Kumpulan Dzikir Pagi dan Petang sesuai Sunnah (5)
BAB BACAAN DZIKIR DI WAKTU PETANG ..... [2]
Bab ini merupakan lanjutan dari Bab Bacaan Dzikir di Waktu Petang.....[1] sebelumnya. Bab yang diberi judul Bab Bacaan Dzikir di Waktu Petang.....[2] ini, seluruhnya memuat 11 dari 20 bacaan dzikir petang yang ada dalam bahasan kita. Berikut ini lanjutan bacaan dzikir petang yang sesuai sunnah Rasulullah Shallallahu ’Alayhi Wasallam.
1.
Surat
Al-Ikhlas (Dibaca Petang 3x) :
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ
الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ>> اللَّهُ
الصَّمَدُ>> لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ>> وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Qul huwallaahu ahad. Allaahusshamad. Lam yalid walam yuulad.
Walam yakullahu kufuwan ahad.
Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".
HR. Abu Dawud no.
5082, an-Nasa-i VIII/250 dan at-Tirmidzi no. 3575, Ahmad V/312, Shahiih
at-Tirmidzi no. 2829, Tuhfatul Ahwadzi no. 3646, Shahiih
at-Targhiib wat Tarhiib 1/411 no. 649, hasan shahih
|
2.
Surat Al-Falaq
(Dibaca Petang 3x) :
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ
الرَّحِيمِ
قُلْ
أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ>> مِن شَرِّ مَا خَلَقَ>> وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ>>
وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ>> وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Qul
a'uudzu birabbil falaq. Min syarri maa khalaq. Wamin syarri ghaasiqin idzaa
waqaba. Wamin syarrin naffaatsaati fii al'uqadi. Wamin syarri haasidin idzaa
hasada.
Katakanlah: "Aku berlindung kepada Robb Yang Menguasai waktu subuh, dari kejahatan apa-apa (mahluk) yang diciptakan-Nya. Dan
dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang
menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang-orang yang dengki apabila ia
dengki ".
HR. Abu Dawud no.
5082, an-Nasa-i VIII/250 dan at-Tirmidzi no. 3575, Ahmad V/312, Shahiih
at-Tirmidzi no. 2829, Tuhfatul Ahwadzi no. 3646, Shahiih
at-Targhiib wat Tarhiib 1/411 no. 649, hasan shahih
|
3.
Surat Al-Nas (Dibaca
Petang 3x) :
بِسْمِ
اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ>> مَلِكِ
النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ>> مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ>> الَّذِي يُوَسْوِسُ
فِي صُدُورِ النَّاسِ>> مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ
Qul a'uudzu birabbin
naas. Malikin naas. Ilaahin naas. Min syarril waswaasil khannaas. Alladzii
yuwaswisu fii shuduurin naas. Minal jinnati wannaas.
Katakanlah: "Aku berlindung
kepada Robb (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja
manusia.
Sembahan manusia.
Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang
membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari
(golongan) jin dan manusia.
“Barangsiapa
membaca tiga surat tersebut setiap pagi dan sore hari, maka (tiga surat
tersebut) cukup baginya dari segala sesuatu”. At-Tirmizi berkata “Hadits ini
hasan shahih” HR. Abu Dawud no. 5082, an-Nasa-i VIII/250 dan at-Tirmidzi no.
3575, Ahmad V/312, Shahiih at-Tirmidzi no. 2829, Tuhfatul Ahwadzi no. 3646,
Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/411 no. 649, hasan shahih
|
4. Dibaca
Petang 1x (satu kali) :
اَللَّهُمَّ
عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ
شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ
مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ
عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ
Allåhumma ‘aalimal ghåybi
wasy syahaadah, faathiris samaa waati wal ‘ardh, råbba kulla sya-in wa
maliikah, asyhadu an-laa ilaaha illa anta, a-’uudzubika min syarri nafsi, wa
min syarrisy syaythååni wa syirkih, wa an-uq’tarifa ‘ala nafsiy suu-an aw
ajurråhu ila muslim.
"Ya Allah! Yang Maha Mengetahui yang
ghaib dan yang nyata, wahai Råbb pencipta langit dan bumi, Råbb segala sesuatu
dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah (yang berhak untuk
diibadahi dengan benar) kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan
diriku, dan dari kejahatan setan dan balatentaranya, dan aku (berlindung
kepadaMu) dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslim
kepadanya."
Keterangan :
Nabi Shallallahu
‘alaihi wa Sallam bersabda kepada
Abu Bakar ash-Shiddiq Radhiallahu ‘anhu : "Ucapkanlah pagi dan petang
dan apabila engkau hendak tidur." HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad
no.1202, HR. At-T irmidzi no. 3392 dan Abu Dawud no. 5067, lihat Shahiih
at-Tirmidzi no. 2798, Shahiih al-Adabil Mufrad no. 914, shahih. Lihat Silsilah
al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2753.
|
5.
Dibaca
Petang 1x (satu kali) :
يَا
حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ
وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ
Yaa
hayyu yaa qåyyuum, bi råhmatika astaghiitsu, ash-lihliy sya’niy kullahu, wa laa
takilniy ila nafsiy thårfata ‘ayn.
"Wahai Rabb
Yang Mahahidup, wahai Rabb Yang Mahaberdiri Sendiri (tidak butuh segala
sesuatu), dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku
dan janganlah Engkau serahkan (urusanku) kepada diriku sendiri walaupun hanya
sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).”
