Tampilkan postingan dengan label Praktik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Praktik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 September 2014

Dzikir Takbir

  بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Analisa Takbir

Sewaktu kita mengucapkan dzikir takbir, katakanlah misalnya : Allahu akbar, jangan puas dengan ucapan kosong saja, jangan puas dengan hanya menghapal saja. Mengucapkannya berulang-ulang tanpa pengertian, tanpa pemahaman, tetapi perlu di ikuti dengan pemahaman dari pengertian mendalam yang terkandung dalam pedoman kehidupan kita yang dijanjikan Robb mampu membawa kebahagiaan dan kehidupan terang benderang didunia ini sebelum akhirat yaitu Al Qur’anul Karim. Jadi tekanan disini adalah agar kita mengerti, agar kita memahami sesuai bahasa Al Qur’an

Dalil Al Qur’an 

Surah : Al Mudatsir (74): 3
Warabbaka fakabbir, Artinya dan Tuhanmu agungkanlah! 

Petunjuk dzikir

Lafazh dzikir takbir Allahu Akbar yang berarti Engkau ya Allah yang Maha Besar

Mengucapkan kalimah takbir “Allahu Akbar” dengan prinsip komunikas ilahiyah, berarti kita mencoba untuk benar-benar berbicara melalui hati di saat mengucapkan lafazh dzikir takbir itu dengan menempatkan proses berpikir selayaknya dalam konteksnya masing masing. Dalam berdzikir seperti halnya takbir ini, dengan proses komunikasi Ilahiyah ada pesan yang akan disampaikan

Sebagai manusia yang dikaruniai Allah akal dan hati, pesan dapat dirumuskan sebagai hasil kristalisasi dari pemahaman pemahaman kita dengan segala latar belakang analisa pemikiran dan permasalahan kita masing masing dalam konteks pengucapan lafazh takbir tersebut. Karenanya pada dan seiring dengan lafazh takbir diucapkan ada pesan yang dirumuskan dalam hati dan disampaikan dengan hati yang berbicara dengan Allah.

Yang penting kita terus mencoba, berbicara dengan hati dengan lebih sempurna, berdzikir sambil berpikir dan berpikir sambil berdzikir, melatih diri mekanisme hati dan penyampaian pesan tersebut pada Allah Maha Pencipta. Kita selalu berusaha agar hati kita mampu berbicara dengan lebih baik dan lebih baik lagi.

Referensi

Buku 1B : Memahami dan mendalami ajaran Al Qur’an
Pengarang : oleh Dr.Ir. H.M. Amin Aziz
Penerbit : PT. Bangkit Jaya Insana
Tahun : 1995



















Dzikir Tahlil

  بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)


Analisa Tahlil

Tahlil adalah kesediaan untuk meng-Esa-kan Allah, tetapi tidak hanya sekedar ucapan lisan, tetapi jauh berpangkal dari dan dicerna dalam lubuk hati, serta kemudian memiliki dampak sebagai motivasi moral dan etik dalam menentukan pola berpikir, sikap dan berprilaku dalam kehidupan masyarakat.

Sewaktu kita mengucapkan dzikir tahlil, katakanlah misalnya : Laa ilaaha illallaah, jangan puas dengan ucapan kosong saja, jangan puas dengan hanya menghapal saja. Mengucapkannya berulang-ulang tanpa pengertian, tanpa pemahaman, tetapi perlu di ikuti dengan pemahaman dari pengertian mendalam yang terkandung dalam pedoman kehidupan kita yang dijanjikan Robb mampu membawa kebahagiaan dan kehidupan terang benderang didunia ini sebelum akhirat yaitu Al Qur’anul Karim. Jadi tekanan disini adalah agar kita mengerti, agar kita memahami sesuai bahasa Al Qur’an

Dalil Al Qur’an 

 Surah : Muhammad (47): 19

Fai'lam annahu laa ilaaha illaa allaahu waistaghfir lidzanbika walilmu/miniina waalmu/minaati waallaahu ya'lamu mutaqallabakum wamatswaakum. Artinya : Maka ketahuilah, bahwa sesungguh nya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mu'min, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.


