Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Oktober 2014

Hari Arofah 3

: بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ













(Bismillahir rohmanir rohim)

Hari-hari yang paling utama di dunia adalah sepuluh hari (pertama bulan Dzulhijjah). ” (Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir no. 1133). Demikianlah Nabi kita صلى الله عليه وسلم menerangkan kedudukan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Amal-amal saleh yang bisa ditingkatkan dan dikerjakan di hari-hari yang Allah berkahi ini, tidak terbatas dengan amalan-amalan yang telah disebutkan. Melainkan pula seluruh amalan saleh secara mutlak dianjurkan untuk ditunaikan di hari-hari ini. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

ما مِن أيامٍ العمل الصّالح فيها أحبُّ إلى الله مِن هذه الأيّامِ. قالوا: يا رسول الله، و لا الجهادُ في سبيل الله؟ قال: و لا الجهادُ في سبيل الله! إلاّ رجلٌ خرج بنفسه و ماله فلم يرجعْ مِن ذلك بشيء

Tidak ada hari-hari yang mana amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah dibandingkan hari-hari ini (sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah). Para sahabat bertanya, “ wahai Rasulullah, tidak pula jihad fi sabilillah? ” Beliau menjawab, “Tidak pula jihad fisabilillah, kecuali seseorang yang berjihad dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali membawa apa-apa lagi. ” (HR. Bukhari no. 969)
Hadits di atas menunjukkan disyari’atkannya memperbanyak amal shalih secara umum pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Sebagaimana juga disebutkan dalam riwayat yang lain dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma, Nabi shollallahu’alaihi wa sallam bersabda:
مَا مِنْ عَمَلٍ أَزْكَى عِنْدَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَلاَ أَعْظَمَ أَجْرًا مِنْ خَيْرٍ يَعْمَلُهُ فِي عَشْرِ الأَضْحَى
“Tidak ada satu amalan yang lebih suci di sisi Allah ‘azza wa jalla dan lebih besar pahalanya dari satu kebaikan yang dilakukan seseorang pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah.” [HR. Ad-Darimi dalam Sunan-nya no. 1776 dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Imanno. 3476, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhibno. 1248]
Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah, yaitu pada 9 Zulhijjah. Maksudnya, doa ini paling cepat diterima atau diqabulkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla. Sehinggakan kita diperintahkan untuk berterusan dan mengambil berat untuk melakukan ibadah yang satu ini pada hari Arafah. Lebih-lebih lagi untuk orang yang sedang berwukuf di Arafah.

Dari ‘Aisyah ra, dia berkata bahawa Rosulullah sholallahu 'alaihi wasallam bersabda:


مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ؟

Maksudnya: “Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu Allah berbangga dengan mereka (menunjukkan keutamaan) kepada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” [HR. Muslim no. 1348].

Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari datuknya,
Rosulullah sholallahu 'alaihi wasallam bersabda,
خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ

Sebaik-baik doa ialah doa yang dibaca pada hari Arafah dan sebaik-baik ucapan yang aku ucapkan serta nabi-nabi sebelumku ialah:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ .

“Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah Yang Esa tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya kepujian dan Dia berkuasa ke atas setiap sesuatu”. [HR. Tirmizi no. 3585. “Hasan”].

Maksudnya, inilah doa yang paling cepat dipenuhi atau dikabulkan. (Lihat Tuhfatul Ahwazi, 10: 33).

Persoalannya, apakah keutamaan doa ini hanya khusus bagi mereka yang wukuf di Arafah? Apakah termasuk juga keistimewaan ini bagi orang yang tidak menunaikan ibadat haji?

Ulama’ berbeza pandangan dalam masalah ini; Ada ulama’ yang mengatakan bahawa mustajabnya doa tersebut adalah umum, baik bagi yang menunaikan haji mahupun yang tidak. Ini kerana keutamaan yang ada adalah keutamaan pada hari Arafah.


