Tampilkan postingan dengan label Fadhilah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fadhilah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 September 2014

Fadhilah Al Baqiyatush sholihat


 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Fadillah Al Baqiyatush sholihat

1. Subhanallah ( سبحان الله )
2. Al-Hamdulillah ( الحمد لله )
3. Lailaaha Illallah ( لا اله الا الله )
4. Allahu Akbar (الله اكبر )
5. Laahawla wala quwwata illa billah ( لا حول ولا قوّة الاّ با لله )


Apabila digabungkan cara membaca Al baaqiyatush shoolihat, sebagai berikut : “Subhanallah, Walhamdulillah, wa la Ilaha Illallah, wallahu Akbar” (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar).” 


سبحان الله و الحمد لله و لا اله إلا الله و الله أكبر و لا حول و لا قوة إلا با لله العلى العظيم 

Subhaanallaah, wal hamdulillaah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adziim,


Albaqiyatush sholihat الباقيات الصالحات  
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ ِللهِ وَ لآ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ

عَنْ أَبِي سَعِيْد الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
اِسْتَكْثِرُوْا مِنَ الْبَاقِيَاتِ الصَّالِحَاتِ، قِيْلَ : وَمَا هُنَّ يَارَسُوْلَ اللهِ ؟ قَالَ : سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ ِللهِ  وَ لآ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ.  
 رواه الإمام أحمد وابن حبان (في صحيحيه) والحاكم وقال صحيح الإسناد.
Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudry rodhilallahu anhu, bersabda Rosulullah sholallahu 'alaihi wa sallam :
“Perbanyaklah oleh kalian dari bacaan “Al baqiyatus sholihat”. Ditanyakan : Apakah al baqiyatus sholihat itu Ya Rosulallah ? Beliau bersabda :
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ ِللهِ وَ لآ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ

Di dalam kitab Nashoih Diniyah disebutkan keutaman – keutamaan “Al Baqiyatush Sholihat” :
  1. Merupakan ucapan yang paling utama.
  2. Ucapan yang paling dicintai oleh Allah
  3. Mengucapkannya lebih dicintai oleh Allah daripada munculnya matahari.
  4. Merupakan tanaman surga, orang yang mengucapkannya sekali akan ditanamkan baginya satu pohon di surga.
  5. Meruntuhkan kesalahan-kesalahan sebagaimana pohon meruntuhkan daunnya.
  6. Orang yang memulai perbuatan dengan membacanya, maka tidak akan membahayainya.
  7. Merupakan tameng dari api neraka.
  8. Akan datang di Hari Kiamat sebagai amalan yang baik.
Diantara ucapan-ucapan yang sangat besar artinya bila kita ucapkan ada 5 kalimah yang didalam Al-Qur’an diberi nama “Albaqiyatush sholihatu” yaitu manfaatnya akan terus menerus tidak akan putus-putus selamanya.  Di dalam hadits Rosulullah sholallahu ‘alaihi wassalam menamakan kelima kalimah itu masing masingnya amat ringan disebut lidah, tetapi amat berat timbangannya di akhirat nanti.

1.    Alhamdu lillah الْحَمْدُ ِللهِ, artinya Segala puji untuk Allah. Kalimah ini dinamai tahmid atau memuji Bertahmid artinya memuji Allah dengan mengucapkan Kalimah ini. Yaitu berterima kasih, bersyukur atau berterima kasih kepada Allah. Hadits Rosulullah sholallahu ‘alaihi wassalam menerangkan bahwa jikalau seluruh harta kekayaan di permukaan bumi ini diserahkan kepada seseorang, lalu orang itu berkata Alhamdu lillah, maka ucapan itu lebih besar manfaatnya bagi orang itu daripada seluruh harta itu. Kalimah ini mempunyai arti yang amat besar pada sisi Allah bila kita ucapkan sebagai tanda terima kepada Allah, setelah menerima nikmat Allah apapun juga. Dapat kita pahami jangan lupa mengucapkan Alhamdu lillah setiap dan sesudah minum dan makan, selesai menyelesaikan pekerjaan, setelah kembali dari perjalanan. Biasakanlah mengucapkan kalimah tahmid ini dalam hidup kita. Allah akan pasti membalas kepada kita yang selalu mengucapkan tahmid, dengan nikmat dan rahmat_Nya