Petunjuk dzikir

Lafazh dzikir tahlil 
Laa ilaaha illallaah yang berarti Tiada Robb selain Allah.

Mengucapkan kalimah tahlil “Laa ilaaha illallaah” dengan prinsip komunikas ilahiyah, berarti kita mencoba untuk benar-benar berbicara melalui hati di saat mengucapkan lafazh dzikir tahlil itu dengan menempatkan proses berpikir selayaknya dalam konteksnya masing masing. Dalam berdzikir seperti halnya tahlil ini, dengan proses komunikasi Ilahiyah ada pesan yang akan disampaikan 

Sebagai manusia yang dikaruniai Allah akal dan hati, pesan dapat dirumuskan sebagai hasil kristalisasi dari pemahaman pemahaman kita dengan segala latar belakang analisa pemikiran dan permasalahan kita masing masing dalam konteks pengucapan lafazh tahlil tersebut. Karenanya pada dan seiring dengan lafazh tahlil diucapkan ada pesan yang dirumuskan dalam hati dan disampaikan dengan hati yang berbicara dengan Allah.

Yang penting kita terus mencoba, berbicara dengan hati dengan lebih sempurna, berdzikir sambil berpikir dan berpikir sambil berdzikir, melatih diri mekanisme hati dan penyampaian pesan tersebut pada Allah Maha Pencipta. Kita selalu berusaha agar hati kita mampu berbicara dengan lebih baik dan lebih baik lagi. 

Referensi

Buku 1B : Memahami dan mendalami ajaran Al Qur’an
Pengarang : oleh Dr.Ir. H.M. Amin Aziz
Penerbit : PT. Bangkit Jaya Insana
Tahun : 1995 


 

Dzikir Tahmid


  بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Analisa Tahmid

Sewaktu kita mengucapkan dzikir tahmid, katakanlah misalnya : Alhamdulillah, jangan puas dengan ucapan kosong saja, jangan puas dengan hanya menghapal saja. Mengucapkannya berulang-ulang tanpa pengertian, tanpa pemahaman, tetapi perlu di ikuti dengan pemahaman dari pengertian mendalam yang terkandung dalam pedoman kehidupan kita yang dijanjikan Robb mampu membawa kebahagiaan dan kehidupan terang benderang didunia ini sebelum akhirat yaitu Al Qur’anul Karim. Jadi tekanan disini adalah agar kita mengerti, agar kita memahami sesuai bahasa Al Qur’an


Dalil Al Qur’an 

Surah Al An’am (6): 1   
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ”.
 
Alhamdu lillaahi alladzii khalaqa alssamaawaati waal-ardha waja'ala alzhzhulumaati waalnnuura tsumma alladziina kafaruu birabbihim ya'diluuna. Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, serta menjadikan gelap dan terang”.

Surah Ibrahim (14): 39
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى الْكِبَرِ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ الدُّعَاءِ”.
 
Alhamdu lillaahi alladzii wahaba lii 'alaa alkibari ismaa'iila wa-ishaaqa inna rabbii lasamii'u alddu'aa'-i. Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq. Sungguh, Rabbku benar-benar Maha Mendengar (mengabulkan) doa”.QS. Ibrahim (14): 39.

Petunjuk dzikir

Lafazh dzikir tahmid Alhamdulillah yang berarti Segala Puji bagi Engkau ya Allah

Mengucapkan kalimah tahmid Alhamdulillah dengan prinsip komunikas ilahiyah, berarti kita mencoba untuk benar-benar berbicara melalui hati di saat mengucapkan lafazh dzikir tahmid itu dengan menempatkan proses berpikir selayaknya dalam konteksnya masing masing. Dalam berdzikir seperti halnya tahmid ini, dengan proses komunikasi Ilahiyah ada pesan yang akan disampaikan

Sebagai manusia yang dikaruniai Allah akal dan hati, pesan dapat dirumuskan sebagai hasil kristalisasi dari pemahaman pemahaman kita dengan segala latar belakang analisa pemikiran dan permasalahan kita masing masing dalam konteks pengucapan lafazh tahmid tersebut. Karenanya pada dan seiring dengan lafazh tahmid diucapkan ada pesan yang dirumuskan dalam hati dan disampaikan dengan hati yang berbicara dengan Allah.

