Tampilkan postingan dengan label Tahmid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tahmid. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 September 2014

Keutamaan Dzikir Tahmid

  بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)


Ada beberapa keutamaan Tahmid, yaitu :

Nabi sholallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa bertasbih sebanyak 33c (tiga puluh tiga kali), bertakbir 33x (tiga puluh tiga kali), dan bertahmid 343x (tiga puluh tiga kali)
, kemudian mengucapkan: Laa ilaaha illa Allah wahdahu laa syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ’ala kulli sya’in qadir, setiap selesai shalat, maka akan diampuni dosanya meski sebanyak buih di lautan.” (HR. Imam Ahmad, Darimi, Malik)

Tasbih berarti mensucikan Allah dari sifat-sifat makhluk-Nya. Sementara tahmid yaitu memuji Allah, Robb semesta alam. Dan takbir adalah mengagungkan kebesaran Allah subahanahu wa ta'ala. Allah berfirman dalam al-Quran: ”Hai orang-orang yang beriman! berzikirlah (mengingat) kepada Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab: 41-42).

Ketiga amalan tersebut pernah diajarkan Nabi Muhammad Saw kepada putrinya, Siti Fatimah radhiyallahu anha. Ali bin Abi Thalib menceritakan, pada suatu hari Fatimah datang menemui Nabi Saw. Namun Nabi tidak ada di tempat, dan ia hanya mendapatkan Siti Aisyah radhiyallahu anha.

Kepada Siti Aisyah diceritakanlah keperluannya. Fatimah ingin meminta pembantu karena saat itu, ia mendengar Rasulullah Saw mendapatkan tawanan. Sudah beberapa hari Fatimah merasa kelelahan dan tangannya sakit akibat menumbuk dan menggiling tepung. Dengan meminta seorang pembantu diharapkan bisa meringankan segala pekerjaannya.

Malam harinya Rasul datang menemui Siti Fatimah, saat ia dan suaminya, Ali bin Abi Thalib hendak berbaring tidur. Sabda Rasul kepada Fatimah dan Ali: ”Maukah kalian berdua aku ajarkan perkara yang lebih baik dari yang kalian minta? Jika kalian telah berada di tempat tidur bacalah takbir 33x, tasbih 33xi dan tahmid 33x. Itu semua lebih baik buat kalian dari pada seorang pembantu.” (HR. Bukhari).

Demikian semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu 'aklam bish showab.

Minggu, 07 September 2014

Dzikir Tahmid


  بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Analisa Tahmid

Sewaktu kita mengucapkan dzikir tahmid, katakanlah misalnya : Alhamdulillah, jangan puas dengan ucapan kosong saja, jangan puas dengan hanya menghapal saja. Mengucapkannya berulang-ulang tanpa pengertian, tanpa pemahaman, tetapi perlu di ikuti dengan pemahaman dari pengertian mendalam yang terkandung dalam pedoman kehidupan kita yang dijanjikan Robb mampu membawa kebahagiaan dan kehidupan terang benderang didunia ini sebelum akhirat yaitu Al Qur’anul Karim. Jadi tekanan disini adalah agar kita mengerti, agar kita memahami sesuai bahasa Al Qur’an


Dalil Al Qur’an 

Surah Al An’am (6): 1   
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ”.
 
Alhamdu lillaahi alladzii khalaqa alssamaawaati waal-ardha waja'ala alzhzhulumaati waalnnuura tsumma alladziina kafaruu birabbihim ya'diluuna. Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, serta menjadikan gelap dan terang”.

Surah Ibrahim (14): 39
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى الْكِبَرِ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ الدُّعَاءِ”.
 
Alhamdu lillaahi alladzii wahaba lii 'alaa alkibari ismaa'iila wa-ishaaqa inna rabbii lasamii'u alddu'aa'-i. Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq. Sungguh, Rabbku benar-benar Maha Mendengar (mengabulkan) doa”.QS. Ibrahim (14): 39.

