Tampilkan postingan dengan label Hasbalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hasbalah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 September 2014

Keutamaan Dzikir Hasbalah

    بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)
 
Kalimah Hasbalah adalah bacaan Hasbunallaahu wani'malwakiilu. Merupakan salah satu ucapan terbaik yang dikeluarkan orang-orang beriman. Ucapan tersebut diabadikan Allah pada surat Ali Imran ayat 173 :
 
Alladziina qaala lahumu alnnaasu inna alnnaasa qad jama'uu lakum faikhsyawhum fazaadahum iimaanan waqaaluu hasbunaa allaahu wani'ma alwakiilu. Artinya yaitu orang-orang (yang menta'ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia250 telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung". 

Makna ucapan 'Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung' (hasbunallaahu wa ni'mal wakiil) bisa dipahami seperti penjelasan Ibnu Katsir rahimahullah dalam kitab tafsirnya, di mana beliau menjelaskan:

"Mengenai firman-Nya ini, Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu bahwa ucapan ini juga dikeluarkan oleh Ibrahim 'alaihissalaam ketika ia dilemparkan ke dalam api, dan dikatakan kepada Muhammad sholallahu 'alaihi wa sallam ketika orang-orang mengatakan kepadanya 'orang-orang telah berkumpul untuk menyerangmu, maka takutlah.'

Namun hal itu bukannya menjadikannya takut, namun sebaliknya semakin menambah imannya, beliaupun bersabda, 'Hasbunallahu wa ni'mal wakiil.' Hadits ini juga diriwayatkan oleh An-Nasaa'i."

Ibnu Katsir selanjutnya menjelaskan bahwa kalimat ini juga diucapkan oleh 'A'isyah rodhiyallahu anha ketika ia mengenang pertolongan Allah terhadapnya disaat kabar bohong tentang dirinya beredar. (cf. An-Nuur:11-26)

Dari ayat 173 surat Ali Imran dan penjelasan selanjutnya, bisa disimpulkan bahwa ucapan hasbunallah wa ni'mal wakiil diucapkan oleh para Nabi dan orang-orang beriman ketika mereka menghadapi cobaan besar atau fitnah yang berat.

Ucapan tersebut merupakan salah satu bentuk pengamalan tauhid, bahwa hanya kepada Allah sajalah orang-orang beriman itu harus bertawakal. Dengan demikian, segala rasa takut terhadap manusia menjadi pudar ketika orang-orang beriman berserah diri sepenuhnya kepada Allah semata, dan hal itu ditunjukkan dengan lisan yang mengatakan hasbunallahu wa ni'mal wakiil. 

Demikian semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu 'aklam bish showab.

Rabu, 03 September 2014

Keutamaan Hasbalah

مِ
(Bismillahir rohmanir rohim)
 
Kalimah Hasbalah adalah bacaan Hasbunallaahu wani'malwakiilu. Merupakan salah satu ucapan terbaik yang dikeluarkan orang-orang beriman. Ucapan tersebut diabadikan Allah pada surat Ali Imran ayat 173 :
 
Alladziina qaala lahumu alnnaasu inna alnnaasa qad jama'uu lakum faikhsyawhum fazaadahum iimaanan waqaaluu hasbunaa allaahu wani'ma alwakiilu. Artinya yaitu orang-orang (yang menta'ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia250 telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung". 

Makna ucapan 'Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung' (hasbunallaahu wa ni'mal wakiil) bisa dipahami seperti penjelasan Ibnu Katsir rahimahullah dalam kitab tafsirnya, di mana beliau menjelaskan:

"Mengenai firman-Nya ini, Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu bahwa ucapan ini juga dikeluarkan oleh Ibrahim 'alaihissalaam ketika ia dilemparkan ke dalam api, dan dikatakan kepada Muhammad sholallahu 'alaihi wa sallam ketika orang-orang mengatakan kepadanya 'orang-orang telah berkumpul untuk menyerangmu, maka takutlah.'

Namun hal itu bukannya menjadikannya takut, namun sebaliknya semakin menambah imannya, beliaupun bersabda, 'Hasbunallahu wa ni'mal wakiil.' Hadits ini juga diriwayatkan oleh An-Nasaa'i."

