Tampilkan postingan dengan label Takrif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Takrif. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 September 2014

Takrif Istighfar

 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Istighfar (bahasa Arab:إستغفار), dalam Islam, adalah tindakan meminta maaf atau memohon keampunan dari Allah. Hal ini adalah salah satu bagian yang penting dalam Islam. Tindakan ini pada umumnya dilakukan dengan mengulangkan kalimat Astaghfirullah, yang bermakna "Saya meminta keampunan Allah".

Istighfar adalah bentuk masdar dari istaghfara-yastaghfiru. Akar katanya dari ghofara yang menunjukan makna ’menutup’. Al-ghofru artinya as-satru (menutup). Al-ghofru dan al-ghufran memiliki arti yang sama. Dikatakan, ghofarallahu dzanbahu ghufran wa maghfiratan wa ghufranan.

Ar-raghib berkata, “al-ghofru artinya mengenakan sesuatu yang melindunginya dari kotoran. Contohnya seperti kalimat ighfir tsaubaka fiddu’a (kenakan pakaianmu ketika berdo’a). al-ghufran dan al-maghfirah dari Allah artinya adalah Allah melindungi hanba-Nya agar terhindar adzab. Istighfar adalah permohonan untuk memperoleh hal itu dengan ucapan dan tindakan.


Istighfar merupakan permohonan ampunan dari manusia selaku hamba yang memiliki sifat ketergantungan kepada Allah. Permohonan ini ditujukan semata-mata ditujukan kepada Allah, tidak kepada yang lainnya; dan bersifat langsung tanpa melalui perantara, sehingga merupakan permohonan ampunan yang amat murni. Artinya, permohonan ampunannya itu tumbuh dari hati nuranunya untuk mencapai hubungan yang bersih murni dengan Allah dan karena ketakutannya akan ditimpa cobaab ataupun nasib buruk, karena menyadari dirinya berdosa kepada Allah, padahal ia telah meyakini sekali bahwa bahagia dan celakanya ada di ujung jari Allah, sedangkan Allah sangat mudah untuk menjungkirbalikkan nasib dirinya, kecuali jika Allah mengampuninya. 

Untuk itulah ia beristighfar, memohon ampunan.Lau apakah dengan istighfar sama dengan bertobat? Dalam hal ini tobat mempunyai kedudukan yang lebih tinggi. Dalam bertobat, seseorang terikat untuk melaksanakan syarat-syarat pertobatan; bila ia melanggarnya, maka tobatnya dengan sendirinya menjadi tertolak. Istighfar merupakan bagian dari tobat atau pertobatan. Meski demikian, istighfar memiliki nilai yang tinggi diantara amalan-amalan ibadah, khususnya dalam kelompok ibadah dan zikir.

Beristighfar haruslah diniatkan untuk mendapatkan ampunan Allah, tidak hanya untuk dosa pada saat ini, tetapi juga dosa masa lalu serta dosa masa mendatang kalu memang ada. Ini merupakan kewaspadaan batin,karena dosa kesombongan meski seberat debu ternyata telah menyebabkan orang tidak masuk surga, lebih-lebih bila dalam diri kita masih banyak bertumpuk berbagai macam dosa.Istighfar ibarat sabun pencuci dosa. Dengan membiasakan istighfar, maka setiap ada dosa sedikit, dosa itu dapat segera terhapus sebelum terlanjur berkarat dalam hati dan jiwa serta menjadi noda yang sulit hilang yang senantiasa terbawa kemana pun ia pergi seumur hidupnya. 

Demikian Takrif atau Definisi Iztgihfar, semoga bermanfaat. Apabila didalam tulisan ini terdapat kekeliruan, kepada Allah kami mohon ampun dan kepada pengunjung kami mohon maaf.

Takrif Ta'awuz

 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Al-isti'adzah artinya permohonan kepada Allah subhanahu wa ta'ala dari setiap yang jahat. Al-'iyadzah (permohonan pertolongan) dalam usaha menolak kejahatan, sedangkan Al-layadzu (permohonan pertolongan) dalam upaya memperoleh kebaikan.
Secara etimologi dia adalah masdhar dari kata اِسْتَعاذَ  -  يَسْتَعِيْذُ  -  اِسْتِعاذًا  yang bermakna permintaan perlindungan dan penjagaan dari sesuatu yang dibenci.