2.     Allahu Akabar اللهُ أَكْبَرُ, artinya Allah Maha Besar. Kalimah ini dinamai takbir atau membesarkan Robb. Bertakbir artinya membesarkan Robb dengan mengucapkan Kalimah ini. Kalimah ini mempunyai arti yang amat besar pada sisi Allah bila kita ucapkan sebagai tanda pengakuan dan kesadaran kita atas kebesaran Allah. Allah yang kita akui Maha Besar itu akan selalu memberikan pertolongan kepada kita yang selalu merasa lemah untuk mengatasi segala macam kesulitan dan kesusahan hidup kita. Biasakan menyebut Kalimah ini dalam hidup kita. Allah akan pasti membalas kepada kita yang selalu mengucapkan tahmid, dengan nikmat dan rahmat_Nya

3.    Subhanallah سُبْحَانَ اللهِ, artinya Maha Suci Allah, Kalimah ini dinamai tasbih atau mensuci Allah. Bertasbih artinya mensucikan Allah dengan mengucapkan Kalimah ini. Mensucikan Allah berarti menjauhkan dan membersihkan diri kita dari anggapan-anggapan yang tidak baik terhadap Allah. Allah Maha Suci berarti tidak lemah, tidak bodoh, tidak kejam. Apapun yang terjadi didunia ini tidak ada yang menunjukkan Allah lembah, bodoh, kejam. Allahu Maha Suci dari segala sifat sifat yang tidak baik itu. Kalimah ini mempunyai arti yang amat besar pada sisi Allah bila kita ucapkan sebagai tanda pengakuan dan kesadaran kita atas kesucian Allah. Allah yang kita akui Maha Besar itu akan selalu memberikan pertolongan kepada kita yang selalu merasa lemah untuk mengatasi segala macam kesulitan dan kesusahan hidup kita. Biasakan menyebut Kalimah ini dalam hidup kita. Allah akan pasti membalas kepada kita yang selalu mengucapkan tahmid, dengan nikmat dan rahmat_Nya

4.    La Ilaha illallah لآ إِلهَ إِلاَّ اللهُ, artinya “Tiada Robb selain Allah, Bukan Robb selain Allah. Kalimah ini dinamai tahlil atau Kalimah tauhid. Bertahlil artinya meng-Esa-kan Allah. Kalimah ini menegaskan sejelas-sejelasnya bahwa semua patung, semua manusia, semua hewan, semua tumbuhan, semua planet bukan Allah, tidak boleh dikatakan Allah, tidak pantas disembah. Robb hanya Allah, Tidak ada Robb selain Allah. Kalimah tahlil yang amat besar pada sisi Allah bila kita ucapkan sebagai tanda pengakuan dan kesadaran kita atas ke-Esa-an Allah, akan lenyap datri bathin kita perasaan syirik. Biasakan menyebut Kalimah ini dalam hidup kita. Allah akan pasti membalas kepada kita yang selalu mengucapkan tahlil, dengan nikmat dan rahmat_Nya berupa iman yang kuat.

5.      La haula wa la quwwata illa billah لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ, artinya "Tiada daya dan tidak kekuatan kecuali dengan Allah. Semua daya dan semua kekuatan yang ada pada diri seseorang itu pada hakikatnya adalah daya dan kekuatan Allah yang dipinjamkan Allah kepada kita. Daya dan kekuatan itu setiap waktu dapat dicabut Allah, sehingga seorang yang mulanya kuat menjadi tidak punya dan kekuatan sama sekali. Misalnya bila seorang sakit, dapat penyakit reumatik bakan lumpuh sama sekali. Kalimah ini dinamai hauqolah. Berhaula artinya menanamkan rasa berserah diri kepada Allah dengan mengucapkan Kalimah ini. Kalimah ini mempunyai arti yang amat besar pada sisi Allah bila kita ucapkan sebagai tanda pengakuan dan kesadaran kita atas kekuasaan Allah. Perasaan berserah diri atau tawakkal ini sering diartikan orang-orang yang kurang dalam pengertian tentang Robb dengan sikap apatis atau menerima saja. Yang sebenarnya perasaan tawakkal yang diajarkan agama Islam dengan perantara Al-Qur’an adalah perasaan pantang menyerah, pantang mengalah, pantang berputus asa, dalam perjuangan hidup didunia ini. Biasakan menyebut Kalimah ini dalam hidup kita. Allah akan pasti membalas kepada kita yang selalu mengucapkan tahmid, dengan nikmat dan rahmat_Nya akan memberikan kekuatan kepada kita. (Qs. Ali Imron, ayat 159)

Kepada saudara yang mendapat kesempatan membaca tulisan ini, baik pria maupun wanita, dewasa ataupun masih muda, kami mengajak agar saudara yang sudah mendapat kesempatan hidup sebentar di dunia ini, jangan sampai lupa Allah. Ingati julah Allah itu, sebut-sebutlah nama_Nya. 

