Tampilkan postingan dengan label Adab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adab. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 September 2014

Adab Tidur 10

  بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Ketika bangun tidur mengusap kedua mata dengan kedua tangan dan membaca doa (lihat adab nomor dua). Boleh pula dilanjutkan dengan membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Alu ‘Imran.

Dalilnya adalah hadits Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma, dia berkata:
ثُمَّ اسْتَيْقَظَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَعَلَ يَمْسَحُ النَّوْمَ عَنْ وَجْهِهِ بِيَدَيْهِ ثُمَّ قَرَأَ الْعَشْرَ الْآيَاتِ الْخَوَاتِمَ مِنْ سُورَةِ آلِ عِمْرَانَ

“Kemudian Rasulullah صلى الله عليه وسلم bangun, lalu mengusap (bekas pengaruh) tidur dari wajahnya (kedua mata), lalu membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Alu ‘Imran.” [HR Al Bukhari (4571) dan Muslim (763)]
 
Demikian semoga bermanfaat. Wallahu 'aklam bish showab.

Adab Tidur 9

  بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)


Bersiwak ketika bangun tidur.

Dalilnya adalah hadits Hudzsifah radhiallahu ‘anhu, dia berkata:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ


“Nabi صلى الله عليه وسلم apabila bangun pada malam hari menggosok mulutnya dengan siwak.” [HR Al Bukhari (245) dan Muslim (255)]
 

Demikian semoga bermanfaat. Wallahu 'aklam bish showab.

Adab Tidur 8

  بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)


Jangan tidur dalam posisi bertelungkup.

Dalilnya adalah hadits Ya’isy bin Thakhfah bin Qais Al Ghifari dari ayahnya, dia berkata:
فبينما أنا مضطجع في المسجد من السحر على بطني إذا رجل يحركني برجله، فقال: إن هذه ضجعة يبغضها الله. قال: فنظرت فإذا رسول الله صلى الله عليه وسلم

“Ketika aku sedang berbaring di atas perutku di mesjid di waktu sahur, tiba-tiba ada seorang lelaki yang menggerakkanku dengan kakinya sambil berkata: “Sesungguhnya ini adalah (posisi) berbaring yang dibenci Allah.” Lantas aku melihat, ternyata Rasulullah صلى الله عليه وسلم .” [HR Abu Daud (5040). Hadits shahih lighairihi.]

Di dalam riwayat Ibnu Majah:
 
مالك ولهذا النوم، نومة يكرهها الله أو يبغضها الله

“Mengapa engkau tidur seperti ini, tidur yang tidak disukai atau dibenci oleh Allah.” [HR Ibnu Majah (3723). Hadits shahih.]
 
Demikian semoga bermanfaat. Wallahu 'aklam bish showab.

Adab Tidur 7

  بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)


Di antara zikir sebelum tidur adalah membaca dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah.

Dalilnya adalah hadits Abu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:


مَنْ قَرَأَ بِالْآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

“Barangsiapa yang membaca dua ayat dari akhir surat Al Baqarah dalam satu malam, maka itu telah mencukupi baginya.” [HR Al Bukhari (5009) dan Muslim (808)]

Maksud dari kalimat “telah mencukupi baginya” adalah melindunginya dari berbagai kejelekan dan hal-hal yang tidak disukai.
 



“Barangsiapa yang membaca dua ayat dari akhir surat Al Baqarah dalam satu malam, maka itu telah mencukupi baginya.” [HR Al Bukhari (5009) dan Muslim (808)]
 
Demikian semoga bermanfaat. Wallahu 'aklam bish showab.

Adab Tidur 6

  بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)


Di antara zikir sebelum tidur adalah ayat Kursi. Barangsiapa yang membacanya sebelum tidur, maka dia akan dijaga oleh Allah dan tidak akan didekati oleh syaithan sepanjang malam.

Dalilnya adalah hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu pada suatu kisah di mana Syaithan memberitahukan sebuah cara kepada Abu Hurairah agar tidak diganggu oleh syaithan ketika tidur.
إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِيِّ {اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ} حَتَّى تَخْتِمَ الْآيَةَ فَإِنَّكَ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنْ اللَّهِ حَافِظٌ وَلَا يَقْرَبَنَّكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ

“Jika engkau hendak menuju ke kasurmu, maka bacalah ayat Kursi hingga selesai. Sesungguhnya penjagaan Allah akan senantiasa ada pada dirimu dan engkau tidak akan didekati syaithan sampai pagi.”


Dalilnya adalah hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu pada suatu kisah di mana Syaithan memberitahukan sebuah cara kepada Abu Hurairah agar tidak diganggu oleh syaithan ketika tidur. Kemudian Rasulullah صلى الله عليه وسلم membenarkan perkataan Syaithan tersebut. [HR Al Bukhari (2311)]
 
Demikian semoga bermanfaat. Wallahu 'aklam bish showab.

Adab Tidur 5

  بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)


Melakukan nafts (gerakan seperti meludah tapi tanpa mengeluarkan ludah atau air liur) pada kedua telapak tangan, lalu membaca surat Al Ikhlash, Al Falq, dan An Naas, lalu mengusapkan kedua telapak tangan ke bagian-bagian tubuh yang mudah dijangkau, seperti kepala, wajah, tangan, kaki, dan tubuh bagian depan lainnya. Hal ini diulangi sebanyak tiga kali.

