Tampilkan postingan dengan label Tasbih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tasbih. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Oktober 2014

Keutamaan Tasbih 1

    بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Kebiasaan yang Salah Ketika Takbiran

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Rosulullah sholallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda, "siapapun yang mengucapkan 'Subhanallah wa bihamdihi' (Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya) seratus kali sehari, semua dosanya akan diampuni Allah meskipun (dosanya) sebanyak buih lautan".

Diriwayatkan dari Abu Musa ra. : Nabi sholallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda, "perumpamaan orang yang mengingat Allah dan orang yang tidak mengingat Allah adalah seperti orang hidup dengan orang mati".
 
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. : Rosulullah sholallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda, "Allah memiliki sejumlah malaikat yang mencari mereka yang mengingat Allah di setiap jalan (besar) dan jalan (setapak, jalan gunung). dan ketika mereka menemukan orang-orang itu, mereka saling memanggil satu sama lain seraya berkata, 'silakan, datanglah untuk kebutuhan kalian'. (Rosulullah sholallahu 'alaihi wasallam melanjutkan), "lalu para malaikat melingkupi mereka dengan sayap-sayapnya hingga langit terdekat dengan bumi." (kemudian Rosulullah sholallahu 'alaihi wasallam menambahkan), "lalu mereka kembali kepada Tuhan mereka yang bertanya kepada mereka (para malaikat) meskipun Tuhan lebih mengetahui daripada mereka-'Apa yang diucapkan hamba-hambaku?' para malaikat menjawab, 'mereka mengucapkan: Mahasuci Allah, Mahabesar Allah, Segalapuji bagi Allah' dan mereka mengagungkan Engkau. kemudian Allah berkata, 'apakah mereka melihat Ku?' para malaikat menjawab, 'tidak, demi Allah ! mereka tidak melihat Mu'. Allah berkata, 'bagaimana jika mereka melihat Ku?' malaikat menjawab, 'seandainya mereka melihat Mu mereka akan beribadah kepada-Mu lebih teguh, mengingat-Mu lebih dalam dan menyatakan kebebasan-Mu dari persekutuan dengan sesuatu lebih sering'.

Allah berkata (kepada para malaikat), 'apa yang mereka minta dari-Ku?' para malaikat menjawab, 'surga', Allah berkata, 'Apakah mereka pernah melihatnya?'para malaikat menjawab, 'tidak, demi Allah! mereka tidak pernah melihatnya'. Allah berkata, 'bagaimana seandainya mereka pernah melihatnya?' para malaikat menjawab, 'seandainya mereka pernah melihatnya mereka akan lebih menginginkannya'. Allah berkata, 'mereka memohon berlindung dari apa kepada-Ku?' para malaikat menjawab, 'api neraka', Allah berkata, 'Apakah mereka pernah melihatnya?'para malaikat menjawab, 'tidak, demi Allah ! mereka tidak pernah melihatnya'. Allah berkata, 'bagaimana seandainya mereka pernah melihatnya?' para malaikat menjawab, 'seandainya mereka pernah melihatnya, mereka akan menjauh dan lebih takut terhadapnya'. kemudian Allah berkata, 'aku akan menjadikan kalian sebagai saksi bahwa aku telah memberikan mereka ampunan.'"

(Rosulullah sholallahu 'alaihi wasallam bersabda), "salah satu malaikat akan berkata, "ada si fulan dan si fulan di antara mereka, tetapi ia ikut bersama mereka hanya karena kebutuhan tertentu'. Allah akan berkata, 'orang-orang ini adalah sahabat-sahabat mereka yang tidak akan mengalami kesengsaraan'".

Demikian semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu 'aklam bish showab.

Rabu, 10 September 2014

Keutamaan Dzikir Tasbih

  بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)


Zikir yang utama adalah bacaan tasbih: 

Subhaanallah wal Hamdulillah walaa Ilaaha Illallah Wallaahu Akbar. Amalan zikir yang disukai oleh Allah dan selalu diamalkan oleh para malaikat, yaitu tak lain bacaan tasbih ini; Subhaanallah wal Hamdulillah walaa Ilaaha Illallah Wallaahu Akbar. Siapa yang membaca kalimat tasbih ini, maka Allah akan mendatangkan malaikat. 