قال الباجي رحمه الله: قوله: (أفضل الدعاء يوم عرفة) يعني: أكثر الذكر بركة ، وأعظمه ثواباً ، وأقربه إجابة. ويحتمل أن يريد به الحاج خاصة ؛ لأن معنى دعاء يوم عرفة في حقه يصح ، وبه يختص وإن وصف اليوم في الجملة بيوم عرفة فإنه يوصف بفعل الحاج فيه ، والله أعلم . انتهى . " المنتقى شرح الموطأ " (1 / 358 ) .

Berkata Al-Baji rahimahullah: Makna Hadis “Sebaik-baik doa ialah doa yang dibaca pada hari Arafah” ialah: Zikir yang paling banyak berkat, paling besar pahala dan paling hampir dengan ijabah (diperkenan/diterima).

Pandangan yang kedua (Ihtimal) maksudnya ialah khas untuk jemaah haji sahaja, karena makna doa pada hari Arafah untuk mereka memang sah, dikhususkan untuk mereka, walaupun disifatkan hari secara umumnya dengan nama Hari Arafah. Maka ianya disifatkan dengan perbuatan jemaah haji pada hari tersebut.
Demikian semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu 'aklam bish showab. 

Hari Arofah 2

: بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du..!
 
Hari-hari yang paling utama di dunia adalah sepuluh hari (pertama bulan Dzulhijjah). ” (Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir no. 1133). Demikianlah Nabi kita صلى الله عليه وسلم menerangkan kedudukan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Amal-amal saleh yang bisa ditingkatkan dan dikerjakan di hari-hari yang Allah berkahi ini, tidak terbatas dengan amalan-amalan yang telah disebutkan. Melainkan pula seluruh amalan saleh secara mutlak dianjurkan untuk ditunaikan di hari-hari ini.

Rosulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,  dari ‘Aisyah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
 
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ
 
Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim no. 1348).
 
Rosulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ
 
Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah.” (HR. Tirmidzi no. 3585.Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). 
 
Apakah keutamaan do’a ini hanya khusus bagi yang wukuf di Arafah? Apakah berlaku juga keutamaan ini bagi orang yang tidak menunaikan ibadah haji?
 
Yang tepat, mustajabnya do’a tersebut adalah umum, baik bagi yang berhaji maupun yang tidak berhaji karena keutamaan yang ada adalah keutamaan pada hari. Sedangkan yang berada di Arafah (yang sedang wukuf pada tanggal 9 Dzulhijjah), ia berarti menggabungkan antara keutamaan waktu dan tempat. Demikian kata Syaikh Sholih Al Munajjid dalam fatawanya no. 70282.
 
Tanda bahwasanya do’a pada hari Arafah karena dilihat dari kemuliaan hari tersebut dapat kita lihat dari sebagian salaf yang membolehkan ta’rif. Ta’rif adalah berkumpul di masjid untuk berdo’a dan dzikir pada hari Arafah. Yang melakukan seperti ini adalah sahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Imam Ahmad masih membolehkannya walau beliau sendiri tidak melakukannya.
 
Syaikh Sholih Al Munajjid -semoga Allah berkahi umur beliau- menerangkan, “Hal ini menunjukkan bahwa mereka menilai keutamaan hari Arafah tidaklah khusus bagi orang yang berhaji saja. Walau memang berkumpul-kumpul seperti ini untuk dzikir dan do’a pada hari Arafah tidaklah pernah ada dasarnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu Imam Ahmad tidak melakukannya. Namun beliau beri keringanan dan tidak melarang karena ada sebagian sahabat yang melakukannya seperti Ibnu ‘Abbas dan ‘Amr bin Harits radhiyallahu ‘anhum.” (Fatawa Al Islam Sual wal Jawab no. 70282)
 
Para salaf dahulu saling memperingatkan pada hari Arafah untuk sibuk dengan ibadah dan memperbanyak do’a serta tidak banyak bergaul dengan manusia. ‘Atho’ bin Abi Robbah mengatakan pada ‘Umar bin Al Warod,  “Jika engkau mampu mengasingkan diri di siang hari Arafah, maka lakukanlah.” (Ahwalus Salaf fil Hajj, hal. 44)
 
Do’a ini bagi yang wukuf dimulai dari siang hari selepas matahari tergelincir ke barat (masuk shalat Zhuhur) hingga terbenamnya matahari.
 