Yang penting kita terus mencoba, berbicara dengan hati dengan lebih sempurna, berdzikir sambil berpikir dan berpikir sambil berdzikir, melatih diri mekanisme hati dan penyampaian pesan tersebut pada Allah Maha Pencipta. Kita selalu berusaha agar hati kita mampu berbicara dengan lebih baik dan lebih baik lagi. 



Referensi 

 
Buku 1B : Memahami dan mendalami ajaran Al Qur’an
Pengarang : Dr.Ir. H.M. Amin Aziz
Penerbit : PT. Bangkit Jaya Insana
Tahun : 1995

Dzikir Tasbih


  بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Analisa Tasbih

Sewaktu kita mengucapkan dzikir tasbih, katakanlah misalnya : Subhannallah, Subhanaka, Subhana robbiyal ‘adzhimi, jangan puas dengan ucapan kosong saja, jangan puas dengan hanya menghapal saja. Mengucapkannya berulang-ulang tanpa pengertian, tanpa pemahaman, tetapi perlu di ikuti dengan pemahaman dari pengertian mendalam yang terkandung dalam pedoman kehidupan kita yang dijanjikan Robb mampu membawa kebahagiaan dan kehidupan terang benderang didunia ini sebelum akhirat yaitu Al Qur’anul Karim. Jadi tekanan disini adalah agar kita mengerti, agar kita memahami sesuai bahasa Al Qur’an

Dalil Al Qur’an

Surah Al Isroo (17):1

Subhaana alladzii asraa bi'abdihi laylan mina almasjidi alharaami ilaa almasjidi al-aqshaa alladzii baaraknaa hawlahu linuriyahu min aayaatinaa innahu huwa alssamii'u albashiiru

Artinya: Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Petunjuk dzikir

Lafazh dzikir tasbih “Subhanallah” yang berarti Maha suci Engkau ya Allah

Mengucapkan kalimah tasbih “Subhanallah” dengan prinsip komunikas ilahiyah, berarti kita mencoba untuk benar-benar berbicara melalui hati di saat mengucapkan lafazh dzikir tasbih itu dengan menempatkan proses berpikir selayaknya dalam konteksnya masing masing. Dalam berdzikir seperti halnya tasbih ini, dengan proses komunikasi Ilahiyah ada pesan yang akan disampaikan

Sebagai manusia yang dikaruniai Allah akal dan hati, pesan dapat dirumuskan sebagai hasil kristalisasi dari pemahaman pemahaman kita dengan segala latar belakang analisa pemikiran dan permasalahan kita masing masing dalam konteks pengucapan lafazh tasbih tersebut. Karenanya pada dan seiring dengan lafazh tasbih diucapkan ada pesan yang dirumuskan dalam hati dan disampaikan dengan hati yang berbicara dengan Allah.

Yang penting kita terus mencoba, berbicara dengan hati dengan lebih sempurna, berdzikir sambil berpikir dan berpikir sambil berdzikir, melatih diri mekanisme hati dan penyampaian pesan tersebut pada Allah Maha Pencipta. Kita selalu berusaha agar hati kita mampu berbicara dengan lebih baik dan lebih baik lagi.

Referensi

Buku 1B : Memahami dan mendalami ajaran Al Qur’an
Pengarang : oleh Dr.Ir. H.M. Amin Aziz
Penerbit : PT. Bangkit Jaya Insana
Tahun : 1995


                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               






 
Blogger Templates