Keterangan: HR.
An-Nasa-i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no.575, al-Bazzar dan al-Hakim
1/545, lihat Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib I/417 no. 661, ash-Shahiihah
no. 227, hasan. Dari Anas RA.
|
6. Dibaca
Petang 3x (tiga kali) :
أَعُوْذُ
بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
A’uudzu
bi kalimaatillaahit taaammaati min syarri maa khålaq.
"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan
segala sesuatu yang diciptakan-Nya."
Keterangan : HR. Ahmad II/290,
an-Nasa-i dalam 'Amalul Yaum wal Lailah
no. 596, Shahiih at-Targhiib wat
Tarhiib 1/412 no. 652, Shahiih
al-Jaami 'ish Shaghiir no. 6427
|
7.
Dibaca
Petang 10x atau 1x :
لاَ
إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ
الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
Laa ilaaha illallaåh
wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syay-in
qådiir.
“Tidak ada ilah (yang berhak
diibadahi dengan benar) selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia-lah yang Mahakuasa atas
segala sesuatu.”
Keterangan :
HR. Abu Dawud no. 5077, Ibnu Majah no. 3867,
dari Abu ‘Ayyasy Azzuraqy RA, Shahiih Jaami'ish Shaghiir no.
6418, MisykaatulMashaabiih no. 2395, Shahiih at-Targhiib I/414
no. 656, shahih.
|
8. Dibaca Petang
100x :
لاَ
إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ
الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
Laa
ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, wahuwa
‘ala kulli syay-in qådiir.
“Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) selain Allah Yang Maha
Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan
Dia-lah yang Mahakuasa atas segala sesuatu.”
Keterangan : "Barangsiapa membacanya sebanyak 100x dalam
sehari, maka baginya (pahala) seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis
seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, baginya perlindungan
dari syaitan pada hari itu hingga sore hari. Tidaklah seseorang itu dapat mendatangkan
yang lebih baik dari apa yang dibawanya kecuali ia melakukan lebih banyak
lagi dari itu." HR. Al-Bukhari no.
3293 dan 6403, Muslim IV/2071 no. 2691 (28), at-Tirmidzi no. 3468, Ibnu Majah
no. 3798, dari Sahabat Abu Hurairah RA. Penjelasan: Dalam riwayat
an-Nasa-i ('Amalul Yaum wal Lailah no. 580) dan Ibnus Sunni no. 75
dari 'Amr bin Syu'aib dari ayahnya dari kakeknya dengan lafazh:
"Barangsiapa membaca 100x pada pagi hari dan 100x pada sore Hari."...
Jadi, dzikir ini dibaca 100x di waktu pagi dan 100x di waktu sore. Lihat Silsilah
al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2762
|
9. Dibaca Petang
100x :
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
Subhaanallåhi wa bihamdih.
“Maha
Suci Allah, aku memuji-Nya.”
Keterangan :
HR. Muslim no. 2691 dan no. 2692, Syarah Muslim XVTV 17-18, Shahiih
at-Targhiib wat Tarhiib 1/413 no. 653. Jumlah yang terbanyak dari
dzikir-dzikir Nabi adalah seratus diwaktu pagi dan seratus diwaktu sore.
Adapun riwayat yang menyebutkan sampai seribu adalah munkar, karena haditsnya
dha'if. (Silsilah al-Ahaadiits adh-Dha-'iifah no. 5296).
|
10. Dibaca Petang
(atau Sehari-semalam) 100x :
أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ
إِلَيْهِ
Astaghfirullåha wa atuubu
ilayh
"Aku memohon ampunan kepada Allah dan
bertobat kepada-Nya."
Keterangan : Dzikir ini dibaca 100 kali
dalam sehari, boleh di pagi hari atau sore hari. HR. Al-Bukhari/ Fat-hul Baari XI/101 dan Muslim no.2702. Dari Ibnu 'Umar
ia berkata: "Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa Sallam bersabda: 'Wahai manusia, bertaubatlah kalian kepada
Allah, sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari seratus
kali.'" HR. Muslim no. 2702 (42).
Dalam
riwayat lain dari Agharr al-Muzani, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
"Sesungguhnya hatiku terkadang lupa, dan sesungguhnya aku istighfar
(minta ampun) kepada Allah dalam sehari seratus kali." (HR. Muslim no.
2075 (41))
Kemudian
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa
Sallam bersabda: "Barangsiapa yang mengucapkan: 'Aku memohon ampunan
kepada Allah Yang Maha Agung, Yang tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi
dengan benar) kecuali Dia, Yang Maha hidup lagi Mahaberdiri sendiri dan aku
bertaubat kepada-Nya.' Maka Allah akan mengampuni dosanya meskipun ia pernah
lari dari medan perang." HR. Abu Dawud no.
1517, at-Tirmidzi no. 3577 dan al-Hakim I/511. Lihat Shahiih at-Tirmidzi
III/182 no.2831.
Adapun ayat Al-Qur’an yang
menganjurkan istighfar dan taubat di antaranya: (QS. Huud: 3), (QS. An-Nuur:
31), (QS. At-Tahriim: 8) dan lain-lain.
|
*****

Tidak ada komentar:
Posting Komentar