Semoga Allah memudahkan kita untuk menyibukkan diri dengan do’a pada hari Arafah.

Hari Arofah 1

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du..!
 
Hari-hari yang paling utama di dunia adalah sepuluh hari (pertama bulan Dzulhijjah). ” (Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir no. 1133). Demikianlah Nabi kita صلى الله عليه وسلم menerangkan kedudukan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Amal-amal saleh yang bisa ditingkatkan dan dikerjakan di hari-hari yang Allah berkahi ini, tidak terbatas dengan amalan-amalan yang telah disebutkan. Melainkan pula seluruh amalan saleh secara mutlak dianjurkan untuk ditunaikan di hari-hari ini. 
Rosulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:


ما مِن أيامٍ العمل الصّالح فيها أحبُّ إلى الله مِن هذه الأيّامِ. قالوا: يا رسول الله، و لا الجهادُ في سبيل الله؟ قال: و لا الجهادُ في سبيل الله! إلاّ رجلٌ خرج بنفسه و ماله فلم يرجعْ مِن ذلك بشيء


Tidak ada hari-hari yang mana amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah dibandingkan hari-hari ini (sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah). Para sahabat bertanya, “ wahai Rasulullah, tidak pula jihad fi sabilillah? ” Beliau menjawab, “Tidak pula jihad fisabilillah, kecuali seseorang yang berjihad dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali membawa apa-apa lagi. ” (HR. Bukhari no. 969)
Hadits di atas menunjukkan disyari’atkannya memperbanyak amal shalih secara umum pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah. 
Rosulullah صلى الله عليه وسلم bersabda dalam riwayat yang lain dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma, Nabi shollallahu’alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ عَمَلٍ أَزْكَى عِنْدَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَلاَ أَعْظَمَ أَجْرًا مِنْ خَيْرٍ يَعْمَلُهُ فِي عَشْرِ الأَضْحَى

“Tidak ada satu amalan yang lebih suci di sisi Allah ‘azza wa jalla dan lebih besar pahalanya dari satu kebaikan yang dilakukan seseorang pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah.” [HR. Ad-Darimi dalam Sunan-nya no. 1776 dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Imanno. 3476, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhibno. 1248]
Rosulullah صلى الله عليه وسلم bersabda hadits dari A’isyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ، مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو، ثُمَّ يُبَاهِي بِهِمِ الْمَلَائِكَةَ، فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلَاءِ؟
“Tidak ada hari dimana Allah paling banyak membebaskan hamba dari neraka selain hari Arafah. Dia mendekati mereka, lalu dia banggakan mereka di hadapan para malaikat, dengan berfirman: Apa yang mereka inginkan?” (HR. Muslim no. 1348).
 
Rosulullah صلى الله عليه وسلم bersabda hadits dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
 
خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ
”Sebaik-baik doa adalah doa hari arafah.” (HR. Turmudzi 3585 dan dihasankan oleh al-Albani dalam Shahih at-Targhib no. 1536)

Rosulullah صلى الله عليه وسلم bersabda hadits diriwayatkan dari Thalhah bin Ubaid bin Kuraiz, beliau mengatakan,
أَفْضَلُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ
“Doa yang paling utama adalah doa hari arafah.” (HR. Malik dalam al-Muwatha’ 2/300, dan al-Jauhari mengatakan, Hadis ini mursal – keterangan tabiin –).

Apakah ini khusus jamaah haji atau Umum untuk semua Muslim?
 
Ulama berbeda pendapat tentang keutamaan doa pada hari arafah, apakah keutamaan doa ini khusus berlaku untuk jamaah haji ataukah berlaku umum untuk semua kaum muslimin di selurun penjuru dunia?