Dalam hadis disebutkan:

Apabila kita membaca 1 kalimat tasbih, maka akan datang 70 malaikat yang akan berdoa kepada Allah untuk kita. Para malaikat itu berdoa: "Ya Allah ampunillah orang yang baca tasbih itu.'' Jadi, kalimat tasbih ini sangat utama. Apabila kita membaca kalimat tasbih kedua, maka akan datang lagi 70 malaikat. Begitu seterusnya. Hingga bahkan bila kita membaca 70 kalimat tasbih, maka akan berlipat-lipat pula malaikat yang akan membantu kita dalam berdoa. 

Dalam sebuah hadis diceritakan, ketika Rasulullah di malam Isra bertemu dengan Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim 'alaihi wasallam mengatakan kepada Nabi Muhammad sholallahu 'alaihi wasallam, "Sampaikan salamku kepada umatmu. Bahwa sesungguhnya di surga itu terdapat tanah yang sangat luas dan sangat lapang, harum, airnya tawar, dan tanamannya adalah Subhaanallah wal Hamdulillah walaa Ilaaha Illallah Wallaahu Akbar

Jadi, membaca kalimat tasbih itu, sangat mulia dan luar biasa sekali keutamaannya. Masih mengutip hadis, apabila kita membaca 7 kalimat tasbih itu, maka Allah akan mengganti dengan 1 menara di surga-Nya Allah. Apabila kita membaca 70 kali maka kita memiliki 10 menara di surga. Sedangkan apabila kita membaca tasbih sebanyak 100 kali, maka walaupun dosa kita seperti buih atau lautan akan tetap diampuni oleh Allah dan dijamin masuk surga. Bila rumah kita ingin selalu berkah, didatangi malaikat, maka sebanyak mungkin bacalah kalimat tasbih ini. Karena hanya dalam rumah yang berkah saja maka rezeki jadi lancar, kita pun hidup sehat wal-afiat dan keluarga menjadi tenteram pula. 

Dzikir adalah upaya yang paling efektif untuk berhubungan dengan Allah. Sedangkan doa-doa yang kita panjatkan adalah upaya kita memohon kepada Allah agar hajat-hajat kita terkabul. Agar doa dikabulkan, sebelum berdoa harus didahului dengan berdzikir kepada Allah. Karena zikir itu tak lain berisi puji-pujian kepada Allah. Barangsiapa mau berdzikir, Taman Surgalah tempatnya. Nabi Muhammad sholallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Dan bila kalian sedang berjalan lalu menemukan Taman Surga, hendaklah kalian bergabung." Para sahabat bertanya, wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan Taman Surga itu? Dijawab oleh Rasulullah sholallahu 'alaihi wasallam, "Taman Surga itu adalah orang-orang yang berkumpul lalu berdzikir kepada Allah. Dan bangkitlah dengan dosa-dosa yang telah diampuni. Karena sesungguhnya, melalui dzikir, segala keburukan diganti dengan pahala oleh Allah.
Hadist : “Tidaklah seorang hamba yang ada di muka bumi ini yang mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAAH WALLAAHU AKBAR, WA SUBHANALLAAH WAL HAMDULILLAAH WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAH, melainkan dosa-dosanya akan diampuni-Nya, sekalipun seperti buih dilautan”. [HR. Ibnu Amar]
 
Demikian semoga bermanfaat. Wallahu 'aklam bish showab.

Minggu, 07 September 2014

Dzikir Tasbih


  بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Analisa Tasbih

Sewaktu kita mengucapkan dzikir tasbih, katakanlah misalnya : Subhannallah, Subhanaka, Subhana robbiyal ‘adzhimi, jangan puas dengan ucapan kosong saja, jangan puas dengan hanya menghapal saja. Mengucapkannya berulang-ulang tanpa pengertian, tanpa pemahaman, tetapi perlu di ikuti dengan pemahaman dari pengertian mendalam yang terkandung dalam pedoman kehidupan kita yang dijanjikan Robb mampu membawa kebahagiaan dan kehidupan terang benderang didunia ini sebelum akhirat yaitu Al Qur’anul Karim. Jadi tekanan disini adalah agar kita mengerti, agar kita memahami sesuai bahasa Al Qur’an