Semoga Allah Allah subhanahu wa ta’ala kiranya berkenan memberikan peluang dan kemampuan kepada saya meneruskan uraian Dzikir pada Amar’lubai “Kajian Dzikir” Dan mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta’ala dapat menerima tulisan ini sebagai satu ibadah dan tanda kebaktian terhadap_Nya, sehingga dapatlah hendaknya Kajian Dzikir ini membawa penulis dan pembaca lebih dekat kepada Allah. Amin.

Demikian semoga bermanfaat. Wallahu 'aklam bisho showab.

Fadhilah Basmallah


 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)


Fadhilah Kalimah "Bismillahir rohmanir rohim"

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم 
 
Berikut beberapa keutamaan kalimat Basmalah...!

Pertama...

Firman Allah Ta’ala didalam Al-Qur'an, diawali dengan lafadz basmalah. Semua surat dalam Al-Qur'an diawali dengan basmalah, kecuali surat At-Taubah.

Kedua...
Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam mengawali surat yang beliau kirim ke raja-raja, untuk mengajak mereka masuk Islam, dengan lafadz basmalah. Seperti surat yang beliau kirim ke raja heraklius. o

Ketiga..
Lafazh basmalah merupakan isi surat yang dikirim oleh Nabi Sulaiman ‘alaihis shalatu was salam kepada Ratu Saba’ yang ketika itu masih menyembah matahari. Allah berfirman, menceraitakan kisah mereka,

قَالَتْ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ إِنِّي أُلْقِيَ إِلَيَّ كِتَابٌ كَرِيمٌ ( ) إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ( ) أَلَّا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ

“Sang ratu berkata: Wahai para menteri, saya mendapatkan sepucuk surat yang mulia. Surat itu dari Sulaiman, isinya: Bismillahir rahmanir rahiim. Janganlah kalian bersikap sombong di hadapanku dan datanglah kepadaku dengan tunduk.” (QS. An-Naml: 29 – 31). Tujuan utama Nabi Sulaiman mengirim surat ini adalah untuk mengajak mereka masuk Islam dan meninggalkan kekufurannya. Mengingat pentingnya tujuan ini, Nabi Sulaiman mengawalinya dengan basmalah.

Keempat...
Lafazh basmalah menjadi pemula untuk berbagai bentuk ibadah, seperti wudhu, atau mandi dan tayamum, menurut pendapat sebagian ulama. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى عَلَيْه

“Tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah (membaca basmalah).” (HR. Abu Daud 101 dan dishahihkan al-Albani). Hadits ini berbicara tentang wudhu, namun ulama mengqiyaskannya untuk mandi dan tayamum, karena semuanya adalah kegiatan bersuci.

Kelima..
Orang yang makan atau minum dengan didahului membaca basmalah sebelumnya maka setan tidak mampu untuk turut memakannya. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”.” (HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858. At Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani).

Dari hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَيَسْتَحِلُّ الطَّعَامَ الَّذِى لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ

“Sesungguhnya setan dibolehkan makan makanan yang tidak dibacakan nama Allah ketika hendak dimakan.”(HR. Abu Daud no. 3766 dan dishahihkan al-Albani)

Keenam...
Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِىَ أَهْلَهُ قَالَ: “بِاسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا“، فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِى ذَلِكَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا

“Jika salah seorang dari kalian (suami) ketika ingin menggauli istrinya, dan dia membaca doa: ‘Dengan (menyebut) nama Allah, …dst’, kemudian jika Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan intim tersebut, maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya.” (HR. Bukhari no.141 dan Muslim no.1434)

Ketujuh...
Seperti yang sering kita bahas, kita tidak bisa melihat jin, namun jin bisa melihat kita dalam semua keadaan. Tidak segan-segan, jin yang kurang bertanggung jawab, juga akan melihat kita dalam posisi ketika tidak berbusana. Untuk menanggulangi hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan agar ketika buka pakaian, kita tidak lupa membaca basmalah.

Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ: إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمُ الخَلَاءَ، أَنْ يَقُولَ: بِسْمِ اللَّهِ

“Penghalang antara mata jin dengan aurat bani Adam, apabila kalian masuk kamar kecil, ucapkanlah bismillah.” (HR. Turmudzi 606 dan dishahihkan al-Albani).

Kedelapan...
Beberapa harta berharga yang kita simpan di malam hari, juga akan menjadi incaran setan. Dia berusaha mengganggu kita dengan mengotori makanan atau mengambil barang berharga itu. Untuk mengatasi hal ini, Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan umatnya agar ketika menutup semua makanan dengan membaca basmalah.

Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

غَطُّوا الْإِنَاءَ، وَأَوْكُوا السِّقَاءَ، وَأَغْلِقُوا الْبَابَ، وأطفؤا السِّرَاجَ، فإن الشَّيْطَانَ لَا يَحُلُّ سِقَاءً، ولا يَفْتَحُ بَابًا، ولا يَكْشِفُ إِنَاءً، فَإِنْ لم يَجِدْ أحدكم إلا أَنْ يَعْرُضَ على إِنَائِهِ عُودًا وَيَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ، فَلْيَفْعَلْ


“Tutuplah bejana, ikatlah geribah (tempat menyimpan air yang terbuat dari kulit), tutuplah pintu, matikanlah lentera (lampu api), karena sesungguhnya setan tidak mampu membuka geribah yang terikat, tidak dapat membuka pintu, dan tidak juga dapat menyingkap bejanan yang tertutup. Bila engkau tidak mendapatkan tutup kecuali hanya dengan melintangkan di atas bejananya sebatang ranting, dan menyebut nama Allah, hendaknya dia lakukan.” (HR. Muslim)

Kesembilan..
Bacaan basmalah diucapkan ketika masuk rumah, bisa menjadi penghalang bagi setan untuk ikut memasukinya atau menginap di dalamnya.

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ، فَذَكَرَ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ، وَلَا عَشَاءَ، وَإِذَا دَخَلَ، فَلَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ، وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ

“Jika seseorang masuk rumahnya dan dia mengingat nama Allah ketika masuk dan ketika makan, maka setan akan berteriak: ‘Tidak ada tempat menginap bagi kalian dan tidak ada makan malam.’ Namun jika dia tidak mengingat Allah ketika masuk maka setan mengatakan, ‘Kalian mendapatkan tempat menginap’ dan jika dia tidak mengingat nama Allah ketika makan maka setan mengundang temannya, ‘Kalian mendapat jatah menginap dan makan malam’.” (HR. Muslim).

Kesepuluh...
Diantara keberkahan basmalah, orang yang menyembelih binatang dengan menyebut basmalah, hewan sembelihannya bisa menjadi halal. Sebaliknya, orang yang menyembelih binatang tanpa mengucapkan basmalah, baik disengaja maupun lupa, sembelihannya batal, dan hewan itu tidak boleh dimakan. Allah berfirman,

وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ


“Janganlah kalian makan (hewan) yang tidak disebutkan nama Allah ketika menyembelihnya. Itu sesuatu yang fasik (tidak halal).” (QS. Al-An’am: 121). 

Demikian semoga bermanfaat. Wallahu 'aklam bish showab.