  • Isti’adzah kepada Allah Ta’ala.

Yaitu isti’adzah yang mengandung kesempurnaan rasa butuh kepada Allah, bersandar kepada-Nya, serta meyakini penjagaan dan kesempurnaan pemeliharaan Allah Ta’ala dari segala sesuatu, baik di zaman sekarang maupun di zaman yang akan datang, baik pada perkara yang kecil maupun yang besar, baik yang berasal dari manusia maupun selainnya.
Ta'awuz atau Al-istiadzah adalah meminta perlindungan kepada Allah dengan mengucapkan : A`ūdzu billāhi minas-syaitānir-rajīmi, artinya "Aku memohon perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk"

Al-isti'adzah artinya permohonan kepada Allah subhanahu wa ta'ala dari setiap yang jahat. Al-'iyadzah (permohonan pertolongan) dalam usaha menolak kejahatan, sedangkanal-layadzu (permohonan pertolongan) dalam upaya memperoleh kebaikan.
Kalimat A’udzubillahi minasy syaithanir rajim berarti “Aku memohon perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk”, agar ia tidak membahayakan diriku dalam urusan agama dan duniaku, atau menghalangiku untuk mengerjakan apa yang Allah perintahkan. Atau agar ia tidak menyuruhku mengerjakan apa yang Allah larang, karena setan itu tidak ada yang bisa mencegahnya untuk menggoda kecuali Allah.

Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa ta’ala menyuruh manusia agar menarik dan membujuk hati setan jenis manusia dengan cara menyodorkan suatu yang baik kepadanya supaya dengan demikian dia berubah tabiatnya dari kebiasannya mengganggu orang lain. Selain itu, Allah juga memerintahkan untuk memohon perlindungan kepada-Nya dari setan jenis jin, karena dia tidak menerima pemberian dan tidak dapat dipengaruhi dengan kebaikan, sebab tabiatnya jahat dan tidak ada yang dapat mencegahnya dari dirimu kecuali Rabb yang menciptakannya.

Demikian Takrif atau Definisi Ta'awuz, semoga bermanfaat bagi kita semua. Apabila didalam tulisan ini terdapat kekeliruan, kepada Allah kami mohon ampun dan kepada pengunjung kami mohon maaf.




Selasa, 02 September 2014

Takrif Tahmid

 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Tahmid adalah salah satu bentuk rasa syukur kita terhadap Allah subhanahu wa ta'ala bila ada nikmat yang sampai pada kita hendaknya kita memuji Allah dengan mengucapkan Tahmid. Dengan demikian, kita menyadari bahwa segala nikmat yang ada hakikat sebenarnya adalah pemberian dari Allah subhanahu wa ta'ala sehingga Allah subhanahu wa ta'ala pantas untuk dipuji, dan pujian itu adalah bentuk rasa syukur.

Allah subhanahu wa ta'ala menyukai hamba yang mensyukuri nikmatnya. makin kita bersyukur, maka bertambah pula kenikmatan yang akan diberikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala firman Allah subhanahu wa ta'ala : ”Sesungguhnya jika kalian bersyukur pasti Kami akan menambah nikmat kepada kalian.” (Al Qur'ans, surah Ibrahim, ayat: 7)


Takrif / Definisi Tahmid disebut juga doa untuk memuji-muji Allah subhanahu wa ta'ala dengan mengucapkan "Alhamdulillah" (segala puji hanya milik Allah). Kata ” li” dalam bahasa arab, untuk bacaan tahmid bisa berarti untuk, bisa juga berarti milik. Alhamdulillah = segala puji hanya untukMu ya Allah, atau segala puji hanya milikmu. Mari kita lihat ke dalam diri kita, ketika kita mendapat nikmat, atau kabar gembira, saat kita mengucap Alhamdulillah, yang terpikir di benak kita itu kita memuji Allah karena telah memberi nikmat atau kabar gembira saja, ataukah ada penjabaran yang lain.

Demikian Takrif atau Definisi Tahmid, semoga bermanfaat. Apabila didalam tulisan ini terdapat kekeliruan, kepada Allah kami mohon ampun dan kepada pengunjung kami mohon maaf. 