Dalil Al Qur’an

Surah Al Isroo (17):1

Subhaana alladzii asraa bi'abdihi laylan mina almasjidi alharaami ilaa almasjidi al-aqshaa alladzii baaraknaa hawlahu linuriyahu min aayaatinaa innahu huwa alssamii'u albashiiru

Artinya: Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Petunjuk dzikir

Lafazh dzikir tasbih “Subhanallah” yang berarti Maha suci Engkau ya Allah

Mengucapkan kalimah tasbih “Subhanallah” dengan prinsip komunikas ilahiyah, berarti kita mencoba untuk benar-benar berbicara melalui hati di saat mengucapkan lafazh dzikir tasbih itu dengan menempatkan proses berpikir selayaknya dalam konteksnya masing masing. Dalam berdzikir seperti halnya tasbih ini, dengan proses komunikasi Ilahiyah ada pesan yang akan disampaikan

Sebagai manusia yang dikaruniai Allah akal dan hati, pesan dapat dirumuskan sebagai hasil kristalisasi dari pemahaman pemahaman kita dengan segala latar belakang analisa pemikiran dan permasalahan kita masing masing dalam konteks pengucapan lafazh tasbih tersebut. Karenanya pada dan seiring dengan lafazh tasbih diucapkan ada pesan yang dirumuskan dalam hati dan disampaikan dengan hati yang berbicara dengan Allah.

Yang penting kita terus mencoba, berbicara dengan hati dengan lebih sempurna, berdzikir sambil berpikir dan berpikir sambil berdzikir, melatih diri mekanisme hati dan penyampaian pesan tersebut pada Allah Maha Pencipta. Kita selalu berusaha agar hati kita mampu berbicara dengan lebih baik dan lebih baik lagi.

Referensi

Buku 1B : Memahami dan mendalami ajaran Al Qur’an
Pengarang : oleh Dr.Ir. H.M. Amin Aziz
Penerbit : PT. Bangkit Jaya Insana
Tahun : 1995


                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               






Senin, 01 September 2014

Fadhilah Tasbih

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)


Fadhilah Kalimah Tasbih "Subhannallah"

سُبْحَانَ اللَّهِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
 
مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ


Artinya: “Barangsiapa yang mengucapkan: Subhanallah Wabihamdihi (Maha suci Allah dan dengan segala pujian hanya untuk-Nya) sehari 100 (seratus) kali, maka kesalahan-kesalahannya akan diampuni (Allah) walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Imam Al-Bukhari no. 5926 dan Muslim no. 2691).
 
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
 
مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِي سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ أَوْ زَادَ عَلَيْهِ


Artinya: “Barang siapa yang ketika pagi dan sore membaca:
Subhanallah Wabihamdih (Maha suci Allah dan dengan segala pujian hanya untuk-Nya) sebanyak 100 (seratus) kali, maka pada hari kiamat tidak ada seorangpun yang akan mendatangkan amalan yang lebih utama daripada apa yang dia datangkan. Kecuali orang yang juga mengucapkan bacaan seperti itu atau lebih dari itu.” (HR. Muslim no. 2692).

Dari Abu Dzar rodliallahu 'anhu, dari Nabi shollallahu 'alaihi wasallam, sesungguhnya beliau bersabda: "Bahwasanya pada setiap tulang sendi kalian ada sedekah. Setiap bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap bacaan tahmid itu adalah sedekah, setiap bacaan Tahlil itu adalah sedekah, setiap bacaan takbir itu adalah sedekah, dan amar ma’ruf nahi munkar itu adalah sedekah, dan mencukupi semua itu dua rakaat yang dilakukan seseorang dari sholat Dluha.” (Hadits riwayat: Muslim).

وَقَالَ : كَلِمَتَانِ خَفِيْفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيْلَتَانِ فِي الْمِيْزَانِ حَبِيْبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَـانِ: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ.


Rasulullah Shollallahu’alaihi wasallam bersabda: “Dua kalimat yang ringan di lidah, pahalanya berat di timbangan (hari Kiamat) dan disenangi oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, adalah: Subhaanallaah wabi-hamdih, subhaanallaahil ‘azhiim.”

وَقَالَ : لأَنْ أَقُوْلَ سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ.