Fadhilah Istighfar


 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Fadhilah Kalimah Istighfar "Astaghfirullahal 'Azhim"
أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ
Salah satu jenis dzikir yang sangat dianjurkan untuk diperbanyak dan dikerjakan secara rutin adalah istighfar. Istighfar adalah meminta ampunan kepada Allah dengan mengucapkan doa atau dzikir yang menunjukkan pengakuan atas dosa yang kita perbuat, dengan harapan Allah akan memaafkan dan mengampuni dosa tersebut.
Keutamaan istighfar antara lain dijelaskan dalam sebuah hadits berikut ini, oe
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هُمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ “
Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Barangsiapa yang senantiasa beristighfar niscaya Allah akan menjadikan baginya kelapangan dari segala kegundahan yang menderanya, jalan keluar dari segala kesempitan yang dihadapinya dan Allah memberinya rizki dari arah yang tidak ia sangka-sangka.” (HR. Abu Daud no. 1518, Ibnu Majah no. 3819, Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra no. 6421 dan Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Kubra no. 10665)
Makna hadits:
- Barangsiapa yang senantiasa beristighfar: Barangsiapa yang senantiasa beristighfar dalam segala kondisi atau meminta ampunan Allah setiap kali melakukan kemaksiatan atau menghadapi musibah.
- niscaya Allah akan menjadikan baginya kelapangan dari segala kegundahan yang menderanya: Allah akan menghilangkan segala kesedihan dan kegalauan yang menyempitkan jiwanya, dan menggantikannya dengan kelapangan dada dan kebahagiaan.
- jalan keluar dari segala kesempitan yang dihadapinya: Allah akan memberikan solusi dan jalan keluar atas segala kesempitan dan problematika kehidupan yang sedang ia alami.
- dan Allah memberinya rizki dari arah yang tidak ia sangka-sangka:  Allah memberinya rizki dengan cara yang tidak pernah ia duga dan pikirkan sebelumnya. (Syamsul Haq ‘Azhim Abadi, ‘Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud, 4/267)
Para ulama menyatakan bahwa sanad hadits di atas lemah karena kelemahan seorang perawi bernama Hakam bin Mush’ab. Meski demikian makna hadits di atas adalah benar dan dikuatkan oleh ayat-ayat Al-Qur’an dan banyak hadits shahih.
Imam Mulla Ali Al-Qari Al-Harawi (wafat tahun 1014 H) menyatakan bahwa hadits di atas bersumber dari firman Allah Ta’ala:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (3)
Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah akan menjadikannya untuknya jalan keluar dan Allah akan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa berserah diri kepada Allahs emata niscaya Allah akan mencukupinya. Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya. Dan Allah telah menetapkan ketentuan atas segala sesuatu.” (QS. Ath-Thalaq [65]: 2-3)
- See more at: http://www.arrahmah.com/read/2013/02/01/26428-keutamaan-memperbanyak-istighfar.html#sthash.8y1t1ruS.dpuf
Salah satu jenis dzikir yang sangat dianjurkan untuk diperbanyak dan dikerjakan secara rutin adalah istighfar. Istighfar adalah meminta ampunan kepada Allah dengan mengucapkan doa atau dzikir yang menunjukkan pengakuan atas dosa yang kita perbuat, dengan harapan Allah akan memaafkan dan mengampuni dosa tersebut. 



أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ الَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

 

Astaghfirullahal-ladzi la ilaha illa huwal-hayyul qayyumu wa atubu ilahi. Artinya : Aku memohon ampunan kepada Allah, Zat yang tiada Robb selain Dia, Yang Maha hidup lagi Maha Menegakkan dan aku bertaubat kepada-Nya. (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Hakim)
Fadhilah istighfar dijelaskan dalam sebuah hadits :
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هُمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ “

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang senantiasa beristighfar niscaya Allah akan menjadikan baginya kelapangan dari segala kegundahan yang menderanya, jalan keluar dari segala kesempitan yang dihadapinya dan Allah memberinya rizki dari arah yang tidak ia sangka-sangka.” (HR. Abu Daud no. 1518, Ibnu Majah no. 3819, Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra no. 6421 dan Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Kubra no. 10665)

Makna hadits:

  • Barangsiapa yang senantiasa beristighfar: Barangsiapa yang senantiasa beristighfar dalam segala kondisi atau meminta ampunan Allah setiap kali melakukan kemaksiatan atau menghadapi musibah.
  • Niscaya Allah akan menjadikan baginya kelapangan dari segala kegundahan yang menderanya: Allah akan menghilangkan segala kesedihan dan kegalauan yang menyempitkan jiwanya, dan menggantikannya dengan kelapangan dada dan kebahagiaan.
  • Jalan keluar dari segala kesempitan yang dihadapinya: Allah akan memberikan solusi dan jalan keluar atas segala kesempitan dan problematika kehidupan yang sedang ia alami.
  • Dan Allah memberinya rizki dari arah yang tidak ia sangka-sangka: Allah memberinya rizki dengan cara yang tidak pernah ia duga dan pikirkan sebelumnya. (Syamsul Haq ‘Azhim Abadi, ‘Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud, 4/267)
Para ulama menyatakan bahwa sanad hadits di atas lemah karena kelemahan seorang perawi bernama Hakam bin Mush’ab. Meski demikian makna hadits di atas adalah benar dan dikuatkan oleh ayat-ayat Al-Qur’an dan banyak hadits shahih.
Firman Allah subhanahu wa ta'ala :
Surah An Nisa, ayat 110
Waman ya'mal suu-an aw yazhlim nafsahu tsumma yastaghfiri allaaha yajidi allaaha ghafuuran rahiimaan, Artinya : Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 
Surah Az Zumar, ayat 53
Qul yaa 'ibaadiya alladziina asrafuu 'alaa anfusihim laa taqnathuu min rahmati allaahi inna allaaha yaghfiru aldzdzunuuba jamii'an innahu huwa alghafuuru alrrahiimu, Artinya : Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa1315 semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Membuat Allah Gembira
Rasulullah saw bersabda, "Sungguh Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya seperti kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan untanya yang hilang di padang pasir." (HR. Bukhari dan Muslim).

Dicintai Allah
Allah berfirman, "Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri." (QS.al-Baqarah: 222). Rasulullah bersabda, "Orang yang bertobat adalah kekasih Allah. Orang yang bertobat atas dosanya, bagaikan orang yang tidak berdosa. "(HR.Ibnu Majah)

Dosa-dosanya diampuni
Rasulullah bersabda, "Allah telah berfirman," Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengampuni dosa-dosanya , maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (berapa banyak dosanya). "(HR.Ibnu Majah, Tirmidzi). Imam Qatadah berkata, "Al-Qur'an telah menunjukkan penyakit dan obat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah istighfar. "(Kitab Ihya'Ulumiddin: 1/410).

Selamat dari api nerakan
Hudzaifah berkata, "Saya adalah orang yang tajam lidah terhadap keluargaku, Wahai Rasulullah, aku takut kalau lidahku itu menyebabkan aku masuk neraka '. Bersabda, 'Dimana posisimu terhadap istighfar? Sesungguhnya, aku senantiasa beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari semalam '. "(HR. Nasa'i, Ibnu Majah, al-Hakim dan dishahihkannya).

Mendapat balasan surga
"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya adalah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. "(QS. Ali'Imran: 135-136). 


Demikian semoga bermanfaat. Wallahu 'aklam bish showab.

Senin, 01 September 2014

Fadhilah Hauqolah


 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)


Fadhillah Kalimah Hauqolah
 "La haula wala quwwata illa billahi 'aliyul 'adzim"

لاحول و لا قوه الا بالله العلي العظيم 

 
Berikut beberapa riwayat hadist yang menerangkan manfaat dzikir ini :

Rosulullah sholallahu 'alaihi wasallam bersabda: 
“Perbanyaklah membaca لاحول و لا قوه الا بالله العلي العظيم karena sesungguhnya itu adalah salah satu khazanah dari surga.”

Imam Jafar Shadiq as mengatakan: “Orang yang membaca لاحول و لا قوه الا بالله العلي العظيم sebanyak 100 kali dalam sehari, maka Allah subhanahu wa ta'la akan mencegah 70 jenis bencana menimpa dirinya, dan yang paling kecil adalah kesedihan.”

Imam Sadiq as menukil hadis dari Rosulullah
sholallahu 'alaihi wasallam dan berkata: “Siapa saja yang menghadapi kemiskinan, maka dia harus banyak berzikir لا حول و لا قوة الا بالله العلى العظي .”

Imam Ali al-Ridho as mengatakan: “Barang siapa membaca

بسم الله الرحمن الرحيم، لا حول و لا قوة الا بالله العلى العظيم


sebanyak 100 kali, maka dia akan lebih dekat dengan Allah subhanahu wa ta'ala daripada dekatnya antara putih dan hitam mata dan sesungguhnya ia berada di dalam lingkaran asma’ul a’dzam.”