Ibnu Katsir selanjutnya menjelaskan bahwa kalimat ini juga diucapkan oleh 'A'isyah rodhiyallahu anha ketika ia mengenang pertolongan Allah terhadapnya disaat kabar bohong tentang dirinya beredar. (cf. An-Nuur:11-26)

Dari ayat 173 surat Ali Imran dan penjelasan selanjutnya, bisa disimpulkan bahwa ucapan hasbunallah wa ni'mal wakiil diucapkan oleh para Nabi dan orang-orang beriman ketika mereka menghadapi cobaan besar atau fitnah yang berat.

Ucapan tersebut merupakan salah satu bentuk pengamalan tauhid, bahwa hanya kepada Allah sajalah orang-orang beriman itu harus bertawakal. Dengan demikian, segala rasa takut terhadap manusia menjadi pudar ketika orang-orang beriman berserah diri sepenuhnya kepada Allah semata, dan hal itu ditunjukkan dengan lisan yang mengatakan hasbunallahu wa ni'mal wakiil. 
Demikian semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu 'aklam bish showab.

Senin, 01 September 2014

Fadhilah Hasbalah

 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Fadhilah Kalimah Hasbalah "Hasbunallah wa ni'mal wakil"

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

Manusia tidak akan pernah mampu melawan setiap bencana, menaklukkan setiap derita, dan mencegah setiap malapetaka dengan kekuatannya sendiri. Mereka akan mampu menghadapi semua itu dengan baik, hanya jika menyerahkan semua perkara kepada Allah subhanahu wa ta'ala.

Jika demikian halnya, maka kalimat hasbalah merupakan salah satu ucapan terbaik bagi yang senantiasa mengharapkan pertolongan-Nya. Kalimat  hasbalah berbunyi  Hasbunallah wa ni'mal wakil ni'mal maula wa ni'mal natsir (cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung).

Bacaan hasbalah itu pula yang diucapkan oleh Rasulullah sholallahu 'alaihi wasallam ketika sedang kesulitan akibat pengepungan selama beberapa minggu oleh pasukan Ahzab dalam perang Khandaq di Kota Madinah. Dengan bacaan tersebut, Rasulullah sholallahu 'alaihi wasallam dan umat Islam pun keluar sebagai pemenang.

Al-Qur'an mengabadikan peristiwa tersebut dalam surat Ali Imran (3) : 173, 
Alladziina qaala lahumu alnnaasu inna alnnaasa qad jama'uu lakum faikhsyawhum fazaadahum iimaanan waqaaluu hasbunaa allaahu wani'ma alwakiilu, Artinya ''Yaitu orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, 'Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka.' Maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, 'Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung'.''

Syahdan, tatkala Nabi Ibrahim 'alaihi sallam dilemparkan ke dalam lautan api oleh para pengikut Raja Namrud bin Kan'an, ia mengucapkan  Hasbunallah wa ni'mal wakil , dan api pun tiba-tiba menjadi dingin. Ini diberitakan oleh Rasulullah SAW, ''Akhir kalimat yang diucapkan oleh Ibrahim ketika dicampakkan ke dalam api ialah  hasbunallah wani'mal wakil. '' (HR Bukhari).

Dikisahkan, ketika Nabi Ibrahim 'alaihi sallam mulai dimasukkan ke dalam kobaran api, Jibril datang dan berkata, ''Apakah engkau butuh aku?'' Ibrahim menjawab, ''Kalau kepadamu tidak, tapi kalau kepada Allah, ya.'' Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, "Kami berfirman, 'Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim'." (QS Al-Anbiyaa' [21]: 69).

Menurut Ibnu Katsir, kalimat hasbalah juga diucapkan oleh 'Aisyah RA ketika ia mengharapkan pertolongan Allah, di saat kabar bohong ( haditsul ifqi ) tentang dirinya beredar. Hal itu direkam dalam surat An-Nur [24]: 11-26).

Sejarah telah memberitakan kekuatan hasbalah yang diucapkan oleh para nabi dan orang-orang saleh, ketika mereka menghadapi cobaan besar ataupun fitnah yang berat. Kekuatannya melebihi kekuatan apa pun di dunia ini, serta menegaskan semangat tauhid pada diri orang yang mengucapkan. Yaitu bahwa hanya kepada Allah sajalah ia berserah diri, dan bahwa semua makhluk di sisi-Nya adalah lemah.