Minggu, 31 Agustus 2014

Takrif Basmallah

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Kata Asal Bismillah dipersingkat dari Bismillahir rohmanir rohim, dari bahasa Arab, secara harfiah: dengan nama Allah, Pengasih dan Penyayang.


Takrif / Definsi Basmallah adalah mengharap semoga pekerjaan yang akan kita kerjakan itu diberkahi Allah serta memohon supaya pekerjaan kita itu dapat kita laksanakan dan menerangkan bahwa perbuatan itu kita lakukan atas nama Allah.

Kata Bismillah yang umumnya diartikan “Dengan nama Allah” selalu kita ucapkan di kala kita melakukan sholat atau sebelum kita melakukan suatu pekerjaan. Banyak sekali hadis yang menganjurkan kita kita untuk selalu mengucapkan kata Bismillah sebelum kita melakukan suatu pekerjaan. Seperti diriwayatkan oleh Muslim dalam sahihnya bahwa Rasullullah sholallahu 'alaihi wassalam pernah berkata kepada Umar bin Abu Salamah ketika ia masih diasuh Rasullullah
sholallahu 'alaihi wassalam di masa kecilnya, “Ucapkanlah Bismillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah apa yang berada di dekatmu”.

Makna Bismillah .
• Preposisi “Bi” = aku memulai.
• Al-Ism = Nama, menunjuk pada sesuatu yang dinamai .
• Allah = nama Tuhan, berasal dari kata al-Ilah Lafzhul jalalah, m
erupakan nama bagi Allah Rabbul Alamin, selain Allah tidak boleh diberi nama denganNya. Nama ‘Allah’ merupakan asal, adapun nama-nama Allah selainnya adalah tabi’ (cabang darinya).

Bismillah memiliki dua makna :

  1. Sebagai kalimat Izin. Bismillah bukan sebagai penukar kenikmatan, contohmya makan nasi dengan membaca bismillah akan sama nikmatnya dengan makan nasi tanpa baca bismillah, tapi bismillah merupakan kalimat izin bagi hamba Allah yang merasa hidupnya hanya sekedar “menumpang”, karena sesungguhnya semua yang ada di atas dunia ini milik Allah dan manusia diberi kenikmatan untuk memakai fasilitas Allah tersebut.
  2. Sebagai kalimat Pengakuan Otoritas. Yaitu pengakuan otoritas bagi hamba Allah yang menyadari bahwa sesungguhmya yang memiliki wewenang otoritas hanyalah Allah. Manusia hanya sebagai wakil Allah di muka bumi ini, bukan sebagai penguasa. Bila seseorang mengucapkan Bismillahir romaanir rohim, ia telah menandai kehambaannya dengan nama Allah, ia mengokohkan jiwanya–yang dinisbahkan kepada hakikat kehambaan–dengan salah satu dari tanda-tanda Allah (Thabathabai: 21).
Makna Ar-Rahman
Ar-Rahman (Maha Pengasih), merupakan rahmat Allah dalam Bentuk sarana hidup Dilihat dari segi etimologisnya, Ar-Rahman berwazan ” “fa’laan” yang menunjukkan banyak. Oleh karena itu rahmat Allah yang berupa sarana hidup ini diberikan untuk semua makhluk di alam semesta (rahmatan lil alamiin), baik manusia maupun binatang, baik muslim maupun kafir. Makna ini digunakan dalam Al-Qur’an [20: 5, 19:75]

Makna Ar-Rahiim
Ar-Rahiim: Maha Penyayang, merupakan rahmat Allah dalam Bentuk petunjuk hidup. Dilihat dari segi bahasanya, Ar-Rahiim berwazan (berpola) “fa’iil” yang menunjuk ketetapan dan kekekalan. Ar-Rahiim berupa rahmat Allah dalam bentuk petunjuk hidup, diberikan hanya untuk orang-orang yang beriman, menunjukkan kenikmatan yang terus menerus dan kekal. Dalam Qur’an makna Ar-Rahiim sererti terdapat pada Q.S. 33:43 dan QS 9:117. Ar-Rahman dan Ar-Rahiim Allah berikan bersama-sama kepada hamba-hambaNya sesuai pengucapannya yang utuh dan lengkap (selalu Bismillahir rohmanir rohim).
Demikian Takrif atau Definisi Dzikir, semoga bermanfaat. Apabila didalam tulisan ini terdapat kekeliruan, kepada Allah kami mohon ampun dan kepada pengunjung kami mohon maaf. 


