: بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)
Dalam sebuah hadits Rosulullah sholallahu 'alaihi wasallam bersabda : “Sesungguhnya
dalam tubuh ada segumpal daging, apabila baik maka akan baik pula
seluruh jasadnya dan apabila daging itu buruk maka akan buruk pula jasad
seluruhnya, ketahuilah bahwa dia adalah hati (Muttafaq ‘alaih). Hadits di atas menunjukkan betapa pentingnya peranan hati dalam kehidupan manusia.
Menurut Imam Ghozali
(1984) hati mempunyai dua pengertian, pertama
berarti segumpal daging yang berbentuk bulat panjang dan terletak di
dada sebelah kiri, yang didalamnya ada rongga-rongga yang mengandung
darah hitam sebagai sumber roh. Kedua berarti yang halus bersifat
ketuhanan dan rohaniah yang ada hubungannya dengan hati jasmani tadi.
Hati dalam arti kedua ini adalah
hakekat manusia yang dapat menangkap segala pengertian, berpengetahuan
dan arif, yang menjadi sasaran dari segala perintah dan larangan Robb,
yang akan disiksa, dicela dan dituntut segala amal perbuatannya.
Selanjutnya
Imam Ghozali mengatakan bahwa taat kepada Allah dengan tidak menurutkan
hawa nafsu dapat mengkilatkan hati, sebaliknya berdosa kepada Allah
akan menghitamkannya. Senada dengan Imam Ghozali, Muhammad Ibrahim Salim
mengatakan (1995) pengaruh dosa dalam hati sama dengan pengaruh penyakit
pada tubuh. Dosa adalah penyakit hati dan tidak ada obatnya kecuali
dengan bertobat untuk menghilangkan dosa yang mengkotori hati. Dengan
demikian dosa akan menyebabkan hati menjadi sakit dan untuk mengobatinya
adalah obat-obatan yang berupa amal ibadah.
Obat Hati gelisah atau disebut juga galau, diantaranya dengan cara berdzikir kepada Allah azza wajalla. Dzikir adalah bacaan, puji-pujian dan lain-lain
sebutan yang tidak mengandung permintaan (Ibnu Hajar Al Asqolani, 1976).
Sedang menurut Hasbi Ashshiddieqy dzikir (1983:36) adalah menyebut
Allah dengan membaca tasbieh (subhanallahi) membaca tahliel (la-ilaha
illallahu) membaca tahmied (alhamdulillahi) membaca taqdies (quddusun),
membaca takbier (Allahu Akbar), membaca hauqalah (lahaula wala quwwata
illa billahi), membaca hasbalah (hasbiyallahu), membaca basmalah,
membaca Al-Qur’anul Majied dan membaca do’a-do’a ma’tsur, yaitu
do’a-do’a yang diterima dari Nabi sholallahu 'alaihi wasallam. Dzikir adalah mengingat Allah
dalam hati dan menyebut nama-Nya pada lisan berdasarkan perintah Allah
dalam Al Qur’an dan contoh-contoh dari Nabi sholallahu 'alaihi wasallam.
Terdapat banyak
perintah untuk melaksanakan dzikir baik dalam Al Qur’an maupun hadits,
diantaranya adalah dalam surat Al Ahzab ayat 41: Artinya “Sebutlah olehmu akan
Allah dengan sebutan yang banyak”, surat Al Anfal ayat 45 : Artinya “Dan
sebutlah olehmu akan Allah dengan sebutan yang banyak, supaya kamu
mendapat kemenangan”, juga dalam Surat Ad Dahr ayat 25-26: Artinya “Dan sebutlah
akan nama Tuhanmu di waktu pagi dan petang dan disebagian malam. Dan
bersujudlah kepadaNya seraya bertasbih pada malam yang panjang”.
Nabi
Muhammad sholallahu 'alaihi wasallam juga menganjurkan untuk dizikir yaitu dengan sabdanya:
“Barang siapa tiada banyak menyebut Allah, maka sungguh terlepas dia
dari iman”, juga sabda beliau: “orang yang menyebut Tuhannya dengan
orang yang tiada menyebut Tuhannya, adalah seumpama orang yang masih
hidup dibanding dengan orang yang mati” (HR. Bukhori)
Dzikir sebagai amalan ibadah yang sangat dianjurkan sangat
berpengaruh positif terhadap hati manusia, diantaranya adalah sebagai
berikut :
- Membuat hati bersih dan bening, tenteram dan tenang. Disebutkan dalam Al-Qur’an surah Ar-Ra’du ayat 28, Artinya "(yaitu)
orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan
mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi
tenteram".
- Hati merasa Ridho. Maka
sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, bertasbihlah dengan memuji
Robbmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan
bertasbihlah pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu
di siang hari, supaya hatimu merasa ridho. (QS. Thaha: 130).
- Diingat Allah dan dipenuhi rahmat dan ketenteraman. Sabdakan oleh Rosulullah sholallahu 'alaihi wasallam "Tidak
ada majlis suatu kaum yang di dalamnya ada mengingat Allah, kecuali
akan diliputi oleh para malaikat dan dipenuhi dengan rahmat, dan Allah
akan mengingat mereka di sisi-Nya" (HR. Muslim)
- Menimbulkan rasa dekat, dalam
perlindungan dan pertolongan Allah. Disebutkan dalam Al-Qur’an surah Al-Baqoroh ayat 152, Firman Allah, Artinya : Karena itu,
ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu. Hadits qudsi Allah ta’ala berfirman
: Aku beserta hambaku selama ia sebut-Ku dan bergerak dua bibirnya pada
menyebut-Ku (Ibnu Majah).
- Terapi bagi kegelisahan ketika manusia merasa lemah, sebagai penyangga
dan penolong menghadapi berbagai tekanan dan permasalahan kehidupan. Disebutkan dalam Al-Qur’an surah Thaha 124, Firman Allah, Artinya : Dan barang siapa berpaling dari mengingat-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit.
- Dibersihkan (hati) dari dosa, Bersabda Rosulullah sholallahu 'alaihi wasallam, Barang
siapa yang berkata (yang artinya): Mahasuci Allah dan dengan memuji-Nya
(aku berbakti) sebanyak seratus kali, niscaya digugurkan dari padanya
dosa-dosanya, walaupun sebanyak buih laut (Mutattaq ‘alaihi)
- Disembuhkan dari Penyakit (hati). Bersabda
Rosulullah shollahu 'alaihi wasallam : Menyebut-nyebut Allah adalah suatu penyembuhan dan
menyebut-nyebut tentang manusia adalah penyakit (HR. Al Baihaqi)
Demikian semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu 'aklam bish showab.