Petunjuk dzikir

Lafazh dzikir tahmid Alhamdulillah yang berarti Segala Puji bagi Engkau ya Allah

Mengucapkan kalimah tahmid Alhamdulillah dengan prinsip komunikas ilahiyah, berarti kita mencoba untuk benar-benar berbicara melalui hati di saat mengucapkan lafazh dzikir tahmid itu dengan menempatkan proses berpikir selayaknya dalam konteksnya masing masing. Dalam berdzikir seperti halnya tahmid ini, dengan proses komunikasi Ilahiyah ada pesan yang akan disampaikan

Sebagai manusia yang dikaruniai Allah akal dan hati, pesan dapat dirumuskan sebagai hasil kristalisasi dari pemahaman pemahaman kita dengan segala latar belakang analisa pemikiran dan permasalahan kita masing masing dalam konteks pengucapan lafazh tahmid tersebut. Karenanya pada dan seiring dengan lafazh tahmid diucapkan ada pesan yang dirumuskan dalam hati dan disampaikan dengan hati yang berbicara dengan Allah.

Yang penting kita terus mencoba, berbicara dengan hati dengan lebih sempurna, berdzikir sambil berpikir dan berpikir sambil berdzikir, melatih diri mekanisme hati dan penyampaian pesan tersebut pada Allah Maha Pencipta. Kita selalu berusaha agar hati kita mampu berbicara dengan lebih baik dan lebih baik lagi. 



Referensi 

 
Buku 1B : Memahami dan mendalami ajaran Al Qur’an
Pengarang : Dr.Ir. H.M. Amin Aziz
Penerbit : PT. Bangkit Jaya Insana
Tahun : 1995

Rabu, 03 September 2014

Keutamaan Tahmid


  بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)


Ada beberapa keutamaan Tahmid, yaitu :

Nabi sholallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa bertasbih sebanyak 33c (tiga puluh tiga kali), bertakbir 33x (tiga puluh tiga kali), dan bertahmid 343x (tiga puluh tiga kali)
, kemudian mengucapkan: Laa ilaaha illa Allah wahdahu laa syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ’ala kulli sya’in qadir, setiap selesai shalat, maka akan diampuni dosanya meski sebanyak buih di lautan.” (HR. Imam Ahmad, Darimi, Malik)

Tasbih berarti mensucikan Allah dari sifat-sifat makhluk-Nya. Sementara tahmid yaitu memuji Allah, Robb semesta alam. Dan takbir adalah mengagungkan kebesaran Allah subahanahu wa ta'ala. Allah berfirman dalam al-Quran: ”Hai orang-orang yang beriman! berzikirlah (mengingat) kepada Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab: 41-42).

Ketiga amalan tersebut pernah diajarkan Nabi Muhammad Saw kepada putrinya, Siti Fatimah radhiyallahu anha. Ali bin Abi Thalib menceritakan, pada suatu hari Fatimah datang menemui Nabi Saw. Namun Nabi tidak ada di tempat, dan ia hanya mendapatkan Siti Aisyah radhiyallahu anha.

Kepada Siti Aisyah diceritakanlah keperluannya. Fatimah ingin meminta pembantu karena saat itu, ia mendengar Rasulullah Saw mendapatkan tawanan. Sudah beberapa hari Fatimah merasa kelelahan dan tangannya sakit akibat menumbuk dan menggiling tepung. Dengan meminta seorang pembantu diharapkan bisa meringankan segala pekerjaannya.

Malam harinya Rasul datang menemui Siti Fatimah, saat ia dan suaminya, Ali bin Abi Thalib hendak berbaring tidur. Sabda Rasul kepada Fatimah dan Ali: ”Maukah kalian berdua aku ajarkan perkara yang lebih baik dari yang kalian minta? Jika kalian telah berada di tempat tidur bacalah takbir 33x, tasbih 33xi dan tahmid 33x. Itu semua lebih baik buat kalian dari pada seorang pembantu.” (HR. Bukhari).