Demikian Takrif atau Definisi Basmallah, semoga bermanfaat. Apabila didalam tulisan ini terdapat kekeliruan, kepada Allah kami mohon ampun dan kepada pengunjung kami mohon maaf.  


Takrif Hasbalah

 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Manusia tidak akan pernah mampu melawan setiap bencana, menaklukkan setiap derita, dan mencegah setiap malapetaka dengan kekuatannya sendiri. Mereka akan mampu menghadapi semua itu dengan baik, hanya jika menyerahkan semua perkara kepada Allah subhanahu wa ta'ala. 

 
Jika demikian halnya, maka kalimat hasbalah merupakan salah satu ucapan terbaik bagi seorang hamba yang senantiasa mengharapkan pertolongan-Nya. Kalimat hasbalah berbunyi Hasbunallah wa ni'mal wakil ni'mal maula wa ni'mal natsir (cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung)


Takrif / Definisi Hasbalah adalah mengaku bahwa tempat berpegang dan bergantung seseorang hamba hanya kepada Allah saja. Dan bahwa berpegang kepada Allah itu mencukupi dan tidak memerlukan kepada sesuatu pegangan yang lain.

Bacaan hasbalah itu pula yang diucapkan oleh Rasulullah sholallahu 'alaihi wassalam ketika sedang kesulitan akibat pengepungan selama beberapa minggu oleh pasukan Ahzab dalam perang Khandaq di Kota Madinah. Dengan bacaan tersebut, Rasul sholallahu 'alaihi wassalam dan umat Islam pun keluar sebagai pemenang. Alquran mengabadikan peristiwa tersebut dalam surat Ali Imran [3]: 173, ''Yaitu orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, 'Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka.' Maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, 'Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung'.''

Syahdan, tatkala Nabi Ibrahim alaihi salam dilemparkan ke dalam lautan api oleh para pengikut Raja Namrud bin Kan'an, ia mengucapkan Hasbunallah wa ni'mal wakil, dan api pun tiba-tiba menjadi dingin. Ini diberitakan oleh Rasulullah sholallahu 'alaihi wassalam, ''Akhir kalimat yang diucapkan oleh Ibrahim ketika dicampakkan ke dalam api ialah hasbunallah wani'mal wakil. '' (HR Bukhari).
Dikisahkan, ketika Nabi Ibrahim alaihi salam mulai dimasukkan ke dalam kobaran api, Jibril datang dan berkata, ''Apakah engkau butuh aku?'' Ibrahim menjawab, ''Kalau kepadamu tidak, tapi kalau kepada Allah, ya.'' Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, "Kami berfirman, 'Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim'." (QS Al-Anbiyaa' [21]: 69).

Menurut Ibnu Katsir, kalimat hasbalah juga diucapkan oleh 'Aisyah RA ketika ia mengharapkan pertolongan Allah, di saat kabar bohong ( haditsul ifqi ) tentang dirinya beredar. Hal itu direkam dalam surat An-Nur [24]: 11-26).

“Hasbiayallahu wani’mal wakiil, ni’mal maula wa ni’man nashir. Wakafa billahi waliyya , wakafa billahi syahida, wakafa billahi wakiila, wakafa billahi nashiroo ( Cukup Allah bagiku Dia sebaik baik pelindung, sebaik baik pemimpin dan sebaiki baik penolong. Cukup Allah sebagai pemimpin, cukup Allah sebagai saksi, cukup Allah sebagai pelindung, cukup Allah sebagai penolong). “

Bacaan hasbalah ini diucapkan sebagai pengakuan bahwa tempat berpegang dan bergantung seorang hanba hanya Allah saja, dan Allah memang sebaik-baik penjaga.

