Tampilkan postingan dengan label Hauqolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hauqolah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 September 2014

Keutamaan Dzikir Hauqolah

   بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Mungkin sebagian dari pengunjung blog Kajian Dzikir bertanya-tanya, apa itu hauqalah? Hauqalah adalah bacaaan "Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah" Maknanya, "tidak ada daya dan kekuatan untuk berusaha kecuali dengan kehendak dan izin Allah."

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah menjelaskan keutamaan kalimat zikir ini kepada Abu Musa al-Asy'ari,


يَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ قَيْسٍ قُلْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ فَإِنَّهَا كَنْزٌ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ أَوْ قَالَ أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى كَلِمَةٍ هِيَ كَنْزٌ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ


"Wahai Abdullah bin Qais (nama Abu Musa), ucapkan Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah. Sesungguhnya itu adalah salah satu kekayaan yang tersimpan di surga." Atau beliau mengatakan: "Tidakkah kamu mau aku tunjuki salah satu harta simpanan di surga? Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Imam Ahmad dalam Musnadnya meriwayatkan hadits yang dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,


أَكْثِرُوا مِنْ قَوْلِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ فَإِنَّهَا كَنْزٌ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ

"Perbanyaklah membaca Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah, karena sesungguhnya adalah salah satu harta simpanan di surga."

Kanzun min Kunuz al-jannah, maksudnya: pahalanya disimpan bagi yang mengucapkannya. Pahalanya atau balasan amal dzikir terebut disimpan di surga sebagaimana dikumpulkan, disimpan, dan dijaganya harta kekayaan.
 
Merupakan ucapan orang yang berserah diri kepada Allah subhanahu wa ta'ala.

Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata: “Siapa yang berkata bismillah sungguh ia telah mengingat Allah, siapa yang berkata alhamdulillah sungguh ia telah bersyukur kepada Allah, siapa yang berkata Allahu Akbar maka ia telah mengagungkan Allah, siapa yang berkata Laa ilaha illallah maka ia telah mentauhidkan Allah, dan siapa yang berkata Laa haula wa laa quwwata illah billah maka sungguh ia telah berserah diri sepenuhnya, dan kalimat itu akan menjadi harta simpanan baginya di surga.” (Fadhlu laa haula wa laa quwwata illa billah, Ibnu Abdilhadi, hlm. 35)
 
 
Demikian semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu 'aklam bish showab.

Senin, 01 September 2014

Fadhilah Hauqolah


 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)


Fadhillah Kalimah Hauqolah
 "La haula wala quwwata illa billahi 'aliyul 'adzim"

لاحول و لا قوه الا بالله العلي العظيم 

 
Berikut beberapa riwayat hadist yang menerangkan manfaat dzikir ini :

Rosulullah sholallahu 'alaihi wasallam bersabda: 
“Perbanyaklah membaca لاحول و لا قوه الا بالله العلي العظيم karena sesungguhnya itu adalah salah satu khazanah dari surga.”

Imam Jafar Shadiq as mengatakan: “Orang yang membaca لاحول و لا قوه الا بالله العلي العظيم sebanyak 100 kali dalam sehari, maka Allah subhanahu wa ta'la akan mencegah 70 jenis bencana menimpa dirinya, dan yang paling kecil adalah kesedihan.”

Imam Sadiq as menukil hadis dari Rosulullah
sholallahu 'alaihi wasallam dan berkata: “Siapa saja yang menghadapi kemiskinan, maka dia harus banyak berzikir لا حول و لا قوة الا بالله العلى العظي .”

Imam Ali al-Ridho as mengatakan: “Barang siapa membaca

بسم الله الرحمن الرحيم، لا حول و لا قوة الا بالله العلى العظيم


sebanyak 100 kali, maka dia akan lebih dekat dengan Allah subhanahu wa ta'ala daripada dekatnya antara putih dan hitam mata dan sesungguhnya ia berada di dalam lingkaran asma’ul a’dzam.”

