Tampilkan postingan dengan label Al Muawwizat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al Muawwizat. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 September 2014

Al Mu'awwizat 2


  بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Surah Al falaq dan Surah an-Nas, disebut al-Mu’awwidzatain. Disebut demikian karena keduanya mengandung ta’widz (perlindungan). Keduanya termasuk surat yang utama dalam Al-Qur’an. Keutamaan surat Al-Falaq selalu disebut bersamaan dengan surat An-Nas.

أَخْبَرَنَا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى بْنِ مُجَاشِعٍ، حَدَّثَنَا هُدْبَةُ بْنُ خَالِدٍ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ عَاصِمٍ، عَنْ زِرٍّ، قَالَ: قُلْتُ لأُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ: إِنَّ ابْنَ مَسْعُودٍ لا يَكْتُبُ فِي مُصْحَفِهِ الْمُعَوِّذَتَيْنِ، فَقَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " قَالَ لِي جِبْرِيلُ: قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ فَقُلْتُهَا، وَقَالَ لِي: قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ فَقُلْتُهَا ".فَنَحْنُ نَقُولُ مَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Imraan bin Muusaa bin Mujaasyi’ : Telah menceritakan kepada kami Hudbah bin Khaalid : Telah menceritakan kepada kami Hammaad bin Salamah, dari ‘Aashim, dari Zirr, ia berkata : Aku pernah berkata kepada Ubay bin Ka’d : “Sesungguhnya Ibnu Mas’uud tidak menuliskan surat Al-Mu’awwidzatain dalam mushhaf”. Lalu ia (Ubay) berkata : “Telah berkata kepadaku Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : ‘Jibriil telah berkata kepadaku : Qul a’uudzu bi-rabbil-falaq. Lalu aku mengatakannya (mengikuti bacaannya). Dan dikatakan kepadaku : Qul a’uudzu birabbin-naas. Lalu aku mengatakannya (mengikuti bacaannya)’. Maka kami pun mengatakan apa yang dikatakan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam” [Diriwayatkan oleh Ibnu Hibbaan no. 797; sanadnya hasan].
Setelah turunnya dua surat ini, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mencukupkan keduanya sebagai bacaan (wirid) untuk membentengi dari pandangan jelek jin maupun manusia. (HR. At Tirmidzi no. 1984, dari shahabat Abu Sa’id radhiallahu ‘anhu). Namun bila disebut Al Mu’awwidzat, maka yang dimaksud adalah dua surat ini dan surat Al Ikhlash. Al Mu’awwidzat, salah satu bacaan wirid/dzikir yang disunnahkan untuk dibaca sehabis shalat. Shahabat ‘Uqbah bin ‘Amir membawakan hadits dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau shalallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Bacalah Al Mu’awwidzat pada setiap sehabis shalat.” (HR. Abu Dawud no. 1523, dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani dalam Ash Shahihah no. 1514)
Al Mu’awwidzat juga dijadikan wirid/dzikir di waktu pagi dan sore. Barangsiapa yang membacanya sebanyak tiga kali diwaktu pagi dan sore, niscaya Allah subhanahu wata’ala akan mencukupinya dari segala sesuatu. (HR. Abu Dawud no. 4419, An Naasaa’i no. 5333, dan At Tirmidzi no. 3399)

Demikian pula disunnahkan membaca Al Mu’awwidztat sebelum tidur. Caranya, membaca ketiga surat ini lalu meniupkan pada kedua telapak tangannya, kemudian diusapkan ke kepala, wajah dan seterusnya ke seluruh anggota badan, sebanyak tiga kali. (HR. Al Bukhari 4630)

Al Muawwidzat juga bisa dijadikan bacaan ‘ruqyah’ (pengobatan ala islami dengan membaca ayat-ayat Al Qur’an). Dipenghujung kehidupan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, beliau dalam keadaan sakit. Beliau meruqyah dirinya dengan membaca Al Muawwidzat, ketika sakitnya semakin parah, maka Aisyah yang membacakan ruqyah dengan Al Muawwidzat tersebut. (HR. Al Bukhari no. 4085 dan Muslim no. 2195)

Surat ini termasuk golongan surat Makkiyah (turun sebelum hijrah) menurut pendapat para ulama di bidang tafsir, diantaranya Ibnu Katsir Asy Syafi’i dan Asy Syaikh Abdurrahman As Sa’dy. Surat An Naas merupakan salah satu Al Mu’awwidzataini. Yaitu dua surat yang mengandung permohonan perlindungan, yang satunya adalah surat Al Falaq. Kedua surat ini memiliki kedudukan yang tinggi diantara surat-surat yang lainnya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Telah diturunkan kepadaku ayat-ayat yang tidak semisal dengannya yaitu Al Mu’awwidataini (surat An Naas dan surat Al Falaq).” (H.R Muslim no. 814, At Tirmidzi no. 2827, An Naasa’i no. 944)

Demikian semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu 'aklam bish showab.