Sebagian Malikiyah menyatakan bahwa keutamaan ini khusus berlaku untuk jamaah haji yang sedang wukuf di arafah. Imam al-Baji – ulama madzhab Maliki – (w. 474 H) mengatakan,
قوله : ” أفضل الدعاء يوم عرفة ” يعني : أكثر الذكر بركة وأعظمه ثوابا وأقربه إجابة ، ويحتمل أن يريد به الحاج خاصة ؛ لأن معنى دعاء يوم عرفة في حقه يصح ، وبه يختص ، وإن وصف اليوم في الجملة بيوم عرفة فإنه يوصف بفعل الحاج فيه
”Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ’Sebaik-baik doa adalah doa arafah’, artinya dzikir yang paling berkah, yang paling besar pahalanya, dan yang paling berpeluang mustajab adalah doa ketika arafah. 

Kemungkinan yang dimaksud di sini adalah jamaah haji secara khusus. Karena makna ’doa hari arafah’ untuk para jamaah haji sangat tepat, dan itu khusus untuk mereka. Dan karena hari itu disebut dengan hari arafah, disimpulkan dari aktivitas jamaah haji di sana.” (al-Muntaqa Syarh al-Muwatha’, 2/1).

Sementara ulama lain berpendapat bahwa keistimewaan ini berlaku untuk jamaah haji dan selain jamaah haji. Al-Hafidz Ibnu Rajab (w. 795 H) menyebutkan sebuah riwayat dari jalur Nufai’ Abi Daud, bahwa Ibnu Umar mengatakan,

 
إذا كان يوم عرفة لم يبق أحد في قلبه مثقال ذرة من إيمان إلا غفر له قيل له: أللمعروف خاصة أم للناس عامة؟ قال: بل للناس عامة”
“Ketika hari arafah, setiap orang yang memiliki iman seberat telur semut maka dia akan diampuni.” ada yang bertanya kepada beliau, ’Apakah khusus untuk yang sedang wukuf di arafah ataukah umum mencakup semua orang?’ “Umum untuk semua manusia.” Jawab Ibnu Umar. (Lathaif al-Ma’arif, hlm. 492).

Pendapat ini pula yang dikuatkan oleh Dr. Sholih al-Fauzan. Ketika beliau ditanya, apakah keutamaan doa pada hari ‘Arafah khusus bagi para jamaah haji ataukah umum untuk semua manusia?
Jawaban beliau
 
الدعاء يوم عرفة عام للحجاج وغيرهم لكن الحجاج على وجه أخص لأنهم في مكان فاضل وهم متلبسون بالإحرام وواقفون بعرفة فهم يعني يتأكد الدعاء في حقهم والفضل في حقهم أكثر من غير الحجاج وأما بقية الناس الذين لم يحجوا فإنهم يشرع لهم الدعاء والاجتهاد بالدعاء في هذا اليوم ليشاركوا إخوانهم الحجاج في هذا الفضل

“Doa pada hari ‘Arafah berlaku umum untuk para jamaah haji dan selain jamaah haji. Akan tetapi, para jamaah haji lebih khusus karena mereka berada di tempat yang mulia, sedang melaksanakan ihram dan melakukan wuquf di arafah. Doa untuk mereka menjadi sangat ditekankan. Keutamaan untuk mereka lebih banyak dari pada selain jamaah haji. Adapun masyarakat lain yang tidak berhaji, disyariatkan untuk mereka berdoa serta bersungguh-sungguh dalam berdoa pada hari ini, agar sama-sama mendapatkan keutamaan sebagaimana saudara-saudara mereka, para jamaah haji.

Selanjutnya, Dr. Al-Fauzan menyebutkan hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang keutamaan doa ketika hari arafah, kemudian beliau menegaskan,

 
فالدعاء مشروع في يوم عرفة للحاج ولغيره لكنه في حق الحاج آكد وأفضل لما هو متلبس به من المناسك ولما هو فيه من المكان العظيم الفاضل وأما الزمان وفضل الزمان فيشترك فيه الحجاج وغير الحجاج وأما المكان فيختص به الحجاج وهو الوقوف بعرفة.

