaberdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan janganlah Engkau serahkan (urusanku) kepada diriku sendiri walaupun hanya sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).”


Keterangan: HR. An-Nasa-i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no.575, al-Bazzar dan al-Hakim 1/545, lihat Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib I/417 no. 661, ash-Shahiihah no. 227, hasan. Dari Anas RA.

Demikian semoga bermanfaat. Wallahu 'aklam bish showab.

Dzikir Sore 14

 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)


Dibaca masa/waktu sore 3x (tiga kali) :
 
 سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ    وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

Subhanallåhi wa bihamdih ‘adada khåqih, wa ridhåå nafsih, wa zinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih.
“Mahasuci Allah dan aku memujiNya sebanyak bilangan makhlukNya, Mahasuci Allah sesuai keridhaan-Nya, Mahasuci Allah seberat timbangan arasy-Nya, dan Mahasuci Allah sebanyak tinta (yang menulis) kalimat-Nya.”
Keterangan : HR. Muslim no. 2726. Syarah Muslim XVII/44. Dari Juwariyah binti al-Harits Rodhiallahu 'anhu.

Demikian semoga bermanfaat. Wallahu 'aklam bish showab.

Dzikir Sore 13


 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Dibaca masa/waktu sore 1x (satu kali) :


اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ 


Allåhumma ‘aalimal ghåybi wasy syahaadah, faathiris samaa waati wal ‘ardh, råbba kulla sya-in wa maliikah, asyhadu an-laa ilaaha illa anta, a-’uudzubika min syarri nafsi, wa min syarrisy syaythååni wa syirkih, wa an-uq’tarifa ‘ala nafsiy suu-an aw ajurråhu ila muslim.


Ya Allah! Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Råbb pencipta langit dan bumi, Råbb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah (yang berhak untuk diibadahi dengan benar) kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, dan dari kejahatan setan dan balatentaranya, dan aku (berlindung kepadaMu) dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya.


Keterangan : Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda kepada Abu Bakar ash-Shiddiq Radhiallahu ‘anhu : "Ucapkanlah pagi dan petang dan apabila engkau hendak tidur." HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no.1202, HR. At-T irmidzi no. 3392 dan Abu Dawud no. 5067, lihat Shahiih at-Tirmidzi no. 2798, Shahiih al-Adabil Mufrad no. 914, shahih. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2753.

Demikian semoga bermanfaat. Wallahu 'aklam bish showab.

Dzikir Sore 12

 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)


Surat An-Nas dibaca masa/waktu sore 3x (tiga kali)

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ
 مَلِكِ النَّاسِ
 إِلَهِ النَّاسِ
 مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ
 الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ
 مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

Qul a'uudzu birabbin naas. Malikin naas. Ilaahin naas. Min syarril waswaasil khannaas. Alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas. Minal jinnati wannaas.

Katakanlah: "Aku berlindung kepada Robb (yang memelihara dan menguasai) manusia.  Raja manusia.  Sembahan manusia.  Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,  yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,  dari (golongan) jin dan manusia. 

“Barangsiapa membaca tiga surat tersebut setiap pagi dan sore hari, maka (tiga surat tersebut) cukup baginya dari segala sesuatu”. At-Tirmizi berkata “Hadits ini hasan shahih” HR. Abu Dawud no. 5082, an-Nasa-i VIII/250 dan at-Tirmidzi no. 3575, Ahmad V/312, Shahiih at-Tirmidzi no. 2829, Tuhfatul Ahwadzi no. 3646, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/411 no. 649, hasan shahih

Demikian semoga bermanfaat. Wallahu 'aklam bish showab.

Dzikir Sore 11

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim) 
 

Surat Al-Falaq dibaca masa/waktu sore 3x) : (tiga kali)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

 مِن شَرِّ مَا خَلَقَ

 وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ

 وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ 

 وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ



Qul a'uudzu birabbil falaq. Min syarri maa khalaq. Wamin syarri ghaasiqin idzaa waqaba. Wamin syarrin naffaatsaati fii al'uqadi. Wamin syarri haasidin idzaa hasada.

Katakanlah: "Aku berlindung kepada Robb Yang Menguasai waktu subuh,  dari kejahatan apa-apa (mahluk) yang diciptakan-Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,  dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,  dan dari kejahatan orang-orang yang dengki apabila ia dengki "
. 
HR. Abu Dawud no. 5082, an-Nasa-i VIII/250 dan at-Tirmidzi no. 3575, Ahmad V/312, Shahiih at-Tirmidzi no. 2829, Tuhfatul Ahwadzi no. 3646, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/411 no. 649, hasan shahih

Demikian semoga bermanfaat. Wallahu 'aklam bish showab.

Dzikir Sore 10


 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)


Surat Al-Ikhlas dibaca masa/waktu sore 3x (tiga kali) :
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
 اللَّهُ الصَّمَدُ
 لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ 
وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Qul huwallaahu ahad. Allaahusshamad. Lam yalid walam yuulad. Walam yakullahu kufuwan ahad.

Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".


HR. Abu Dawud no. 5082, an-Nasa-i VIII/250 dan at-Tirmidzi no. 3575, Ahmad V/312, Shahiih at-Tirmidzi no. 2829, Tuhfatul Ahwadzi no. 3646, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/411 no. 649, hasan shahih


Demikian semoga bermanfaat. Wallahu 'aklam bish showab.

Dzikir Sore 9


 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)
  
Dibaca masa/waktu sore 1x (satu kali) :
  

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

Allåhumma inni as-alukal ‘afwaa wal ‘aafiyah, fid-dunya wal aakhiråh, allåhumma inniy as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah, fi diinii wa dunyaayaa wa ahliy wa maaliy. Allahummastur ‘awraatiy, wa aamin råw-’aatiy. Allåhummah fazhniy min bayni yadayya, wa min khålfiy, wa ‘an yamiiniy wa ‘an syimaaliy wa min fawqiy, wa a-’uudzubika bi ‘azhåmatika an-ughtaala min tahtiy.

”Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agamaku, duniaku, ke-luargaku dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aibku dan segala sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah! Peli-haralah aku dari depanku, dari belakangku, dari ka-nanku, dari kiriku, dan dari atasku. Dan aku berlindung dengan kebesaranMu, agar aku tidak disambar dari bawahku (aku berlindung dari jatuh atau dibenamkan ke dalam bumi).”

Keterangan : HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no.1200, Abu Dawud no. 5074, Ibnu Majah no. 3871, an-Nasai VIII/282, al-Hakim 1/517-518, dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhu. Lihat Shahiih al-Adabul Mufrad no. 912, shahih.
 
Demikian semoga bermanfaat. Wallahu 'aklam bish showab.
 
Blogger Templates