Al Mu'awizzat 1

 : بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)


Al-Mu’awwidzatain artinya dua (surat) untuk mohon perlindungan, yakni surat Al-Falaq dan Surat An-Naas “ Berikut beberapa keutamaan dari surat Al-Mu’awwidzatain :
  1. Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Uqbah bin ‘Amir, “….Wahai ‘Uqbah, maukah kamu aku ajarkan dua surat yang termasuk dua surat terbaik yang dibaca oleh manusia?”. Aku menjawab, “tentu wahai Rasullulah “, lalu Beliau membacakan untukku surat Al-Falaq dan An-naas Kemudian tiba waktu shalat, beliau maju menjadi imam, lalu beliau membaca kedua surat tersebut, kemudian beliau lewat dihadapanku, lalu bersabda : “Bagaimana pendapatmu wahai ‘Uqaib? Bacalah kedua surat tersebut ketika hendak tidur dan ketika bangun tidur”
  2. “Tidakkah kamu memperhatikan ayat-ayat yang diturunkan malam ini, di mana sebelumnya tidak ada ayat-ayat seperti itu, yaitu “Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai shubuh (fajar), dan katakanlah ‘aku berlindung kepada Rabb-nya manusia’ “.( Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad at-Tirmidzi dan An-Nasai. at-tirmidzi menyatakan hadist ini hasan shahih)
  3. Rasullulah bersabda, “Bacalah surat Al-Ikhlaash serta surat Al-Mu’awwidzatain, pada waktu petang dan pada waktu pagi hari  sebanyak tiga kali , maka kamu akan dilindungi dari segala gangguan “. (Shahih Tirmidzi no. 2897 dengan sanad hasan Gharib).
  4. Imam Malik meriwayatkan dari ‘Aisyah, bahwa apabila Rosullulah sholallahu 'alaihi wasallam sakit, beliau membaca Al-Mu’awwidzatain atas dirinya dan beliau meniupkannya. Ketika sakitnya semakin parah, maka aku membacakannya untuk beliau, dan aku usapkan kepada beliau dengan tangan beliau sendiri untuk mengharapkan barakahnya. (HR. Bukhari dalam Fat-hul Baari (VIII/679), Abu Dawud (IV/220), An-Nasai dalam al-Kubraa (IV/867 dan 868) dan Ibnu Majah (II/1166))
  5. Diriwayatkan dari Abu Sa’id, bahwa Rosullulah sholallahu 'alaihi wasallam berlindung dari ‘ain jin dan ‘ain [1]  manusia. Ketika surat Al-Mu’awwidzatain beliau berlindung dengan membaca kedua surat tersebut dan meninggalkan yang lainNYA (HR. At-Tirmidzi (no.2058), An-nasa’i (VII/271), Ibnu Majah (no. 3511). Hadist shahih, dishahihkan oleh syaikh Al-Albani dalam shohibul jaami'). 
Semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu 'aklam bish showab. Alhamdu lillaahil ladzii bini’mathihi tatimmush shalihaat. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmatnya segala kebaikan menjadi sempurna…

Al Mu'awwizat




بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Surah al-Falaq dan Surah al-Nas

 عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كَانَ إِذَا اشْتَكَى يَقْرَأُ عَلَى نَفْسِهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ وَيَنْفُثُ. فَلَمَّا اشْتَدَّ وَجَعُهُ، كُنْتُ أَقْرَأُ عَلَيْهِ، وَأَمْسَحُ بِيَدِهِ رَجَاءَ بَرَكَتِهَا.

متفق عليه


A’isyah ra berkata: Sesungguhnya Rosulullah saw jika merasa sakit, baginda membaca Mu’awwizat kemudian meniupnya, ketika sakit itu bertambah parah, akulah yang membacakannya lalu aku usapkan dengan tangannya, mengharap keberkahannya.
  • Hadis sahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (Hadis no. 4629) dan Muslim (hadis no. 4065 dan 4066).
    Surah al-Falaq adalah surah ke-113 dan surah al-Nas adalah surah ke-114

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْها قالت :
كَانَ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ، ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ، ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ، يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ، وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ، يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ.
رواه البخاري

Aisyah ra berkata: Setiap malam, ketika Rasulullah saw ingin mula tidur, baginda merapatkan kedua tangannya kemudian meniupkan kearah kedua talapak itu sambil membaca surah al-ikhlas, al-falaq dan al-nas, kemudian menyapu semua anggota badan yang mungkin dijangkau, dimulai dari kepala, wajah dan seluruh bagian tubuh lain sebanyak tiga kali
  • Hadis sahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (Hadis no. 4630)

  عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ:
قَدْ أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَيَّ آيَاتٍ لَمْ يُرَ مِثْلُهُنَّ : قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ إِلَى آخِرِ السُّورَةِ، وَ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ إِلَى آخِرِ السُّورَةِ .
رواه مسلم والترمذي والنسائي

Uqbah ibn ‘Amir al-Juhani ra berkata: Rasulullah saw bersabda:
Allah telah menurunkan kepadaku beberapa ayat yang belum ada sebelumnya, yaitu surah al-Naas dan al-Falaq.

  • Hadis sahih, diriwayatkan oleh Muslim (hadis no. 1348), al-Tirmizi (Hadis no. 2827), dan al-Nasa’i (hadis no. 945 dan 5345). Lafaz ini adalah riwayat al-Tirmizi.


 
Blogger Templates