Bacaan hasbalah adalah sebagai berikut:

حَسْبِيَ اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ
Hasbiyallâhu wa ni’mal wakîl. Artinya: “Cukup bagiku Allah, Dialah sebaik-baik penjaga.”
Demikian Takrif atau Definisi Dzikir, semoga bermanfaat. Apabila didalam tulisan ini terdapat kekeliruan, kepada Allah kami mohon ampun dan kepada pengunjung kami mohon maaf. 

Takrif Hauqolah

 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Makna kalimat hauqolah adalah pengakuan manusia akan tidak berdaya serta lemahnya dirinya dan berharap agar Rabb-nya memberikan kekuatan padanya, seakan-akan hamba  Allah berkata, ‘wahai Rabb-ku, hamba tidak memiliki daya dan tidak bisa mengubah keadaan, tidak pula memiliki upaya dalam melakukan amal kecuali dengan bantuan-Mu, Hamba membutuhkan taufik dan bantuan-Mu. Dalam kalimat ini terdapat pengakuan bahwa tidak ada yang dapat memalingkan hamba dari maksiat selain dari Allah sendiri dan tidak ada kekuatan bagi hamba untuk melaksanakan tho'at melainkan dengan taufiq Allah jua. ketidakmampuan dalam daya dan upaya karena hanya Allah Ta’ala yang memilikinya.


Apa itu Hauqolah...?

Merupakan singkatan dari ungkapan  La haula wa la quwwata illaa  billahi.  Dalam bahasa Arab, disingkatnya ungkapan atau beberapa kalimat menjadi satu suku kata disebut dengan an-Naht. Imam Nawawi berkata: “Ahli bahasa menyatakan bahwa ungkapan tersebut bisa disingkat menjadi hauqolah atau haulaqoh ( Syarah An-Nawawi ‘ala Shohih Muslim, 17/27)
 
Makna Hauqolah...?
La haula wa la quwwata illa billahi, artinya tiada daya dan upaya kecuali dengan bantuan dari Allah. Dalam menjelaskan ungkapan ini para ulama memiliki beberapa lafazh yang berbeda, namun kesemuanya memiliki kedekatan makna.  
  • Ibnu Abbas rodhiallahu anhu berkata ketika menjelaskan arti ungkapan tersebut “Maksudnya ialah tiada daya bagi kita untuk mengamalkan ketaatan kecuali dengan pertolongan Allah, dan tiada kekuatan bagi kita untuk meninggalkan maksiat melainkan dengan batuan-Nya pula.” (Ad-Durr Al-Mantsu , As-Suyuthi, 5/393)
  • Abdullah bin Mas’ud bahwasnya ia menjelaskan: “Tiada daya dari maksiat Allah kecuali dengan penjagaan-Nya, dan tiada kekuatan untuk menaati-Nya kecuali dengan bantuan-Nya.” (Syarah An-Nawawi ‘ala Shohih Muslim, 17/26.  
  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, “Ucapan laa haula wala quwwata illa billah, memberikan konsekuensi “i’anah” (bantuan), oleh karena itu Rasulullah Shallalahu ’alaihi Wasallam memberikan contoh jika muadzzin mengucapkan “hayya ‘alas shalah”, maka dijawab, ‘laa haula wala quwwata illa billah’, jika muadzzin mengucapkan, ‘hayya ‘alal falah’, dijawab’ laa haula wala quwwata illa billah’ (minta bantuan kepada Allah Agar bisa melaksanakannya, pent)”
Demikian Takrif atau Definisi Hauqolah, semoga bermanfaat. Apabila didalam tulisan ini terdapat kekeliruan, kepada Allah kami mohon ampun dan kepada pengunjung kami mohon maaf.


Takrif Takbir


 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Mengagungkan Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan mengatakan "Allahu Akbar" (Allah Mahabesar). Takrif / Definisi Takbir adalah mengakui kebesaran Allah, Robb yang menciptakan alam.

Kata “Akbar” merupakan bentuk “the most” dari Kabir, yang artinya besar; maka artinya paling besar, karena untuk Tuhan menjadi Maha Besar. Dalam konteks yang lain berdasar Wazan nya kata Akbar juga bisa berarti lebih besar.

Demikian Takrif atau Definisi Takbir, semoga bermanfaat. Apabila didalam tulisan ini terdapat kekeliruan, kepada Allah kami mohon ampun dan kepada pengunjung kami mohon maaf.