Rasulullah shollallahu ’alaihi wasallam bersabda: “Sungguh, apabila aku membaca: ‘Subhaanallah walhamdulillaah walaa ilaaha illallaah wallaahu akbar’. Adalah lebih senang bagiku dari apa yang disinari oleh matahari terbit.”

وَقَالَ : ((أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَكْسِبَ كُلَّ يَوْمٍ أَلْفَ حَسَنَةٍ)) فَسَأَلَهُ سَائِلٌ مِنْ جُلَسَائِهِ، كَيْفَ يَكْسِبُ أَحَدُنَا أَلْفَ حَسَنَةٍ؟ قَالَ: ((يُسَبِّحُ مِائَةَ تَسْبِيْحَةٍ، فَيُكْتَبُ لَهُ أَلْفُ حَسَنَةٍ أَوْ يُحَطُّ عَنْهُ أَلْفُ خَطِيْئَةٍ))


Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda: “Apakah seseorang di antara kamu tidak mampu mendapatkan seribu kebaikan tiap hari?” Salah seorang di antara yang duduk bertanya: “Bagaimana di antara kita bisa memperoleh seribu kebaikan (dalam sehari)?” Rasul bersabda: “Hendaklah dia membaca seratus tasbih, maka ditulis seribu kebaikan baginya atau seribu kejelekannya dihapus.”

مَنْ قَالَ: سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ، غُرِسَتْ لَهُ نَخْلَةٌ فِي الْجَنَّةِ.


“Barangsiapa yang membaca: Subhaanallaahi ‘azhiim wabihamdih, maka ditanam untuknya sebatang pohon kurma di Surga.”

وَقَالَ : أَحَبُّ الْكَلاَمِ إِلَى اللهِ أَرْبَعٌ: سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، لاَ يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ.


Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda: “Perkataan yang paling disenangi oleh Allah adalah empat: Subhaanallaah, Alhamdulillaah, Laa ilaaha illallaah dan Allaahu akbar. Tidak mengapa bagimu untuk memulai yang mana di antara kalimat tersebut.”

جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ فَقَالَ: عَلِّمْنِيْ كَلاَمًا أَقُوْلُهُ. قَالَ: قُلْ، لاَ


Nabi
Shollallahu’alaihi wasallam bersabda :
“Barangsiapa bertasbih (Subhanallah) sebanyak tiga puluh tiga kali, bertahmid (Alhamdulillah) tiga puluh tiga kali, dan bertakbir (Allahuakbar) tiga puluh tiga kali, kemudian mengucapkan: Laa ilaaha illa Allah wahdahu laa syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ’ala kulli sya’in qadir, setiap selesai shalat. Maka akan diampuni dosanya meski sebanyak buih di lautan.”(HR Imam Ahmad, Darimi, Malik)

Sabda Rosulullah
Shollallahu’alaihi wasallam kepada Fatimah dan Ali: 
”Maukah kalian berdua Aku ajarkan perkara yang lebih baik dari yang kalian minta? Jika kalian telah berada di tempat tidur bacalah takbir 33 kali, tasbih 33 kali dan tahmid 33 kali. Itu semua lebih baik buat kalian dari pada seorang pembantu.” (HR Bukhori).

Rasulullah
Shollallahu’alaihi wasallam bersabda :
“Maukah Aku sampaikan kepada kalian amalan yang dapat melampaui derajat orang kaya dan tidak ada yang mengalahkan derajat kalian sehingga menjadi yang terbaik di antara kalian dan mereka, kecuali mengerjakan amalan berikut, yaitu membaca tasbih, tahmid, dan takbir setiap selesai shalat sebanyak 33 kali.”(HR Bukhori)

Rosulullah
shollallahu’alaihi wasallam bersabda : 
Ucapan yang paling Allah sukai itu adalah empat : Subhanallah, al-Hamdulillah, Laa Ilaaha Illa Allah, Allahu Akbar. Tidak ada bahaya darimanapun kamu mulai. (HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda :
Dua kalimat yang ringan dilidah, berat di timbangan, dicintai oleh Allah Yang Maha Pengasih adalah : Subhanallah wa bihamdihi subhanallah hil adzhim - Maha suci Allah dan segala puji bagi Nya, Maha suci Allah yang Maha Agung ( HR Bukhari - Muslim)