Oleh karena itu, doa pada hari Arafah disyariatkan untuk orang yang berhaji dan selainnya. Akan tetapi, bagi orang yang berhaji, lebih ditekankan dan lebih utama, karena mereka sedang melaksanakan berbagai manasik dan karena mereka berada di tempat yang agung nan utama. Adapun tentang batas waktu (hari arafah) dan keutamaan waktu, jama’ah haji dan selain jamaah haji sama-sama mendapatkannya. Sementara tempat (arafah) hanya khusus untuk jamaah haji, yaitu wuquf di arafah.”

Semua kaum muslimin bisa mendapatkan keutamaan hari arafah, sementara keutamaan padang arafah, hanya dimiliki oleh para jamaah haji yang sedang wukuf di arafah.
 

Demikian semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu 'aklam bish showab.
 

 

Rabu, 24 September 2014

Keluar Masjid

 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)


Masjid dalah rumah Allah Ta’ala. Masjid adalah tempat yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala. Masjid adalah sebaik-baik tempat bagi seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Sebagai tempat yang dikhususkan untuk ibadah kepada Allah Ta’ala, masjid memiliki sejumlah adab. Diantaranya adalah hendaknya seorang muslim masuk ke dalam masjid dan keluar dari masjid dengan membaca doa yang telah diajarkan oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wa salam.   

Doa pertama 
 
Dan jika ia keluar dari masjid maka hendaklah ia membaca doa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
“Ya Allah, aku memohon sebagian karunia-Mu.” 

HR. Muslim, An-Nasai, Ahmad, Ad-Darimi, Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi 

Dalam riwayat Abu Humaid As-Sa’idi dan Abu Usaid al-Anshari, jika ia keluar dari masjid maka hendaklah ia membaca doa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
“Ya Allah, aku memohon sebagian karunia-Mu.”

HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Ad-Darimi, Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi.

Doa kedua 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa salam bersabda: jika ia keluar dari masjid maka hendaklah ia ia mengucapkan salam (shalawat dan salam) kepada Nabi dan hendaklah ia membaca doa:
اللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Ya Allah, lindungilah aku dari setan yang terkutuk.” 

HR. Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Al-Hakim dan Al-Baihaqi. Dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Al-Hakim dan Adz-Dzahabi.
Demikian semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu 'aklam bish showab.

Masuk Masjid



 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)


Masjid dalah rumah Allah Ta’ala. Masjid adalah tempat yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala. Masjid adalah sebaik-baik tempat bagi seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Sebagai tempat yang dikhususkan untuk ibadah kepada Allah Ta’ala, masjid memiliki sejumlah adab. Diantaranya adalah hendaknya seorang muslim masuk ke dalam masjid dan keluar dari masjid dengan membaca doa yang telah diajarkan oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wa salam.  

Doa pertama 

Dari Abu Humaid As-Sa’idi dan Abu Usaid Al-Anshari radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: Jika salah seorang diantara kalian masuk ke dalam masjid maka hendaklah ia membaca doa:
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Ya Allah, bukalah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.” 

HR. Muslim, An-Nasai, Ahmad, Ad-Darimi, Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi 

 Dalam riwayat Abu Humaid As-Sa’idi dan Abu Usaid al-Anshari yang lain dengan lafal: “Jika salah seorang diantara kalian masuk ke dalam masjid maka hendaklah ia mengucapkan salam (shalawat dan salam) kepada Nabi dan hendaklah ia membaca doa:
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Ya Allah, bukalah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.” 

HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Ad-Darimi, Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi 

Doa kedua 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Jika salah seorang diantara kalian masuk ke dalam masjid maka hendaklah ia mengucapkan salam (shalawat dan salam) kepada Nabi dan hendaklah ia membaca doa:
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Ya Allah, bukalah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.” 

HR. Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Al-Hakim dan Al-Baihaqi. Dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Al-Hakim dan Adz-Dzahabi

Doa ketiga 

Dari Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallahu ‘anhuma dari Nabi shollallahu ‘alaihi wa salam bahwasanya jika beliau akan masuk ke dalam masjid, beliau berdoa:
أَعُوذُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيمِ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, wajah-Nya yang mulia dan kekuasaan-Nya yang terdahulu dari godaan setan yang terkutuk.” 