Demikian semoga bermanfaat. Wallahu 'aklam bish showab.

Dalil Hasballah



 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Hasbunallah Wani'mal Wakil Ni'mal Maula Wani'man Nasiir

Dalil Al-Qur'an
 
Surat Ali 'Imron, ayat 173

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

Alladziina qaala lahumu alnnaasu inna alnnaasa qad jama'uu lakum faikhsyawhum fazaadahum iimaanan waqaaluu hasbunaa allaahu wani'ma alwakiilu, Artinya “(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. ” 

Dalil As Sunnah

Kata sahabat Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa “hasbunallah wa ni’mal wakiil” adalah perkataan Nabi ‘Ibrahim ‘alaihis salaam ketika beliau ingin dilempar di api. Sedangkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kalimat tersebut dalam ayat,

إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ


“Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (HR. Bukhari no. 4563)

Minggu, 31 Agustus 2014

Lafazh Hasballah


   بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Kalimat Hasbalah, Hasbunallaah wa ni'mal wakiil. Ni'mal maula wa ni'man nashiir.
Al-Qur’an penuh dengan kalimat hikmah yang dapat digunakan untuk menterapi diri hingga memiliki ahlak sempurna sebagaimana ahlak Rasulullah. Ketika Aisah ditanya tentang ahlak Rasulullah ia menjawab bahwa ahlak Rasulullah adalah Al-Qur’an. Qur’an merupakan pedoman hidup umat Islam bukan sekedar untuk dibaca dan dilagukan dengan irama yang indah menarik, tapi untuk ditanamkan didalam hati dan dijadikan sikap hidup. 


Jika demikian halnya, maka kalimat hasbalah merupakan salah satu ucapan terbaik bagi yang senantiasa mengharapkan pertolongan-Nya. Kalimat  hasbalah berbunyi Hasbunallah wa ni'mal wakil ni'mal maula wa ni'mal natsir artinya cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.
Bacaan hasbalah itu pula yang diucapkan oleh Rasulullah SAW ketika sedang kesulitan akibat pengepungan selama beberapa minggu oleh pasukan Ahzab dalam perang Khandaq di Kota Madinah. Dengan bacaan tersebut, Rasulullah sholallahu 'alaihi wassalam dan umat Islam pun keluar sebagai pemenang.

Alquran mengabadikan peristiwa tersebut dalam surat Ali Imran [3]: 173, artinya ''Yaitu orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, 'Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka.' Maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, 'Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung'.''

Syahdan, tatkala Nabi Ibrahim AS dilemparkan ke dalam lautan api oleh para pengikut Raja Namrud bin Kan'an, ia mengucapkan  Hasbunallah wa ni'mal wakil, dan api pun tiba-tiba menjadi dingin. Ini diberitakan oleh Rasulullah SAW, ''Akhir kalimat yang diucapkan oleh Ibrahim ketika dicampakkan ke dalam api ialah hasbunallah wani'mal wakil. '' (HR Bukhari).

Dikisahkan, ketika Nabi Ibrahim AS mulai dimasukkan ke dalam kobaran api, Jibril datang dan berkata, ''Apakah engkau butuh aku?'' Ibrahim menjawab, ''Kalau kepadamu tidak, tapi kalau kepada Allah, ya.'' Kemudian Allah subhanahau wa ta'ala berfirman, artinya "Kami berfirman, 'Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim'." (QS Al-Anbiyaa' [21]: 69).

Menurut Ibnu Katsir, kalimat hasbalah juga diucapkan oleh 'Aisyah RA ketika ia mengharapkan pertolongan Allah, di saat kabar bohong ( haditsul ifqi ) tentang dirinya beredar. Hal itu direkam dalam surat An-Nur [24]: 11-26).