Rosulullah
sholallahu 'alaihi wasallam bersabda : 
Hadits ini adalah riwayat at-Tabarani dalam al-Awsath dan al-Hakim yang berbunyi: “Man Qala La Haula wala Quwwata Illa Billahi Kana dawa’an min tis’atin wa tis’iina da’in, aisaruha al-Hammu” dan maksudnya adalah seperti di atas.“Siapa yang mengucapkan La Haula Wala Quwwata illa billahi, maka ia akan menjadi obat kepada 99 penyakit. Yang paling ringan adalah kebimbangan”. (Hadis Riwayat Tabrani)

Intipati hadis tersebut adalah umat Islam digalakkan untuk tabah dan berusaha merawat penyakit asalkan mengikut peraturan agama. Penyakit yang dimaksudkan itu ada terkandung dalam beberapa ayat al-Quran dan hadis Rasulullah
sholallahu 'alaihi wasallam.
Apa yang penting pada hadits berkenaan ialah untuk menyatakan kelebihan dan manfaat besar kepada orang yang banyak menyebut ‘La Haula Wala Quwwata Illa Billah’. Maksudnya tiada daya dan kekuatan (untuk menolak sesuatu kemudaratan dan mendatangkan suatu yang manfaat) selain Allah subhanahu wa ta'ala.

Ucapan itu dinamakan Hauqalah. Apabila kita ditimpa sesuatu yang kita tidak sukai, banyakkan menyebut hauqalah. Imam a-Nawawi berkata: “La haula wa la quwwata illa billah”, itulah kalimah yang digunakan untuk menyerah diri dan menyatakan bahawa kita tidak mempunyai hak untuk memiliki sesuatu urusan. Ia kalimah yang menyatakan bahawa seseorang hamba tiada mempunyai daya upaya untuk menolak sesuatu kejahatan (kemudaratan) dan tiada mempunyai daya kekuatan untuk mendatangkan kebaikan kepada dirinya melainkan dengan kudrat iradat Allah subhanahu wa ta'ala juga.

Dalam sebuah hadits menyebutkan dari Abu Zar, beliau berkata: “Aku berjalan di belakang Rasulullah sholallahu 'alaihi wasallam, lalu Baginda berkata kepadaku: “Wahai Abu Zar, mahukah aku tunjukkan kepada kamu satu perbendaharaan daripada beberapa perbendaharaan syurga? Aku berkata: Mahu ya Rasulullah. Baginda bersabda: “La Haula wala Quwwata illa billah.”

Begitu juga hadis daripada Abu Musa, beliau berkata: “Rasulullah SAW bersabda kepadaku: “Mahukah aku tunjukkan salah satu perbendaharaan dari perbendaharaan syurga? Saya menjawab: “Mahu ya Rasulullah. Kemudian Baginda bersabda: La haula wala quwwata illa billah.”

Daripada Ibnu Mas’ud beliau berkata: “Rosulullah
sholallahu 'alaihi wasallam bersabda: Wahai Muaz, adakah kamu tahu tafsir (maksud) La haula wala quwwata illa billah? Muaz menjawab: Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui. Rasulullah sholallahu 'alaihi wasallam bersabda: La haula (tiada daya) dari menghindari maksiat kepada Allah melainkan dengan kekuatan Allah, wala quwwata (tiada kekuatan) atas mentaati Allah melainkan dengan pertolongan Allah subhanahu wa ta'ala. Kemudian Rasulullah sholallahu 'alaihi wasallam menepuk bahu Muaz dan Baginda bersabda: “Demikianlah yang diberitahu oleh kekasihku Jibril daripada Tuhan.”

Apa itu Hauqolah...?

Hauqolah merupakan singkatan dari ungkapan La haula wa la quwwata illaa billahi. Dalam bahasa Arab, disingkatnya ungkapan atau beberapa kalimat menjadi satu suku kata disebut dengan an-Naht. Contoh lainnya seperti, bismillahirrohmanirrohim menjadi basmalah, alhamdulillah menjadi hamdalah, ‘Abduqois menjadi ‘Abqosi, dll.

Imam Nawawi rahimahullah berkata: “Ahli bahasa menyatakan bahwa ungkapan tersebut bisa disingkat menjadi hauqolah atau haulaqoh.” (Syarh an-Nawawi ‘ala Shohih Muslim, 17/27)

Makna Hauqolah...!

La haula wa la quwwata illa billahi artinya tiada daya dan upaya kecuali dengan bantuan dari Allah. Dalam menjelaskan ungkapan ini para ulama memiliki beberapa lafazh yang berbeda, namun kesemuanya memiliki kedekatan makna.