Takrif Tasbih

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ(
 (Bismillahir rohmanir rohim)

Pengucapan pujian kepada Allah secara berulang-ulang dengan menyebut SubhanallahMaha Suci Allah. Mengakui kesucian Allah dari segala yang tidak layak bagi_Nya dan mengakui kesucian Allah dari segala kekurangan.

Demikian Takrif atau Definisi Tasbih, semoga bermanfaat. Apabila didalam tulisan ini terdapat kekeliruan, kepada Allah kami mohon ampun dan kepada pengunjung kami mohon maaf.




Takrif Tahlil

 
 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Pengucapan kalimat tauhid La ilaha illallah artinya : Tidak ada Tuhan selain Allah, secara berulang-ulang. Mengakui bahwasanya Allah subhanahu wa ta'ala tidak berhajat kepada yang selain_Nya, suci dari segala kekurangan, adapun segala yang selain_Nya itu berhajat kepada_Nya.

Demikian Takrif atau Definisi Tahlil, semoga bermanfaat. Apabila didalam tulisan ini terdapat kekeliruan, kepada Allah kami mohon ampun dan kepada pengunjung kami mohon maaf.

Takrif Dzikir

 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

         Berdizikir, berdoa, beristighfar, bertilawah Al Qur'an dan bersholawat adalah amalan-amalan utama  yang harus dibiasakan oleh setiap ummat Islam untuk kesempurnaan Iman dan Islamnya. Semua itu menjadi penawar bagi hati dan jiwa yang resah gelisah.

Takrif / Definisi dzikir adalah ucapan maupun perbuatan hamba yang disukai para umat Islam untuk menghasilkan jalan mengingat dan mengenang akan Allah ‎subhanahu wa ta'ala. Yang dimaksud dengan ucapan dalam dzikir, seperti lafadz-lafadz البقيّة الصالحات  yaitu: bacaan Tasbih, Tahlil, Tahmid, Taqdis, Taqbir, Hauqolah, Hasbalah, Istighfar dan Doa-doa yang ma'tsur yang diterima dari Nabi Muhammad sholallahu 'alaihi wassalam. Sedangkan yang dimaksud dengan perbuatan dzikir yaitu perbuatan jiwa dan raga manusia yang tujuannya untuk ta’at kepada Allah subhanahu wa ta'ala. 



Selanjutnya, dari segi waktu dan tempat, dzikir tidak terbatas oleh waktu dan tempat, akan tetapi dzikir tetap memiliki etika yang harus dilaksanakan bagi pendzikir itu sendiri. Dzikir hanya terbatas pada ruang yang ditempati seperti ditempat-tempat yang dimakruhkan untuk mengucapkan lafazh-lafazh dzikir, contohnya di kakus dan ketika sedang membuang hajat, dikala sedang berjima’, sedangkan mendengarkan khutbah serta dalam keadaan mengantuk. Sedang pelaksanaan dzikir dapat dilakukan dalam segala rupa keberadaan kita, yakni dikala sedang duduk, di kala sedang berdiri dan sedang berjalan.

Adapun contoh-contoh bacaan dzikir diantaranya sebagai berikut:

1. Subhanallah ( سبحان الله )
2. Al-Hamdulillah ( الحمد لله )
3. Lailaaha Illallah ( لا اله الا الله )
4. Allahu Akbar (الله اكبر )
5. Laahawla wala quwwata illa billah ( لا حول ولا قوّة الاّ با لله )
6. Hasbunallah wa ni’mal wakil ni’mal mawla wa ni’man nashir
    (حسبنا لله و نعم الوكيل نعم المولى و نعم النصير )
7. Astaghfirullahal ‘azhim (اشتغفر الله العظيم )

Sesungguhnya dzikir yang paling sederhana ialah zikir dengan lisan, seperti menyebut-nyebut nama-nama Allah. Dan derajat dzikir yang lebih tinggi yaitu dzikir dengan lisan dan zikir hati.

Demikian Takrif atau Definisi Dzikir, semoga bermanfaat. Apabila didalam tulisan ini terdapat kekeliruan, kepada Allah kami mohon ampun dan kepada pengunjung kami mohon maaf.


 
Blogger Templates