Dalam hadits lain disebutkan. Pernah datang sekelompok orang miskin mengadu kepada Nabi sholallahu 'alaihi wasallam, mereka mengadu karena orang-orang kaya dengan hartanya bisa mendapatkan kedudukan yang tinggi dan kenikmatan yang abadi. Orang kaya dapat melaksankan shalat, seperti juga orang miskin melakukannya. Orang kaya berpuasa, orang miskin juga berpuasa. Namun orang-orang kaya memiliki kelebihan disebabkan hartanya sehingga dapat menunaikan ibadah haji dan umrah, juga dapat bersedekah dan berjihad.

Mendengar aduan mereka, Rasul
sholallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Maukah aku sampaikan kepada kalian amalan yang dapat melampaui derajat orang kaya dan tidak ada yang mengalahkan derajat kalian sehingga menjadi yang terbaik di antara kalian dan mereka, kecuali mengerjakan amalan berikut, yaitu, kalian baca tasbih, tahmid, takbir setiap selesai shalat sebanyak 33 kali.” (HR. Bukhari)

Dalam hadits riwayat lain disebutkan, bahwa ketiga kalimat tersebut merupakan salah satu macam cara untuk bersedekah sebagaimana aduan orang-orang miskin tentang orang kaya yang bisa mendermakan hartanya. Sabda Nabi
sholallahu 'alaihi wasallam: “Setiap kalimat tasbih adalah sedekah, takbir adalah sedekah, tahmid adalah sedekah dan tahlil adalah sedekah.” (HR. Muslim)

Dari hadits ini dapat kita ambil hikmah. Betapa banyak sekali keutamaan berzikir membaca tasbih, tahmid dan takbir. Dengan cara banyak berzikir, akan timbul rasa takut kepada Allah dan buahnya kita bisa menjalankan semua perintah dan larangan Allah. Maka, seyogyanya kita senantiasa mendawamkan amalan dari Rasulullah ini dan kita berharap, dapat mencapai keberkahan hidup dan senantiasa menjadi hamba yang tidak merugi.

Termasuk al-baqiyatush sholihat.

Al-baqiyatush sholihat artinya amalan-amalan yang kekal lagi shalih. Tatkala ditanya tentang makna kata tersebut, Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu menjawab: “Yaitu ucapan La ilaha illallah, Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu akbar, dan laa haula wa laa quwwata illa billah.”(al-Musnad, 1/71)


Demikian semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu 'aklam bish showab

Selasa, 02 September 2014

Takrif Tahmid

 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Tahmid adalah salah satu bentuk rasa syukur kita terhadap Allah subhanahu wa ta'ala bila ada nikmat yang sampai pada kita hendaknya kita memuji Allah dengan mengucapkan Tahmid. Dengan demikian, kita menyadari bahwa segala nikmat yang ada hakikat sebenarnya adalah pemberian dari Allah subhanahu wa ta'ala sehingga Allah subhanahu wa ta'ala pantas untuk dipuji, dan pujian itu adalah bentuk rasa syukur.

Allah subhanahu wa ta'ala menyukai hamba yang mensyukuri nikmatnya. makin kita bersyukur, maka bertambah pula kenikmatan yang akan diberikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala firman Allah subhanahu wa ta'ala : ”Sesungguhnya jika kalian bersyukur pasti Kami akan menambah nikmat kepada kalian.” (Al Qur'ans, surah Ibrahim, ayat: 7)


Takrif / Definisi Tahmid disebut juga doa untuk memuji-muji Allah subhanahu wa ta'ala dengan mengucapkan "Alhamdulillah" (segala puji hanya milik Allah). Kata ” li” dalam bahasa arab, untuk bacaan tahmid bisa berarti untuk, bisa juga berarti milik. Alhamdulillah = segala puji hanya untukMu ya Allah, atau segala puji hanya milikmu. Mari kita lihat ke dalam diri kita, ketika kita mendapat nikmat, atau kabar gembira, saat kita mengucap Alhamdulillah, yang terpikir di benak kita itu kita memuji Allah karena telah memberi nikmat atau kabar gembira saja, ataukah ada penjabaran yang lain.