Sejarah telah memberitakan kekuatan hasbalah yang diucapkan oleh para nabi dan orang-orang saleh, ketika mereka menghadapi cobaan besar ataupun fitnah yang berat. Kekuatannya melebihi kekuatan apa pun di dunia ini, serta menegaskan semangat tauhid pada diri orang yang mengucapkan. Yaitu bahwa hanya kepada Allah sajalah ia berserah diri, dan bahwa semua makhluk di sisi-Nya adalah lemah.

Takrif Hasbalah

 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Manusia tidak akan pernah mampu melawan setiap bencana, menaklukkan setiap derita, dan mencegah setiap malapetaka dengan kekuatannya sendiri. Mereka akan mampu menghadapi semua itu dengan baik, hanya jika menyerahkan semua perkara kepada Allah subhanahu wa ta'ala. 

 
Jika demikian halnya, maka kalimat hasbalah merupakan salah satu ucapan terbaik bagi seorang hamba yang senantiasa mengharapkan pertolongan-Nya. Kalimat hasbalah berbunyi Hasbunallah wa ni'mal wakil ni'mal maula wa ni'mal natsir (cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung)


Takrif / Definisi Hasbalah adalah mengaku bahwa tempat berpegang dan bergantung seseorang hamba hanya kepada Allah saja. Dan bahwa berpegang kepada Allah itu mencukupi dan tidak memerlukan kepada sesuatu pegangan yang lain.

Bacaan hasbalah itu pula yang diucapkan oleh Rasulullah sholallahu 'alaihi wassalam ketika sedang kesulitan akibat pengepungan selama beberapa minggu oleh pasukan Ahzab dalam perang Khandaq di Kota Madinah. Dengan bacaan tersebut, Rasul sholallahu 'alaihi wassalam dan umat Islam pun keluar sebagai pemenang. Alquran mengabadikan peristiwa tersebut dalam surat Ali Imran [3]: 173, ''Yaitu orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, 'Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka.' Maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, 'Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung'.''

Syahdan, tatkala Nabi Ibrahim alaihi salam dilemparkan ke dalam lautan api oleh para pengikut Raja Namrud bin Kan'an, ia mengucapkan Hasbunallah wa ni'mal wakil, dan api pun tiba-tiba menjadi dingin. Ini diberitakan oleh Rasulullah sholallahu 'alaihi wassalam, ''Akhir kalimat yang diucapkan oleh Ibrahim ketika dicampakkan ke dalam api ialah hasbunallah wani'mal wakil. '' (HR Bukhari).
Dikisahkan, ketika Nabi Ibrahim alaihi salam mulai dimasukkan ke dalam kobaran api, Jibril datang dan berkata, ''Apakah engkau butuh aku?'' Ibrahim menjawab, ''Kalau kepadamu tidak, tapi kalau kepada Allah, ya.'' Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, "Kami berfirman, 'Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim'." (QS Al-Anbiyaa' [21]: 69).

Menurut Ibnu Katsir, kalimat hasbalah juga diucapkan oleh 'Aisyah RA ketika ia mengharapkan pertolongan Allah, di saat kabar bohong ( haditsul ifqi ) tentang dirinya beredar. Hal itu direkam dalam surat An-Nur [24]: 11-26).

“Hasbiayallahu wani’mal wakiil, ni’mal maula wa ni’man nashir. Wakafa billahi waliyya , wakafa billahi syahida, wakafa billahi wakiila, wakafa billahi nashiroo ( Cukup Allah bagiku Dia sebaik baik pelindung, sebaik baik pemimpin dan sebaiki baik penolong. Cukup Allah sebagai pemimpin, cukup Allah sebagai saksi, cukup Allah sebagai pelindung, cukup Allah sebagai penolong). “

Bacaan hasbalah ini diucapkan sebagai pengakuan bahwa tempat berpegang dan bergantung seorang hanba hanya Allah saja, dan Allah memang sebaik-baik penjaga.

Bacaan hasbalah adalah sebagai berikut:

حَسْبِيَ اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ
Hasbiyallâhu wa ni’mal wakîl. Artinya: “Cukup bagiku Allah, Dialah sebaik-baik penjaga.”
Demikian Takrif atau Definisi Dzikir, semoga bermanfaat. Apabila didalam tulisan ini terdapat kekeliruan, kepada Allah kami mohon ampun dan kepada pengunjung kami mohon maaf. 
 
Blogger Templates