Rosulullah s
hollallahu’alaihi wasallamjuga bersabda :
Bagiku mengucapkan : Subhanallah walhamdulillah walaa 'ilaahailallah Allahuakbar (Maha suci Allah dan segala puji bagi Nya, dan tiada Ilah yang berhak disembah melainkan Allah yang Maha Besar), lebih aku cintai daripada tempat yang matahari terbit dan tenggelam disana ( HR Muslim)

Minggu, 31 Agustus 2014

Dalil Tasbih




 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)
Dalil Al Qur'an

Surah Al Isroo (17):1
Subhaana alladzii asraa bi'abdihi laylan mina almasjidi alharaami ilaa almasjidi al-aqshaa alladzii baaraknaa hawlahu linuriyahu min aayaatinaa innahu huwa alssamii'u albashiiru, Artinya: Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.


Dalil As Sunnah

Hadits Nabi Muhammad sholallahu a'alaihi wassalam :
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ، قاَلَ: قَالَ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “لأن أَقُوْلُ: سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ ِللهِ وَلاَ إلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَر، أَحَبَّ إِلَي مما طلعت عليه الشمس”.

Artinya : ”Sesungguhnya aku berkata bahwa kalimat Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar (Maha Suci Allah dan segala puji bagi Allah dan tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Allah Maha Besar) itu lebih kusukai daripada apa yang dibawa oleh matahari terbit.” (HR. Bukhari Muslim)
 
Juga dalam Hadis :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ ، اَنَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، فِيْ يَوْمٍ، مِائَةَ مَرَّةٍ، حُطَّتْ خَطَايَاهُ. وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ”.

Artinya : ” Dari Abi Hurairah bahwa Rasulullah saw. Bersabda : ”Barang siapa membaca (artinya) Maha Suci Allah dan segala puji untuk-Nya dalam sehari 100 kali, maka akan diampuni kesalahannya walaupun sebanyak air buih lautan.”

Lafazh Tasbih


 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

سبحان الله 
Subhaanallaah, Artinya Maha suci Allah

سبحان الله و بحمده
Subhaanallaah wa bihamdihi

سبحان الله و بحمده سبحان الله العظيم 
Subhaanallaah wa bihamdihi Subhaanallaahil ‘adziim

سبحان الله العظيم سبحان الله و بحمده 
Subhaanallaahil ‘adziim Subhaanallaah wa bihamdihi

سبحان الله و الحمد لله و لا اله إلا الله و الله أكبر و لا حول و لا قوة إلا با لله العلى العظيم 
Subhaanallaah wal hamdulillaah wa laa ilaaha illallaah wallaahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adziim 

سبحان الله و بحمده عدد خلقه و رضى نفسه و زنة عرشه و مداد كلماته 
Subhaanallaah wa bihamdihi ‘adada kholqihi wa ridhoo nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midaada kalimaatihi


Albaqiyatu sholihatu

 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Al baaqiyaatush shoolihat terdiri atas kalimah

1. Subhanallah ( سبحان الله )
2. Al-Hamdulillah ( الحمد لله )
3. Lailaaha Illallah ( لا اله الا الله )
4. Allahu Akbar (الله اكبر )
5. Laahawla wala quwwata illa billah ( لا حول ولا قوّة الاّ با لله )

Apabila digabungkan cara membaca Al baaqiyatush shoolihat, sebagai berikut :

“Subhanallah, Walhamdulillah, wa la Ilaha Illallah, wallahu Akbar” (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar).” 


سبحان الله و الحمد لله و لا اله إلا الله و الله أكبر و لا حول و لا قوة إلا با لله العلى العظيم 
Subhaanallaah, wal hamdulillaah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adziim,


Takrif Tasbih

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ(
 (Bismillahir rohmanir rohim)

Pengucapan pujian kepada Allah secara berulang-ulang dengan menyebut SubhanallahMaha Suci Allah. Mengakui kesucian Allah dari segala yang tidak layak bagi_Nya dan mengakui kesucian Allah dari segala kekurangan.

Demikian Takrif atau Definisi Tasbih, semoga bermanfaat. Apabila didalam tulisan ini terdapat kekeliruan, kepada Allah kami mohon ampun dan kepada pengunjung kami mohon maaf.




 
Blogger Templates