Demikian Takrif atau Definisi Tahmid, semoga bermanfaat. Apabila didalam tulisan ini terdapat kekeliruan, kepada Allah kami mohon ampun dan kepada pengunjung kami mohon maaf. 


Senin, 01 September 2014

Fadhilah Tahmid


 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Fadhillah Kalimah Tahmid "Alhamdu lillah"

الْحَمْدُ لِلَّهِ


Nabi shollahu 'alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa bertasbih sebanyak tiga puluh tiga kali, bertakbir tiga puluh tiga kali, dan bertahmid tiga puluh tiga kali, kemudian mengucapkan: Laa ilaaha illa Allah wahdahu laa syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ’ala kulli sya’in qadir, setiap selesai sholat, maka akan diampuni dosanya meski sebanyak buih di lautan.”(HR Imam Ahmad, Darimi, Malik)

Bacaan Tasbih, Tahmid dan Takbir pernah diajarkan Nabi Muhammad
shollahu 'alaihi wasallam kepada putrinya, Siti Fatimah radhiyallahu anha (RA). Ali bin Abi Thalib menceritakan, pada suatu hari Fatimah datang menemui Nabi shollahu 'alaihi wasallam. Namun Nabi tidak ada di tempat, dan ia hanya mendapatkan Siti Aisyah radhiyallahu anha (RA).

Kepada Siti Aisyah diceritakanlah keperluannya. Fatimah ingin meminta pembantu karena saat itu, ia mendengar Rasulullah
shollahu 'alaihi wasallam mendapatkan tawanan. Sudah beberapa hari Fatimah merasa kelelahan dan tangannya sakit akibat menumbuk dan menggiling tepung. Dengan meminta seorang pembantu diharapkan bisa meringankan segala pekerjaannya.

Malam harinya Rasul datang menemui Siti Fatimah, saat ia dan suaminya, Ali bin Abi Thalib hendak berbaring tidur. Sabda Rasul kepada Fatimah dan Ali: ”Maukah kalian berdua aku ajarkan perkara yang lebih baik dari yang kalian minta? Jika kalian telah berada di tempat tidur bacalah takbir 33 kali, tasbih 33 kali dan tahmid 33 kali. Itu semua lebih baik buat kalian dari pada seorang pembantu.” (HR Bukhori).

Dalam hadis lain disebutkan. Pernah datang sekelompok orang miskin mengadu kepada Nabi
shollahu 'alaihi wasallam. Mereka mengadu karena orang-orang kaya dengan hartanya bisa mendapatkan kedudukan yang tinggi dan kenikmatan yang abadi. Orang kaya dapat melaksankan shalat, seperti juga orang miskin melakukannya. Orang kaya berpuasa, orang miskin juga berpuasa. Namun orang-orang kaya memiliki kelebihan disebabkan hartanya sehingga dapat menunaikan ibadah haji dan umrah, juga dapat bersedekah dan berjihad.

Mendengar aduan mereka, Rasul
shollahu 'alaihi wasallam bersabda, “Maukah aku sampaikan kepada kalian amalan yang dapat melampaui derajat orang kaya dan tidak ada yang mengalahkan derajat kalian sehingga menjadi yang terbaik di antara kalian dan mereka, kecuali mengerjakan amalan berikut, yaitu, kalian baca tasbih, tahmid, takbir setiap selesai shalat sebanyak 33 kali…”(HR Bukhori)

Dalam hadits riwayat lain disebutkan, bahwa ketiga kalimat tersebut merupakan salah satu macam cara untuk bersedekah sebagaimana aduan orang-orang miskin tentang orang kaya yang bisa mendermakan hartanya. Sabda Nabi
shollahu 'alaihi wasallam: “Setiap kalimat tasbih adalah sedekah, takbir adalah sedekah, tahmid adalah sedekah dan tahlil adalah sedekah.” (HR Muslim)

Dari hadis ini dapat kita ambil hikmah. Betapa banyak sekali keutamaan berzikir membaca tasbih, tahmid dan takbir. Dengan cara banyak berzikir, akan timbul rasa takut kepada Allah dan buahnya kita bisa menjalankan semua perintah dan larangan Allah. Maka, seyogyanya kita senantiasa mendawamkan amalan dari Rasulullah ini dan kita berharap, dapat mencapai keberkahan hidup dan senantiasa menjadi hamba yang tidak merugi.