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata ketika menjelaskan arti ungkapan tersebut: “Maksudnya ialah tiada daya bagi kita untuk mengamalkan ketaatan kecuali dengan pertolongan Allah, dan tiada kekuatan bagi kita untuk meninggalkan maksiat melainkan dengan batuan-Nya pula.” (ad-Durr al-Mantsur, as-Suyuthi, 5/393)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud bahwasnya ia menjelaskan: “Tiada daya dari maksiat Allah kecuali dengan penjagaan-Nya, dan tiada kekuatan untuk menaati-Nya kecuali dengan bantuan-Nya.” (Syarh an-Nawawi ‘ala Shohih Muslim, 17/26)

Demikian pula ada yang menyebutkan bahwa artinya adalah tiada daya untuk menolak kejahatan dan tiada kekuatan untuk mendapatkan kebaikan melainkan dari Allah azza wa jalla.
Demikian kiranya semoga bisa bermanfaat,  Wallahu 'aklam bish showab.

Fadhilah Hasbalah

 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahir rohmanir rohim)

Fadhilah Kalimah Hasbalah "Hasbunallah wa ni'mal wakil"

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

Manusia tidak akan pernah mampu melawan setiap bencana, menaklukkan setiap derita, dan mencegah setiap malapetaka dengan kekuatannya sendiri. Mereka akan mampu menghadapi semua itu dengan baik, hanya jika menyerahkan semua perkara kepada Allah subhanahu wa ta'ala.

Jika demikian halnya, maka kalimat hasbalah merupakan salah satu ucapan terbaik bagi yang senantiasa mengharapkan pertolongan-Nya. Kalimat  hasbalah berbunyi  Hasbunallah wa ni'mal wakil ni'mal maula wa ni'mal natsir (cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung).

Bacaan hasbalah itu pula yang diucapkan oleh Rasulullah sholallahu 'alaihi wasallam ketika sedang kesulitan akibat pengepungan selama beberapa minggu oleh pasukan Ahzab dalam perang Khandaq di Kota Madinah. Dengan bacaan tersebut, Rasulullah sholallahu 'alaihi wasallam dan umat Islam pun keluar sebagai pemenang.

Al-Qur'an mengabadikan peristiwa tersebut dalam surat Ali Imran (3) : 173, 
Alladziina qaala lahumu alnnaasu inna alnnaasa qad jama'uu lakum faikhsyawhum fazaadahum iimaanan waqaaluu hasbunaa allaahu wani'ma alwakiilu, Artinya ''Yaitu orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, 'Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka.' Maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, 'Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung'.''

Syahdan, tatkala Nabi Ibrahim 'alaihi sallam dilemparkan ke dalam lautan api oleh para pengikut Raja Namrud bin Kan'an, ia mengucapkan  Hasbunallah wa ni'mal wakil , dan api pun tiba-tiba menjadi dingin. Ini diberitakan oleh Rasulullah SAW, ''Akhir kalimat yang diucapkan oleh Ibrahim ketika dicampakkan ke dalam api ialah  hasbunallah wani'mal wakil. '' (HR Bukhari).

Dikisahkan, ketika Nabi Ibrahim 'alaihi sallam mulai dimasukkan ke dalam kobaran api, Jibril datang dan berkata, ''Apakah engkau butuh aku?'' Ibrahim menjawab, ''Kalau kepadamu tidak, tapi kalau kepada Allah, ya.'' Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, "Kami berfirman, 'Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim'." (QS Al-Anbiyaa' [21]: 69).

Menurut Ibnu Katsir, kalimat hasbalah juga diucapkan oleh 'Aisyah RA ketika ia mengharapkan pertolongan Allah, di saat kabar bohong ( haditsul ifqi ) tentang dirinya beredar. Hal itu direkam dalam surat An-Nur [24]: 11-26).

Sejarah telah memberitakan kekuatan hasbalah yang diucapkan oleh para nabi dan orang-orang saleh, ketika mereka menghadapi cobaan besar ataupun fitnah yang berat. Kekuatannya melebihi kekuatan apa pun di dunia ini, serta menegaskan semangat tauhid pada diri orang yang mengucapkan. Yaitu bahwa hanya kepada Allah sajalah ia berserah diri, dan bahwa semua makhluk di sisi-Nya adalah lemah.

Demikian semoga bermanfaat. Wallahu 'aklam bish showab.
 
Blogger Templates