HR. Abu Daud. Dinyatakan hasan oleh imam An-Nawawi dan dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani.

Demikian semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu 'aklam bish showab.

Senin, 22 September 2014

Ketemu Penguasa


  بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ، وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، كُنْ لِيْ جَارًا مِنْ فُلاَنٍ بْنِ فُلاَنٍ، وَأَحْزَابِهِ مِنْ خَلاَئِقِكَ، أَنْ يَفْرُطَ عَلَيَّ أَحَدٌ مِنْهُمْ أَوْ يَطْغَى، عَزَّ جَارُكَ، وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ، وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah, Tuhan langit dan bumi. Tuhan ‘Arsy yang agung. Jadilah Engkau penyelamat bagiku dari fulan bin fulan dan kelompoknya dari makhluk-Mu, (agar) tidak ada seorang pun dari mereka berlaku sewenang-wenang terhadapku atau melampaui batas, akan kuat orang yang Engkau beri pertolongan, dan akan sangat agung pujian untuk-Mu, dan tiada Ilah Yang berhak disembah selain Engkau.”

Ini adalah sebuah atsar dari ucapan Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan كُنْ لِيْ جَارًا ‘jadilah Engkau Penyelamat bagiku‘, dengan kata lain, Penyelamat dan Penolong.

Ungkapan أَنْ يَفْرُطَ عَلَيَّ أَحَدٌ مِنْهُمْ أَوْ يَطْغَى ‘(agar) tidak ada seorang pun dan mereka berlaku sewenang-wenang terhadapku atau melampaui batas‘. Ini sebagaimana firman Allah Ta’ala ketika mengisahkan tentang Nabi Musa dan Harun,

أَنْ يَفْرُطَ عَلَيْنَا أَوْ أَنْ يَطْغَى


“… Bahwa dia segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas.” (Thaha: 45)

Dengan kata lain, akan segera membunuh atau menyiksa kami. Dikatakan pula فَرَطَ عَلَيْهِ فُلاَنٌ إِذَا عَجَّلَ artinya ‘apabila fulan segera membunuh atau menyiksa‘.

أَوْ يَطْغَى artinya ‘melampaui batas dalam berbuat buruk‘.

Ungkapan عَزَّ جَارُكَ ‘akan kuat orang yang Engkau beri pertolongan‘, dengan kata lain, menjadi kuat jika orang meminta pertolongan kepada-Mu.

Ungkapan وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ ‘dan akan sangat agung pujian untuk-Mu‘, dengan kata lain, sangat agung pujian untuk-Mu.
Demikian semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu 'aklam bish showab.

Hadits Doa - Dzikir

   بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Rosulullah sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Doa seseorang itu akan dikabulkan selagi dia tidak terburu-buru menyebabkan dia berkata: Aku Berdoa Tetapi Tidak Dikabulkan [HR. Bukhari]

Rosulullah sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda:: Tidak ada seorang muslim yang menghadapkan mukanya kepada ALLAH untuk berdoa, kecuali ALLAH memberikannya, kadang dipercepat dan kadang diperlambat [HR. Ahmad]

Rosulullah sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Perbanyaklah berbuat baik agar orang-orang mendoakan kebaikan untukmu, karena sesungguhnya seorang hamba itu tidak mengetahui, melalui lisan siapakah doanya dikabulkan atau ia diberi rahmat [HR. Al Khatib]

Rosulullah sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda:: Berlindunglah kalian kepada ALLAH dari musibah yang memayahkan, kecelakaan yang menghinakan, takdir yang buruk dan penghinaan musuh [HR. Bukhari]

Rosulullah sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya seseorang benar-benar dihambat rezekinya disebabkan oleh dosa yang dikerjakannya. Tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali doa. Tidak ada yang dapat menambah umur kecuali amal kebajikan. [HR. ibnu hibban melalui ibnu tsauban r.a]