Ya, Benar! Allah memang berhak mendapatkan ucapan : Alhamdulillah, sebab Dia lah Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi beserta segenap isinya. Tak ada yang sanggup melakukan sesuatu seperti Allah. Tak ada satu pun ciptaan-Nya yang punya kemampuan sama denganNya. Dari kenyataan inilah maka patut kiranya bagi kita mengagungkan kekuasaanNya dengan selalu bertahmid kepadaNya sebagai sebentuk rasa syukur kita terhadap segala pemberianNya.
 
Ketahuilah bahwa makna terdalam dari kalimah tahmid sesungguhnya adalah ungkapan syukur. Dan ini bukan saja layak kita lakukan namun bisa dikatakan wajib kita lakukan. Sungguh banyak alasan mengapa manusia harus bersyukur kepada Allah. Betapa banyak karunia yang telah Dia berikan. Jangankan satu hari atau jam bahkan satu detik saja karunia Allah itu tak akan sanggup dibayar oleh manusia dengan harga materi seberapa besarpun. Padahal Allah subhanahu wa ta'ala telah begitu banyak memberi karunia kepada manusia, sehingga Allah sendiri menyatakan bahwa nikmat yang Dia berikan kepada manusia itu tidak terhitung jumlahnya. Sementara Allah subhanahu wa ta'ala memberikan semua itu tanpa harus melalui pebayaran sejumlah harga, bahkan Dia memberikan karunia tersebut tanpa manusia memintanya. Renungkan, bukankah sebagai manusia kita butuh oksigen? Betapa banyak kita menghirup oksigen (karunia dari Allah) itu setiap detiknya? Setiap menit, jam, hari, bulan dan setiap tahunnya? Sebuah pertanyaan : berapa harga oksigen? Sangat mahal! Jika memang Allah menjual oksigen itu berapa banyak uang yang harus diserahkan manusia untuk membelinya? Tentu siapapun di dunia ini tidak akan mampu membelinya. Hata orang terkaya sekalipun di jagad raya ini.
 
Pembaca yang budiman, ketahuilah bahwa tidak ada alasan yang bisa dikemukakan oleh kita (manusia) untuk tidak bersyukur kepadaNya. Kepada sang Maha Pemberi Karunia, yaitu Allah subhanahu wa ta'ala. Karenyanya sebagai salah satu ungkapan rasa syukur itu kalimah tahmid dapat memberi jawabannya. Perbanyaklah kita melantunkan kalimah tahmid ini, sebab dengan itu kita akan tergolong sebagai orang-orang yang tahu akan keberadaan dirinya sebagai seorang hamba...
 
Demikian semoga bermanfaat. Wallahu a'klam bishshowab.

Minggu, 31 Agustus 2014

Dalil Tahmid


 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Dalil Al Qur’an 
Surah Al An’am (6): 1    
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ”.
 
Alhamdu lillaahi alladzii khalaqa alssamaawaati waal-ardha waja'ala alzhzhulumaati waalnnuura tsumma alladziina kafaruu birabbihim ya'diluuna. Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, serta menjadikan gelap dan terang”.

Surah Ibrahim (14): 39
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى الْكِبَرِ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ الدُّعَاءِ”.
 
Alhamdu lillaahi alladzii wahaba lii 'alaa alkibari ismaa'iila wa-ishaaqa inna rabbii lasamii'u alddu'aa'-i. Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq. Sungguh, Rabbku benar-benar Maha Mendengar (mengabulkan) doa”.QS. Ibrahim (14): 39.