Dalilnya adalah hadits Aisyah radhiallahu ‘anha, dia berkata:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ وَ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ

“Bahwasanya Nabi صلى الله عليه وسلم apabila hendak berbaring di kasurnya setiap malam, mengapitkan kedua telapak tangannya, kemudian melakukan nafts pada kedua telapak tangannya, kemudian membaca padanya “qul huwallahu ahad”, “qul a’udzu birabbil falaq”, dan “qul a’udzu birabbin naas”. Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangannya pada jasadnya semampunya, dimulai dari kepala, lalu wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukannya sebanyak tiga kali.” [HR Al Bukhari (5017)]

Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangannya pada jasadnya semampunya, dimulai dari kepala, lalu wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukannya sebanyak tiga kali.” [HR Al Bukhari (5017)]
 
Demikian semoga bermanfaat. Wallahu 'aklam bish showab.

Adab Tidur 4

  بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)


Di antara zikir sebelum tidur adalah bertasbih tiga puluh tiga kali, bertahmid tiga puluh tiga kali, dan bertakbir tiga puluh empat kali, sehingga jumlahnya menjadi genap seratus.

Dalilnya adalah hadits Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkata kepada Ali dan Fathimah radhiallahu ‘anhuma:
إِذَا أَخَذْتُمَا مَضَاجِعَكُمَا فَكَبِّرَا اللَّهَ أَرْبَعًا وَثَلَاثِينَ وَاحْمَدَا ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَسَبِّحَا ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ


“Apabila kalian berada di pembaringan kalian, maka bertakbirlah kepada Allah tiga puluh empat kali, bertahmidlah tiga puluh tiga kali, dan bertasbihlah tiga puluh tiga kali.” [HR Al Bukhari (3113) dan  Muslim (2727)]

“Apabila kalian berada di pembaringan kalian, maka bertakbirlah kepada Allah tiga puluh empat kali, bertahmidlah tiga puluh tiga kali, dan bertasbihlah tiga puluh tiga kali.” [HR Al Bukhari (3113) dan  Muslim (2727)]

Demikian semoga bermanfaat. Wallahu 'aklam bish showab.

Adab Tidur 3

  بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)


Sebelum naik ke pembaringan, hendaknya mengibaskan kain ke atas kasur untuk membersihkan kotoran yang mungkin ada di kasur. Setelah itu barulah membaca doa.

Dalilnya adalah hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
إِذَا أَوَى أَحَدُكُمْ إِلَى فِرَاشِهِ فَلْيَنْفُضْ فِرَاشَهُ بِدَاخِلَةِ إِزَارِهِ فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي مَا خَلَفَهُ عَلَيْهِ ثُمَّ يَقُولُ بِاسْمِكَ رَبِّ وَضَعْتُ جَنْبِي وَبِكَ أَرْفَعُهُ إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَارْحَمْهَا وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ

“Apabila salah seorang dari kalian hendak menuju ke kasurnya (untuk tidur) maka hendaklah dia mengibaskan kasurnya dengan bagian ujung kainnya, karena sesungguhnya dia tidak tahu benda apa yang tertinggal di atasnya. Kemudian membaca:
بِاسْمِكَ رَبِّ وَضَعْتُ جَنْبِي وَبِكَ أَرْفَعُهُ إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَارْحَمْهَا وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ


“Dengan nama-Mu, wahai Rabbku, aku meletakkan sisi tubuhku; dan dengan (nama)-Mu aku mengangkatnya. Jika Engkau menahan jiwaku, maka kasihilah ia; dan jika Engkau melepaskannya, maka jagalah ia dengan penjagaan-Mu terhadap para hamba-Mu yang shalih.” [HR Al Bukhari (6320) dan Muslim (2714)]


“Dengan nama-Mu, wahai Rabbku, aku meletakkan sisi tubuhku; dan dengan (nama)-Mu aku mengangkatnya. Jika Engkau menahan jiwaku, maka kasihilah ia; dan jika Engkau melepaskannya, maka jagalah ia dengan penjagaan-Mu terhadap para hamba-Mu yang shalih.” [HR Al Bukhari (6320) dan Muslim (2714)]
 
Demikian semoga bermanfaat. Wallahu 'aklam bish showab.

Adab Tidur 2

  بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)


Meletakkan tangan di bawah pipi sebelah kanan dan membaca doa. Membaca doa juga dilakukan ketika bangun dari tidur. Dalilnya adalah hadits Hudzaifah ibnul Yaman radhiallahu ‘anhu, dia berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ مِنْ اللَّيْلِ وَضَعَ يَدَهُ تَحْتَ خَدِّهِ، ثُمَّ يَقُولُ: اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَمُوتُ وَأَحْيَا، وَإِذَا اسْتَيْقَظَ قَالَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

“Nabi صلى الله عليه وسلم bila hendak tidur malam meletakkan tangannya di bawah pipinya kemudian berdoa:

اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَمُوتُ وَأَحْيَا
 

“Wahai Allah, dengan nama-Mu aku mati dan hidup.”

dan ketika bangun mengucapkan:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ



“Segala puji paji Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan hanya kepada-Nya (kami) dikumpulkan.” [HR Al Bukhari (6314) dan Muslim (2711)]


Di dalam riwayat Abu Daud (5045) terdapat penyebutan doa yang lain sebelum tidur, yaitu:
اللَّهُمَّ قِنِيْ عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ



“Wahai Allah, lindungilah aku dari siksaan-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu.”

“Segala puji paji Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan hanya kepada-Nya (kami) dikumpulkan.” [HR Al Bukhari (6314) dan Muslim (2711)]
 
Demikian semoga bermanfaat. Wallahu 'aklam bish showab.
 
Blogger Templates