Rosulullah sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Maukah aku ceritakan kepada kalian tentang amal perbuatan yang paling baik buat kalian, paling suci (berharga) disisi kalian, dan paling banyak mengangkat derajat (pahala) kalian dan lebih baik bagi kalian daripada meng-infakkan emas dan perak, serta lebih baik bagi kalian daripada perang menghadapi musuh kalian, lalu kalian memukul leher mereka dan mereka memukul leher kalian. Mereka menjawab: Tentu saja kami mau. Nabi sholallahu 'alihi wa sallam bersabda: Ber-Dzikir kepada ALLAH subhanahu wa ta'ala [HR. Tirmidzi]

Rosulullah sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Semoga ALLAH merahmati seorang hamba yang mengucapkan kebaikan lalu ia mendapatkan keuntungan, atau ia diam tidak mengatakan hal yang buruk lalu ia selamat [HR. Ibnu Mubarak]

Rosulullah sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Dunia itu terkutuk, terkutuk (pula) apa yang ada padanya kecuali ingat kepada ALLAH dan apa yang mengiringinya atau orang yang mengajar atau orang yang belajar [HR. Tirmidzi]

Rosulullah sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa mengingat ALLAH hingga kedua matanya menangis karena takut kepada ALLAH, hingga sebagian dari air matanya itu menetes ke tanah, niscaya ALLAH tidak akan meng-azabnya dihari kiamat [HR. Al Hakim]

Rosulullah sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ALLAH berfirman: Hai anak Adam, sesungguhnya selama kamu berdoa kepada-KU dan kamu mengharapkan kepada-KU, AKU ampuni kamu bagaimanapun keadaanmu sebelumnya, AKU tidak perduli. Hai anak Adam, sekiranya dosa-dosamu mencapai awan dilangit, kemudian kamu minta ampun kepada-KU, AKU ampuni kamu dan AKU tidak perduli. Hai anak Adam, sekiranya kamu mendatangi AKU dengan membawa kesalahan-kesalahan yang hampir memenuhi bumi, kalau kamu bertemu AKU nanti dan tidak menyekutukan AKU dengan sesuatu, pasti AKU mendatangi kamu dengan membawa ampunan yang hampir memenuhi bumi pula [HR. Tirmidzi]

Rosulullah sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Ada tiga perkara yang menyelamatkan. yaitu : takut kepada ALLAH dalam keadaan sembunyi atau terang-terangan, bersikap adil, baik dalam keadaan ridho atau keadaan marah, baik dalam keadaan miskin maupun kaya [HR. Abusy Syekh]

Rosulullah sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda:: Ada tiga perkara, barangsiapa ketiga perkara ada dalam dirinya niscaya ALLAH menempatkannya dibawah naungan-NYA dan Dia mencurahkan rahmat kepadanya serta memasukkannya kedalam Surga, yaitu: apabila diberi ia bersyukur, apabila diberi ia mampu membalas, apabila  marah ia sanggup menahan diri   [HR. Baihaqi]

Rosulullah sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda:: Tanda orang munafik ada tiga, yaitu apabila berbicara dusta, berjanji ingkar, dipercaya khianat [HR. Syaikhan]

Rosulullah sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda:: Sesungguhnya ALLAH subhanahu wa ta'ala menurunkan pertolongan sesuai dengan kadar yang diperlukan, dan DIA menurunkan kesabaran sesuai dengan kadar cobaan [HR. Ibnu ’Addi]

Rosulullah sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Apabila Allah mencintai seorang hamba, maka ALLAH memberinya cobaan supaya ALLAH mendengar tadharru'-nya (rintihan meminta kepada-NYA) [HR. Baihaqi].