Dalil As Sunnah

Apabila imam (shalat) mengucapkan "Sami 'allaahuliman hamidah" (Allah mendengar siapa yang memuji-Nya), maka ucapkanlah "Allaahumma Robbanaa lakal hamdu" (Ya Allah Tuhan kami, bagimu segala puji). Sesungguhnya kalau ucapannya bersamaan dengan ucapan malaikat maka akan terampuni dosa-dosanya yang terdahulu. (Mutafaq'alaih)

Kami shalat di belakang Nabi Muhammad sholallahu 'alaihi wasallam Ketika mengangkat kepala dari ruku' beliau mengucapkan "Sami 'allaahuliman hamidah". Lalu ada seorang yang mengucapkan "Robbanaa walakal hamdu hamdan katsiiran thoyyiban mubaarakan fiih." Seusai shalat, Nabi bertanya, "Siapa yang berbicara (dengan bersuara)?" Orang tadi menjawab, "Aku." Nabi kemudian berkata, "Aku melihat ada lebih dari tiga puluh malaikat berpacu, siapa yang lebih dulu mencatat (pahalanya)." (HR. Bukhari)

"Ya Tuhanku, bagi-Mu segala puji yang layak bagi keagungan wajahMu dan kebesaran kekuasaanMu." (HR. Ath-Thabrani)

Yang paling pandai bersyukur kepada Allah adalah orang yang paling pandai bersyukur kepada manusia. (HR. Ath-Thabrani)

Apabila seorang melihat orang cacat lalu berkata (tanpa didengar oleh orang tadi) :"Alhamdulillah yang telah menyelamatkan aku dari apa yang diujikan Allah kepadanya dan melebihkan aku dengan kelebihan sempurna atas kebanyakan makhlukNya", maka dia tidak akan terkena ujian seperti itu betapapun keadaannya. (HR. Abu Dawud)

Dua hal apabila dimiliki oleh seseorang dia dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan sabar. Dalam urusan agama (ilmu dan ibadah) dia melihat kepada yang lebih tinggi lalu meniru dan mencontohnya. Dalam urusan dunia dia melihat kepada yang lebih bawah, lalu bersyukur kepada Allah bahwa dia masih diberi kelebihan. (HR. Tirmidzi)

Lafazh Tahmid

 
 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Kalimat atau Lafazh Tahmid yakni membaca الحمد لله yang artinya Segala Puji adalah milik Allah, memiliki makna hubungan kita dengan sesama, yakni tiada yang pantas kita lakukan dan ucapkan selain rasa syukur kita terhadap segala apa yang telah dikaruniakan oleh Sang Pencipta, rasa syukur kita terhadap orang-orang disekitar kita yang telah ikut andil dalam kehidupan sehari-hari. 
 
Tahmid, Alhamdulillah) mengandung arti "Pujian hanya milik Allah". adapun tulisan tahmid dalam bahasa Arab adalah sebagai berikut :

الحمد لله


namun biasanya ditambahkan juga dengan kata robil 'aalamiin, sehingga menjadi

الحمد لله رب العالمين

Albaqiyatu sholihatu

 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Al baaqiyaatush shoolihat terdiri atas kalimah

1. Subhanallah ( سبحان الله )
2. Al-Hamdulillah ( الحمد لله )
3. Lailaaha Illallah ( لا اله الا الله )
4. Allahu Akbar (الله اكبر )
5. Laahawla wala quwwata illa billah ( لا حول ولا قوّة الاّ با لله )

Apabila digabungkan cara membaca Al baaqiyatush shoolihat, sebagai berikut :

“Subhanallah, Walhamdulillah, wa la Ilaha Illallah, wallahu Akbar” (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar).” 


سبحان الله و الحمد لله و لا اله إلا الله و الله أكبر و لا حول و لا قوة إلا با لله العلى العظيم 
Subhaanallaah, wal hamdulillaah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adziim,


 
Blogger Templates