Rosulullah
sholallahu 'alaihi wasallam bersabda : 
Hadits ini adalah riwayat at-Tabarani dalam al-Awsath dan al-Hakim yang berbunyi: “Man Qala La Haula wala Quwwata Illa Billahi Kana dawa’an min tis’atin wa tis’iina da’in, aisaruha al-Hammu” dan maksudnya adalah seperti di atas.“Siapa yang mengucapkan La Haula Wala Quwwata illa billahi, maka ia akan menjadi obat kepada 99 penyakit. Yang paling ringan adalah kebimbangan”. (Hadis Riwayat Tabrani)

Intipati hadis tersebut adalah umat Islam digalakkan untuk tabah dan berusaha merawat penyakit asalkan mengikut peraturan agama. Penyakit yang dimaksudkan itu ada terkandung dalam beberapa ayat al-Quran dan hadis Rasulullah
sholallahu 'alaihi wasallam.
Apa yang penting pada hadits berkenaan ialah untuk menyatakan kelebihan dan manfaat besar kepada orang yang banyak menyebut ‘La Haula Wala Quwwata Illa Billah’. Maksudnya tiada daya dan kekuatan (untuk menolak sesuatu kemudaratan dan mendatangkan suatu yang manfaat) selain Allah subhanahu wa ta'ala.

Ucapan itu dinamakan Hauqalah. Apabila kita ditimpa sesuatu yang kita tidak sukai, banyakkan menyebut hauqalah. Imam a-Nawawi berkata: “La haula wa la quwwata illa billah”, itulah kalimah yang digunakan untuk menyerah diri dan menyatakan bahawa kita tidak mempunyai hak untuk memiliki sesuatu urusan. Ia kalimah yang menyatakan bahawa seseorang hamba tiada mempunyai daya upaya untuk menolak sesuatu kejahatan (kemudaratan) dan tiada mempunyai daya kekuatan untuk mendatangkan kebaikan kepada dirinya melainkan dengan kudrat iradat Allah subhanahu wa ta'ala juga.

Dalam sebuah hadits menyebutkan dari Abu Zar, beliau berkata: “Aku berjalan di belakang Rasulullah sholallahu 'alaihi wasallam, lalu Baginda berkata kepadaku: “Wahai Abu Zar, mahukah aku tunjukkan kepada kamu satu perbendaharaan daripada beberapa perbendaharaan syurga? Aku berkata: Mahu ya Rasulullah. Baginda bersabda: “La Haula wala Quwwata illa billah.”

Begitu juga hadis daripada Abu Musa, beliau berkata: “Rasulullah SAW bersabda kepadaku: “Mahukah aku tunjukkan salah satu perbendaharaan dari perbendaharaan syurga? Saya menjawab: “Mahu ya Rasulullah. Kemudian Baginda bersabda: La haula wala quwwata illa billah.”

Daripada Ibnu Mas’ud beliau berkata: “Rosulullah
sholallahu 'alaihi wasallam bersabda: Wahai Muaz, adakah kamu tahu tafsir (maksud) La haula wala quwwata illa billah? Muaz menjawab: Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui. Rasulullah sholallahu 'alaihi wasallam bersabda: La haula (tiada daya) dari menghindari maksiat kepada Allah melainkan dengan kekuatan Allah, wala quwwata (tiada kekuatan) atas mentaati Allah melainkan dengan pertolongan Allah subhanahu wa ta'ala. Kemudian Rasulullah sholallahu 'alaihi wasallam menepuk bahu Muaz dan Baginda bersabda: “Demikianlah yang diberitahu oleh kekasihku Jibril daripada Tuhan.”

Apa itu Hauqolah...?

Hauqolah merupakan singkatan dari ungkapan La haula wa la quwwata illaa billahi. Dalam bahasa Arab, disingkatnya ungkapan atau beberapa kalimat menjadi satu suku kata disebut dengan an-Naht. Contoh lainnya seperti, bismillahirrohmanirrohim menjadi basmalah, alhamdulillah menjadi hamdalah, ‘Abduqois menjadi ‘Abqosi, dll.