Rosulullah sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya amal bergantung pada niatnya dan masing-masing orang hanya memperoleh dari apa yang diniatkannya karena itu barangsiapa hijrahnya kepada ALLAH dan Rasul-NYA, berarti hijrahnya kepada ALLAH dan Rasul-NYA dan bila hijrahnya kepada perkara duniawi maka ia memperolehnya [HR. Bukhari, Muslim]

Rosulullah sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa memperbaiki bathiniahnya niscaya ALLAH akan memperbaiki lahiriahnya [HR. Al Hakim]

Rosulullah sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Niat yang benar (tulus) bergantung di Arasy, apabila seorang hamba melaksanakan niatnya itu maka Arasy berguncang karenanya, lalu ia mendapat ampunan [HR. Al Khatib]
 
Rosulullah sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Ada empat perkara, barangsiapa didalam dirinya, terdapat ke-empat perkara  tersebut, niscaya ALLAH mengharamkan neraka baginya dan niscaya Dia memeliharanya dari setan, yaitu seseorang yang dapat menguasai dirinya ketika berkeinginan, ketika merasa takut, ketika berselera, ketika marah [HR. Al Hakim]

Rosulullah sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Siapa diantara kalian melihat ke mungkaran maka dia hendaklah mencegah kemungkaran itu dengan tangannya yaitu kuasanya. Jika tidak mampu hendaklah dicegah dengan lidahnya. Kemudian kalau tidak mampu juga hendaklah dicegah dengan hatinya. Itulah selemah-lemah iman [HR. Bukhari, Muslim]

Rosulullah sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda:: Doa bermanfaat untuk melenyapkan musibah yang sedang menimpa dan untuk menolak musibah yang akan datang karena itu kalian hamba-hamba ALLAH, berdoalah! [HR. Al Hakim]

Rosulullah sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Janganlah  engkau  berdebat dengan   saudaramu dan jangan pula bergurau yang menyakitkannya, serta janganlah engkau menjanjikan kepadanya suatu janji lalu engkau mengingkarinya [HR. Tirmidzi]

Rosulullah sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Semoga ALLAH merahmati seorang hamba yang mengucapkan kebaikan lalu ia mendapatkan keuntungan, atau ia diam tidak mengatakan hal yang buruk lalu ia selamat [HR. Ibnu Mubarak]

Rosulullah sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Amalan seseorang tidak akan dapat menyelamatkan diri masing-masing. Seseorang bertanya: `Walaupun engkau wahai Rasulullah?`. Beliau menjawab: `Ya!, Walaupun aku tetapi ALLAH telah meliputi rahmat-NYA kepada-ku. Tetapi kalian berusahalah sungguh-sungguh!` [HR. Bukhari, Muslim]

Rosulullah sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Bertakwalah kepada ALLAH dimanapun kamu berada dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik itu akan menghapusnya, dan berakhlaklah terhadap manusia dengan akhlak yang baik [HR. Thabrani]

Rosulullah sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda:: Gunakanlah lima perkara sebelum lima perkara lainnya: Hidupmu sebelum matimu, Sehatmu sebelum sakitmu, Senggangmu sebelum sibukmu, Mudamu sebelum tuamu, Kayamu sebelum miskinmu [HR. Baihaqi]

Rosulullah sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Perbaikilah urusan dunia kalian dan beramallah untuk akhirat kalian, seakan-akan kalian akan mati besok [HR. Ad Dailami]

Rosulullah sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Bersegeralah kalian mencari ilmu (agama), karena satu hadits yang dikemukakan oleh orang yang jujur merupakan hal yang lebih baik daripada dunia, emas serta perak yang ada didalamnya [HR. Ar Rafi’i]

Rosulullah sholallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Diriwayatkan oleh Imran bin Husain ra berkata: Sahabat bertanya: Wahai Rasulullah! Apakah sudah diketahui  penghuni Surga dan penghuni Neraka?. Rasulullah Saw bersabda: `Ya`. Sahabat bertanya lagi: `Kalau begitu untuk apa amalan dilakukan ?`. Rasulullah Saw menjawab: `Segala-galanya akan dipermudahkan mengikuti kepada untuk apakah ia dijadikan` [HR. Bukhari, Muslim]

Demikian semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu 'aklam bish showab.

 
Blogger Templates