Imam Nawawi rahimahullah berkata: “Ahli bahasa menyatakan bahwa ungkapan tersebut bisa disingkat menjadi hauqolah atau haulaqoh.” (Syarh an-Nawawi ‘ala Shohih Muslim, 17/27)

Makna Hauqolah...!

La haula wa la quwwata illa billahi artinya tiada daya dan upaya kecuali dengan bantuan dari Allah. Dalam menjelaskan ungkapan ini para ulama memiliki beberapa lafazh yang berbeda, namun kesemuanya memiliki kedekatan makna.

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata ketika menjelaskan arti ungkapan tersebut: “Maksudnya ialah tiada daya bagi kita untuk mengamalkan ketaatan kecuali dengan pertolongan Allah, dan tiada kekuatan bagi kita untuk meninggalkan maksiat melainkan dengan batuan-Nya pula.” (ad-Durr al-Mantsur, as-Suyuthi, 5/393)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud bahwasnya ia menjelaskan: “Tiada daya dari maksiat Allah kecuali dengan penjagaan-Nya, dan tiada kekuatan untuk menaati-Nya kecuali dengan bantuan-Nya.” (Syarh an-Nawawi ‘ala Shohih Muslim, 17/26)

Demikian pula ada yang menyebutkan bahwa artinya adalah tiada daya untuk menolak kejahatan dan tiada kekuatan untuk mendapatkan kebaikan melainkan dari Allah azza wa jalla.
Demikian kiranya semoga bisa bermanfaat,  Wallahu 'aklam bish showab.

Dalil Hauqqolah



 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Dalil As Sunah

Menurut riwayat Thabrani di dalam Al ausath bahwa Rasulullah sholallahu 'alaihi wasallam bersabda : 
  • Siapa yang diberi nikmat oleh Allah, maka perbanyaklah membaca 'Alhamdu lillah
  • Siapa yang banyak dosanya maka perbanyaklah membaca istighfar 'Astaghfirullahal 'adzhim"
  • Siapa yang lambat rizqinya maka perbanyaklah membaca dzikir Hauqolah yaitu 'Laa haula walaa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'adhiim'
Wasiat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam Kepada Abu Dzar Al-Ghifari :

عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ قَالَ: أَوْصَانِيْ خَلِيْلِي بِسَبْعٍ : بِحُبِّ الْمَسَاكِيْنِ وَأَنْ أَدْنُوَ مِنْهُمْ، وَأَنْ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلُ مِنِّي وَلاَ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ فَوقِيْ، وَأَنْ أَصِلَ رَحِمِيْ وَإِنْ جَفَانِيْ، وَأَنْ أُكْثِرَ مِنْ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، وَأَنْ أَتَكَلَّمَ بِمُرِّ الْحَقِّ، وَلاَ تَأْخُذْنِيْ فِي اللهِ لَوْمَةُ لاَئِمٍ، وَأَنْ لاَ أَسْأَلَ النَّاسَ شَيْئًا.
 
Dari Abu Dzar Rodhiyallahu 'anhu, ia berkata “Kekasihku (Rosulullah) shollallahu 'alaihi wa sallam berwasiat kepadaku dengan tujuh hal : 
  1. Supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka
  2. Beliau memerintahkan aku agar aku melihat kepada orang yang berada di bawahku dan tidak melihat kepada orang yang berada di atasku
  3. Beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturahmiku meskipun mereka berlaku kasar kepadaku
  4. Aku dianjurkan agar memperbanyak ucapan "lâ haulâ walâ quwwata illâ billâh" (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah)
  5. Aku diperintah untuk mengatakan kebenaran meskipun pahit
  6. Beliau berwasiat agar aku tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah
  7. Beliau melarang aku agar tidak meminta-minta sesuatu pun kepada manusia.

Lafazh Hauqolah


 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Kalimah atau lafazh Hauqolah...

(لا حول ولا قوة إلا بالله) “laa haula wala quwwata illa billah”. Bisa jadi dengan dzikir ini kita diberikan kesembuhan dan kemudahan dunia-akhirat.
 
Blogger Templates